Sementara itu, Skotlandia juga berhasrat mendapatkan tiga poin agar menjaga peluang lolos ke babak gugur setelah kalah 0-2 dari Republik Ceko pada laga pertama.
Guna mendapatkan kemenangan kedua di Grup D, Inggris bisa kembali berharap kepada permainan ciamik gelandang Leeds United, Kalvin Phillips.
Phillips menunjukkan kelasnya sebagai seorang gelandang saat Inggris menumbangkan Kroasia 1-0 di pertandingan pertama.
Pemain 25 tahun itu memainkan peran layaknya jenderal lapangan tengah. Meski diposisikan sebagai salah satu dari dua gelandang yang ditempatkan di depan lini belakang, namun Phillips bisa mengatur irama permainan Inggris.
Soccer Football - Euro 202Kalvin Phillips dianggap sebagai Andrea Pirlo dari Yorkshire, Inggris. (Pool via REUTERS/CATHERINE IVILL)
Dia tahu kapan harus mengalirkan bola ke depan, memaksa Phil Foden menekan Kroasia. Dalam suatu waktu, Phillips juga menurunkan tempo permainan Inggris dengan mengalirkan bola ke belakang saat gelandang lain dan pemain depan mendapat penjagaan ketat dari pemain lawan.
Saat melawan Kroasia, Phillips masuk kategori gelandang komplet. Dia memiliki akurasi operan mencapai 94 persen dari total 33 operan.
Pemain kelahiran Leeds itu juga melakukan tiga kali dribel dengan dua di antaranya sukses. Bahkan, salah satu dribelnya berujung pada umpan matang untuk gol Raheem Sterling di menit ke-57.
Phillips bergerak ke semua sektor. Posisinya di depan lini pertahanan membuat mantan jebolan klub Wortley itu patut membantu lini belakang saat ditekan Kroasia.
Dalam bertahan, Phillips membuat satu tekel sukses, sedangkan ketika menyerang satu tembakannya berhasil ditepis kiper Dominik Livakovic.
Dengan permainannya yang maksimal itu, UEFA melalui akun Twitter menyebut Phillips sebagai Andrea Pirlo dari Yorkshire, Inggris.
Pirlo dari Inggris itu diharapkan kembali menunjukkan sihirnya saat melawan Skotlandia. Melawan Skotlandia yang juga memiliki lini tengah agresif, Phillips tidak saja dituntut cepat membuat keputusan saat memegang bola, tetapi juga mematahkan alur serangan lawan ke pertahanan Inggris.
Ketika Inggris kehilangan bola, pada saat itu juga tugas Phillips merebut kembali bola dibutuhkan, tujuannya guna cepat mengubah transisi dari bertahan ke menyerang.
Pertandingan Inggris vs Skotlandia ini bisa jadi panggung kedua bagi Kalvin Phillips di Euro 2020, bukan saja sekadar sarat gengsi kedua tim yang berasal dari Inggris Raya atau demi peluang ke 16 besar Euro 2020.
Pertarungan Inggris vs Skotlandia ini bisa jadi duel ketat lini tengah kedua tim. Skotlandia sudah menunjukkan dominasi mereka, terutama kekuatan di lini tengah, saat melawan Republik Ceko.
Melawan Ceko, Skotlandia lebih unggul dalam penguasaan bola. Pergerakan tim asuhan Steve Clarke itu menutupi semua lini permainan.
Stuart Armstrong, Scott McTominay, dan John McGinn akan berduel dengan Kalvin Phillips, Declan Rice, dan Mason Mount.
Berkaca pada statistik kedua tim di laga pertama, para gelandang Skotlandia lebih agresif dalam bermain. Ketiga gelandang mereka, Stuart Amstrong, McTominay, hingga McGinn sama-sama memiliki tembakan ke gawang lawan.
Sementara itu, di kubu Inggris, Declan Rice tidak melepaskan tendangan ke gawang lawan. Baik Mount dan Phillips juga sama-sama hanya menendang satu kali.
Berbeda dengan para gelandang Skotlandia yang lebih banyak menciptakan peluang: Armstrong 2 kali, Tominay 1 kali, dan McGinn 4 kali.
Melihat performa Skotlandia tersebut, Declan Rice perlu meningkatkan konsentrasi dalam membatu pertahanan.
Kejelian Phillips yang dimainkan di depan barisan pertahanan diharapkan kembali tampil ciamik untuk kedua kalinya.
Mason Mount (kiri) dan kawan-kawan dituntut lebih kreatif melawan Skotlandia. (Pool via REUTERS/JUSTIN TALLIS)
Selain sektor gelandang, lini pertahanan Inggris juga bakal mendapatkan ujian dari Skotlandia melalui tembakan jarak jauh.
Tendangan dari luar kotak penalti bisa jadi salah satu cara bagi Skotlandia membongkar pertahanan Inggris sekaligus menciptakan peluan gol.
Guna mengantisipasi situasi tersebut, nama Harry Maguire bisa jadi solusi menambah kekuatan Inggris di lini belakang, menggantikan Tyrone Mings yang starter saat melawan Kroasia.
Kapten Manchester United itu sudah pulih dari cedera pergelangan kaki. Bahkan, melalui media-media Inggris, Maguire mendeklarasikan dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan Skotlandia.
Pelatih Gareth Southgate tampaknya tidak ingin membuang kesempatan dengan tidak memainkan Maguire jika mantan pemain Leicester City itu benar-benar pulih.
Salah satu faktornya kengototan Southgate yang tetap membawa bek 28 tahun itu ke Euro 2020 meski belum pulih dari cedera pergelangan kaki kiri di Liga Inggris musim lalu.
Jika diturunkan, bek 28 tahun itu bisa menggeser posisi Tyron Mings dari Aston Villa. Dengan begitu, Maguire akan berduet dengan John Stones di sektor bek tengah.
Sementara itu, Skotlandia juga berhasrat mendapatkan tiga poin agar menjaga peluang lolos ke babak gugur setelah kalah 0-2 dari Republik Ceko pada laga pertama.
Guna mendapatkan kemenangan kedua di Grup D, Inggris bisa kembali berharap kepada permainan ciamik gelandang Leeds United, Kalvin Phillips.
Phillips menunjukkan kelasnya sebagai seorang gelandang saat Inggris menumbangkan Kroasia 1-0 di pertandingan pertama.
Pemain 25 tahun itu memainkan peran layaknya jenderal lapangan tengah. Meski diposisikan sebagai salah satu dari dua gelandang yang ditempatkan di depan lini belakang, namun Phillips bisa mengatur irama permainan Inggris.
Soccer Football - Euro 202Kalvin Phillips dianggap sebagai Andrea Pirlo dari Yorkshire, Inggris. (Pool via REUTERS/CATHERINE IVILL)
Dia tahu kapan harus mengalirkan bola ke depan, memaksa Phil Foden menekan Kroasia. Dalam suatu waktu, Phillips juga menurunkan tempo permainan Inggris dengan mengalirkan bola ke belakang saat gelandang lain dan pemain depan mendapat penjagaan ketat dari pemain lawan.
Saat melawan Kroasia, Phillips masuk kategori gelandang komplet. Dia memiliki akurasi operan mencapai 94 persen dari total 33 operan.
Pemain kelahiran Leeds itu juga melakukan tiga kali dribel dengan dua di antaranya sukses. Bahkan, salah satu dribelnya berujung pada umpan matang untuk gol Raheem Sterling di menit ke-57.
Phillips bergerak ke semua sektor. Posisinya di depan lini pertahanan membuat mantan jebolan klub Wortley itu patut membantu lini belakang saat ditekan Kroasia.
Dalam bertahan, Phillips membuat satu tekel sukses, sedangkan ketika menyerang satu tembakannya berhasil ditepis kiper Dominik Livakovic.
Dengan permainannya yang maksimal itu, UEFA melalui akun Twitter menyebut Phillips sebagai Andrea Pirlo dari Yorkshire, Inggris.
Pirlo dari Inggris itu diharapkan kembali menunjukkan sihirnya saat melawan Skotlandia. Melawan Skotlandia yang juga memiliki lini tengah agresif, Phillips tidak saja dituntut cepat membuat keputusan saat memegang bola, tetapi juga mematahkan alur serangan lawan ke pertahanan Inggris.
Ketika Inggris kehilangan bola, pada saat itu juga tugas Phillips merebut kembali bola dibutuhkan, tujuannya guna cepat mengubah transisi dari bertahan ke menyerang.
Pertandingan Inggris vs Skotlandia ini bisa jadi panggung kedua bagi Kalvin Phillips di Euro 2020, bukan saja sekadar sarat gengsi kedua tim yang berasal dari Inggris Raya atau demi peluang ke 16 besar Euro 2020.
Lini tengah Skotlandia bakal memberikan ancaman kepada Inggris. (Pool via REUTERS/PAUL ELLIS)
Pertarungan Inggris vs Skotlandia ini bisa jadi duel ketat lini tengah kedua tim. Skotlandia sudah menunjukkan dominasi mereka, terutama kekuatan di lini tengah, saat melawan Republik Ceko.
Melawan Ceko, Skotlandia lebih unggul dalam penguasaan bola. Pergerakan tim asuhan Steve Clarke itu menutupi semua lini permainan.
Stuart Armstrong, Scott McTominay, dan John McGinn akan berduel dengan Kalvin Phillips, Declan Rice, dan Mason Mount.
Berkaca pada statistik kedua tim di laga pertama, para gelandang Skotlandia lebih agresif dalam bermain. Ketiga gelandang mereka, Stuart Amstrong, McTominay, hingga McGinn sama-sama memiliki tembakan ke gawang lawan.
Sementara itu, di kubu Inggris, Declan Rice tidak melepaskan tendangan ke gawang lawan. Baik Mount dan Phillips juga sama-sama hanya menendang satu kali.
Berbeda dengan para gelandang Skotlandia yang lebih banyak menciptakan peluang: Armstrong 2 kali, Tominay 1 kali, dan McGinn 4 kali.
Melihat performa Skotlandia tersebut, Declan Rice perlu meningkatkan konsentrasi dalam membatu pertahanan.
Kejelian Phillips yang dimainkan di depan barisan pertahanan diharapkan kembali tampil ciamik untuk kedua kalinya.
Mason Mount (kiri) dan kawan-kawan dituntut lebih kreatif melawan Skotlandia. (Pool via REUTERS/JUSTIN TALLIS)
Selain sektor gelandang, lini pertahanan Inggris juga bakal mendapatkan ujian dari Skotlandia melalui tembakan jarak jauh.
Tendangan dari luar kotak penalti bisa jadi salah satu cara bagi Skotlandia membongkar pertahanan Inggris sekaligus menciptakan peluan gol.
Guna mengantisipasi situasi tersebut, nama Harry Maguire bisa jadi solusi menambah kekuatan Inggris di lini belakang, menggantikan Tyrone Mings yang starter saat melawan Kroasia.
Kapten Manchester United itu sudah pulih dari cedera pergelangan kaki. Bahkan, melalui media-media Inggris, Maguire mendeklarasikan dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan Skotlandia.
Pelatih Gareth Southgate tampaknya tidak ingin membuang kesempatan dengan tidak memainkan Maguire jika mantan pemain Leicester City itu benar-benar pulih.
Salah satu faktornya kengototan Southgate yang tetap membawa bek 28 tahun itu ke Euro 2020 meski belum pulih dari cedera pergelangan kaki kiri di Liga Inggris musim lalu.
Jika diturunkan, bek 28 tahun itu bisa menggeser posisi Tyron Mings dari Aston Villa. Dengan begitu, Maguire akan berduet dengan John Stones di sektor bek tengah.