Kusnaeni juga berharap pemain tidak terbawa emosi saat menghadapi permainan Vietnam yang kadang menjadikan mental pemain Timnas Indonesia sebagai bulan-bulanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian di sisi lain, Kusnaeni menyanjung fighting spirit dan kedisiplinan menjaga posisi Timnas Indonesia saat melawan Thailand terlihat cukup bagus.
"Terpenting itu mental bertanding. Jangan pakai emosi, rivalitas sebelumnya jangan dibawa-bawa terus. Karakter Shin Tae Yong bermain cepat, ngotot dan disiplin sudah cukup. Jangan pakai emosi berlebihan yang akan membuat jadi lepas kontrol," ungkap Kusnaeni.
"Kita harus lebih siap dengan trik Vietnam yang akan mengganggu emosi pemain kita, provokasi. Mereka akan main lebih cepat, direct langsung dan kita harus siap. Jangan larut dalam euforia hasil imbang lawan Thailand kemarin," tegasnya.
Dalam masalah nonteknis ini, peran seorang Evan Dimas sebagai kapten menjadi sangat penting dalam pertandingan nanti. Evan menjadi pemain yang sarat pengalaman bertemu Vietnam dan bisa memberikan informasi itu kepada juniornya di lapangan.
Menurut Kusnaeni, Evan Dimas punya peran penting untuk meredam emosi pemain supaya tidak terpancing provokasi Vietnam dan bermain normal serta lepas tanpa membawa dendam masa lalu, yaitu rekor pertemuan yang tidak positif.
"Sama seperti lawan Thailand, kita tidak melihat hasil karena memang sudah tidak ada peluang lolos melawan Vietnam, tapi progres," tutur Kusnaeni.
"Lawan Thailand sudah bagus, levelnya sudah ada dan itu yang harus dipertahankan. Permainan ngotot, kedisiplinan dan fighting spirit. Tidak mustahil hasilnya akan sama positifnya dengan saat lawan Thailand," jelas Kusnaeni menambahkan.
(ttf/rhr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Laga Timnas Indonesia vs Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G di Stadion Al-Maktoum, Senin (7/6) malam, bakal menyajikan pertarungan lini tengah kedua tim.
Pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni mengatakan, secara teknis, konsep bermain yang digunakan Shin Tae Yong saat menahan Thailand 2-2 pada laga sebelumnya dianggap sudah cukup efektif.
Penempatan Evan Dimas di belakang striker seperti ketika tampil bersama Timnas U-19 juga lebih tepat dibanding posisinya berada di antara double pivot atau gelandang. Skema itu disebut Kusnaeni bisa dilanjutkan Shin Tae Yong saat menghadapi Vietnam nanti malam.
"Vietnam akan bermain direct langsung ke jantung pertahanan. Kita tahu dua bek tengah Indonesia kedodoran, dan Park Hang Seo lihat, dan akan memanfaatkan itu, sehingga dua gelandang kita harus lebih efektif untuk membantu bek tengah, akan ketat di duel lapangan tengah" kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/6).
Menurut Kusnaeni, Syahrian Abimanyu dan I Kadek Agung Widnyana harus bekerja ekstra menahan aliran bola Vietnam. Adam Alis sebagai pemain senior berpengalaman juga disebut bisa menjadi pilihan yang dapat dipertimbangkan Shin Tae Yong untuk diturunkan.
Tiga pertandingan dalam 12 hari juga disebut Kusnaeni bakal membuat Shin Tae Yong melakukan rotasi pemain. Setelah melawan Vietnam, Indonesia akan dihadapkan pada laga terakhir melawan Uni Emirat Arab.
Akan tetapi, Kusnaeni meyakini jika rotasi yang dilakukan tidak akan banyak supaya tidak mengurangi kekompakan yang ada di tim.
Syahrian Abimanyu bisa kembali jadi andalan Indonesia lawan Vietnam. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Pelatih Shin Tae Yong tidak memiliki banyak pilihan di sektor bek tengah setelah Andy Setyo dan Ryuji Utomo cedera. Kondisi itu membuat pelatih asal Korea Selatan tersebut bergantung pada pemain muda yang minim pengalaman tampil di level internasional.
Bek kiri M. Arhan Pratama, gelandang Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang sempat mengalami penurunan kondisi serta cedera saat melawan Thailand juga memiliki kans dimainkan kembali lawan Vietnam.
"Jadi jangan kaget kalau tim yang kemarin dianggap sudah bagus diubah. Jangan dijustifikasi. Pelatih pasti punya pertimbangan kondisi pemain, yang kelelahan, cedera dan untuk pertandingan selanjutnya," ujar Kusnaeni.
The Golden Star Warriors tercatat memiliki head to head yang lebih unggul dari Skuad Garuda. Meski demikian, Indonesia yang tak lagi punya peluang lolos ke fase selanjutnya disebut bakal tetap ngotot untuk mencuri hasil positif dari Vietnam.
Kusnaeni juga berharap pemain tidak terbawa emosi saat menghadapi permainan Vietnam yang kadang menjadikan mental pemain Timnas Indonesia sebagai bulan-bulanan.
Kendati demikian di sisi lain, Kusnaeni menyanjung fighting spirit dan kedisiplinan menjaga posisi Timnas Indonesia saat melawan Thailand terlihat cukup bagus.
"Terpenting itu mental bertanding. Jangan pakai emosi, rivalitas sebelumnya jangan dibawa-bawa terus. Karakter Shin Tae Yong bermain cepat, ngotot dan disiplin sudah cukup. Jangan pakai emosi berlebihan yang akan membuat jadi lepas kontrol," ungkap Kusnaeni.
"Kita harus lebih siap dengan trik Vietnam yang akan mengganggu emosi pemain kita, provokasi. Mereka akan main lebih cepat, direct langsung dan kita harus siap. Jangan larut dalam euforia hasil imbang lawan Thailand kemarin," tegasnya.
Dalam masalah nonteknis ini, peran seorang Evan Dimas sebagai kapten menjadi sangat penting dalam pertandingan nanti. Evan menjadi pemain yang sarat pengalaman bertemu Vietnam dan bisa memberikan informasi itu kepada juniornya di lapangan.
Menurut Kusnaeni, Evan Dimas punya peran penting untuk meredam emosi pemain supaya tidak terpancing provokasi Vietnam dan bermain normal serta lepas tanpa membawa dendam masa lalu, yaitu rekor pertemuan yang tidak positif.
"Sama seperti lawan Thailand, kita tidak melihat hasil karena memang sudah tidak ada peluang lolos melawan Vietnam, tapi progres," tutur Kusnaeni.
"Lawan Thailand sudah bagus, levelnya sudah ada dan itu yang harus dipertahankan. Permainan ngotot, kedisiplinan dan fighting spirit. Tidak mustahil hasilnya akan sama positifnya dengan saat lawan Thailand," jelas Kusnaeni menambahkan.