Jakarta, CNN Indonesia -- Leonardo Spinazzola mengungkapkan alasannya menangis saat mengalami cedera parah dalam pertandingan perempat final melawan Belgia di Euro 2020 (Euro 2021).
Bek sayap timnas Italia, Spinazzola tak bisa melanjutkan penampilannya di Euro 2020 saat melawan Belgia di perempat final. Pemain AS Roma itu mengalami cedera dan membuat dia harus menepi.
Spinazzola menangis di lapangan ketika dia mengetahui mengalami cedera berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, Spinazzola mengungkapkan air matanya menetes saat itu bukan karena sakit, tapi karena sedih.
"Saya tahu kami akan berusaha keras, itu sebabnya saya menangis setelah cedera. Itu bukan karena rasa sakit, itu kesedihan dan kemarahan karena saya akan melewatkan pertandingan," kata Spinazzola kepada surat kabar La Repubblica dikutip dari Football Italia.
"Saya tiba-tiba merasakan hentakan di tumit saya, jadi dari sudut pandang saya, saya mencoba melihat pemain Belgia mana yang melanggar tumit saya. Saat saya melihat tidak ada orang sama sekali di belakang, lalu (Bryan) Cristante datang dengan wajah khawatir, saat itulah saya sadar dan ambruk ke tanah."
Spinazzola menangis karena dia tahu Italia akan mencapai final Euro 2020 dan dia bakal melewatkan pertandingan tersebut.
"Apa yang saya pikirkan adalah 'Mengapa saya, mengapa sekarang?' Saya menangis karena tahu hal yang akan saya lewatkan. Kami semua tahu bahwa kami akan mencapai final itu. Menang atau tidak adalah masalah lain, itu sangat tergantung pada banyak hal, tetapi kami yakin akan sampai di sana (Final) karena kami merasa tak terkalahkan," kata Spinazzola.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Spinazzola Ingin Kembali Merumput dalam 6 Bulan
Leonardo Spinazzola ingin kembali merumput dalam waktu enam bulan. (AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)
Leonardo Spinazzola telah menjalani operasi di Finlandia. Kemudian dia terbang ke London dengan anggota skuad Azzurri lainnya untuk melakoni partai Final Euro 2020, di mana ia bergabung dalam perayaan juara dengan menggunakan tongkat.
"Mereka menaiki tangga menuju pesawat, sementara saya sudah berada di dalamnya. Sejujurnya saya belum pernah melihat tim yang lebih santai mempersiapkan diri untuk pertandingan besar. Kami makan malam di tempat latihan Tottenham, lalu kami duduk-duduk di area taman dan mengobrol," ucap Spinazzola.
Spinazzola jadi pemain pertama yang naik ke podium juara Euro 2020 untuk mendapatkan medali pemenangnya.
"Giorgio, kapten kami, menyuruhku naik lebih dulu. Saya ingin berlari ke sana, tetapi saya juga takut jatuh dan akan benar-benar mempermalukan diri sendiri di stadion. Itu luar biasa, begitu banyak pemain membawa saya berkeliling, dari Jorginho ke De Rossi dan Toloi. Saya cukup berat, jadi itu tidak mudah."
Spinazzola kemungkinan akan absen selama tujuh hingga sembilan bulan setelah tendon achilles-nya robek.
"Dalam seminggu saya bisa melepas jahitan dan kemudian mengambil langkah demi langkah dalam rehabilitasi."
"Jika saya tidak kembali bermain lagi dalam enam bulan, saya akan pergi ke lapangan dan kita lihat siapa yang mencoba menghentikan saya," ucap Spinazzola.
[Gambas:Video CNN]