7 Faktor yang Bisa Buat Inggris Merana Lawan Skotlandia

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 20:30 WIB
Berikut tujuh faktor yang bisa membuat timnas Inggris merana saat bersua Skotlandia dalam laga lanjutan Grup D Euro 2020 (Euro 2021). Timnas Inggris berpotensi terjungkal saat melawan Skotlandia di Euro 2020 (Euro 2021). (Pool via REUTERS/CATHERINE IVILL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel Inggris vs Skotlandia menjadi duel yang bisa mengantarkan The Three Lions ke 16 besar Euro 2020 (Euro 2021), namun tak menutup kemungkinan Skotlandia membuat kejutan. Berikut beberapa faktor yang bisa membuat Inggris merana.

Inggris menjadi unggulan dalam duel melawan Skotlandia. Skuad mentereng dengan nama-nama elite, deretan kemenangan, termasuk tiga poin ketika melawan Kroasia menjadi faktor yang membuat anak asuh Gareth Southgate di atas angin.

Skotlandia masih punya harapan untuk lolos dari Grup D ke babak 16 besar. Tugas berat menanti anak asuh Steve Clarke yang baru kembali merasakan atmosfer persaingan di turnamen besar setelah puluhan tahun absen.


Berikut 7 faktor yang bisa membuat Inggris merana ketika menghadapi Skotlandia:

1. Beberapa pemain Skotlandia bermain di Inggris sehingga tak asing dengan gaya main lawan. Dari 26 nama yang didaftarkan di Euro 2020, sebanyak 14 pemain di antaranya bermain di Inggris.

Selain pemain seperti Andy Robertson, Kieran Tierney, Scott McTominay, John McGinn, Stuart Armstrong, Ryan Fraser, Billy Gilmour, dan Che Adams, pelatih Steve Clarke juga hafal karakter Inggris lantaran lama menimba ilmu di Chelsea sebagai pemain dan menjadi asisten pelatih serta kepala pelatih di beberapa klub Premier League.

Soccer Football - Euro 2020 - Group D - Scotland v Czech Republic - Hampden Park, Glasgow, Scotland, Britain - June 14, 2021  Czech Republic's Patrik Schick scores their first goal Pool via REUTERS/Lee SmithTimnas Skotlandia diperkuat banyak pemain yang tampil di Liga Inggris. (Pool via REUTERS/LEE SMITH)

2. Pemain berstatus tulang punggung Skotlandia memainkan peran penting di klub Inggris, seperti Robertson di Liverpool, Tierney di Arsenal, McTominay di Manchester United, McGinn di Aston Villa, dan Armstrong di Southampton.

3. Skotlandia punya keinginan kuat mengalahkan Inggris dalam duel penuh gengsi. Terlebih kemenangan terakhir diraih skuad Tartan Army pada 1999 atau lebih dari 20 tahun lalu.

4. Inggris menjadi unggulan, namun tetap punya kelemahan yang bisa dieksploitasi jika Skotlandia bisa memanfaatkan peluang dengan baik.

Ketika Kroasia memainkan tempo lambat dalam penguasaan bola, ada kesempatan skuad Vatreni membobol gawang Inggris.

Sementara Skotlandia pun sebenarnya mampu bermain ofensif ketika melawan Republik Ceko dengan 19 kali upaya mencetak gol.

5. Permainan individu Inggris juga bisa menjadi bumerang bagi tim yang mengincar gelar pertama di Euro. Dalam laga melawan Kroasia ada 15 dribel yang dilakukan Raheem Sterling dan kawan-kawan namun hanya enam yang berhasil.

Banner Euro 2020

6. Lini depan timnas Inggris belum tampil menjanjikan. Harry Kane yang diplot sebagai mesin gol belum memperlihatkan kegarangannya di depan lawan.

Jika masalah ini tidak bisa teratasi maka Skotlandia bisa memetik keuntungan. Anak asuh Clarke bisa bermain lebih nyaman dan berani keluar menyerang.

7. Skotlandia sebenarnya tampil cukup baik saat dikalahkan Ceko. Robertson dkk melakukan 19 usaha untuk mencetak gol dengan lima di antaranya tepat sasaran.

Namun, Skotlandia harus gigit jari karena performa gemilang kiper Ceko, Tomas Vaclik. Gelombang serangan Skotlandia ini berpotensi membuat Inggris terkapar di Stadion Wembley.

[Gambas:Video CNN]

(nva/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK