5 Kekuatan Yordenis Ugas yang Bisa Buat Pacquiao KO
2. Gaya Ortodoks
Ugas merupakan petinju non-kidal yang dikenal kerap menyulitkan petinju-petinju bergaya southpaw macam Pacquiao.
Sebagai petinju pengganti Spence Jr., Ugas mendapat keuntungan. Spence Jr. merupakan petinju kidal sehingga Pacquiao dan timnya mempersiapkan latihan untuk melawan petinju kidal pula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengumuman pergantian lawan dalam waktu kurang dari dua pekan, maka Pacquiao harus melakukan adaptasi ulang dalam waktu cepat.
3. Taktis dan Cermat
Ugas pun dinilai memiliki pemahaman bagus mengenai waktu yang tepat untuk melepas pukulan. Ini tak lepas dari keunggulan jangkauan yang dimiliki peraih medali perunggu Olimpiade 2008 tersebut.
Kombinasi uppercut kanan dan kiri biasa menjadi senjata Ugas merobohkan pertahanan lawan.
4. Tak Licin tetapi Mematikan
Seperti kata Roach, Ugas berbeda dengan petinju Kuba lainnya lantaran tidak terlalu licin ketika bertarung. Hal itu pula dikemukakan sang pelatih Ismael Salas.
Ugas kerap membawa lawan dalam pertarungan yang tidak terlalu dekat dan berada di tengah ring.
Kendati agak kaku, Salas memoles Ugas dengan tepat sehingga selama berada di bawah asuhannya Ugas memiliki catatan tarung 11 kali menang dan sekali kalah.
5. Pertahanan Baik
Salah satu faktor yang membuat Ugas bisa menjadi juara kelas welter WBA adalah pertahanan yang bagus. Ugas cukup telaten dan sabar menghadapi lawan dan memiliki kemampuan membaca kelemahan lawan di saat yang tepat.
Seandainya Pacquiao lengah dan tak sabar, maka Ugas berpeluang memanfaatkan kondisi dan menjadi pemenang.
(nva/rhr)Yordenis Ugas berstatus sebagai pengganti Errol Spence Jr. dalam pertarungan melawan Manny Pacquiao, namun petinju Kuba itu bisa menghadirkan mimpi buruk di akhir karier Pacman.
Ugas baru mendapat mandat menggantikan Spence Jr. yang mengalami robek retina mata kurang dari sepekan lalu. Dalam komentar di media sosial, Ugas menyebut pertarungan melawan Pacquiao ibarat mimpi yang menjadi kenyataan.
Juara kelas welter WBA itu pun menyambut antusias duel melawan sosok legenda tinju dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laga nanti bakal jadi laga yang bagus untuk para penggemar. Saya bertekad melakukan segalanya di dalam ring."
"Saya bisa menjamin bakal ada laga yang luar biasa. Kami akan memberikan suguhan hebat bagi para penonton di 21 Agustus. Saya akan menyerahkan segalanya sepenuh hati untuk para penggemar saya," kata Ugas dikutip dari Marca.
Kehadiran Ugas sebagai pengganti Spence Jr. pun diwaspadai pelatih Pacquiao, Freddie Roach. Sosok kawakan itu menyebut Ugas memiliki karakter bertarung yang berbeda ketimbang petinju asal Kuba kebanyakan.
Berikut lima keunggulan Ugas yang bisa membuat Pacquiao menelan kekalahan:
1. Tinggi dan Jangkauan
Dengan tinggi 175 cm, Ugas tak cuma lebih tinggi ketimbang Pacquiao tetapi juga memiliki daya jangkau yang lebih panjang sehingga bisa melepas pukulan dari jarak jauh.
Pukulan jab dari Ugas yang diarahkan ke kepala atau ke badan bisa membuat Pacquiao kerepotan.
Pacquiao pun dituntut menjaga jarak secara konstan dari ronde ke ronde jika tak ingin mendapat bogem telak dari Ugas.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Ugas Bergaya Ortodoks dan Sabar
Yordenis Ugas menelan empat kekalahan dari 30 kali naik ring. (Getty Images via AFP/ETHAN MILLER)
2. Gaya Ortodoks
Ugas merupakan petinju non-kidal yang dikenal kerap menyulitkan petinju-petinju bergaya southpaw macam Pacquiao.
Sebagai petinju pengganti Spence Jr., Ugas mendapat keuntungan. Spence Jr. merupakan petinju kidal sehingga Pacquiao dan timnya mempersiapkan latihan untuk melawan petinju kidal pula.
Dengan pengumuman pergantian lawan dalam waktu kurang dari dua pekan, maka Pacquiao harus melakukan adaptasi ulang dalam waktu cepat.
3. Taktis dan Cermat
Ugas pun dinilai memiliki pemahaman bagus mengenai waktu yang tepat untuk melepas pukulan. Ini tak lepas dari keunggulan jangkauan yang dimiliki peraih medali perunggu Olimpiade 2008 tersebut.
Kombinasi uppercut kanan dan kiri biasa menjadi senjata Ugas merobohkan pertahanan lawan.
4. Tak Licin tetapi Mematikan
Seperti kata Roach, Ugas berbeda dengan petinju Kuba lainnya lantaran tidak terlalu licin ketika bertarung. Hal itu pula dikemukakan sang pelatih Ismael Salas.
Ugas kerap membawa lawan dalam pertarungan yang tidak terlalu dekat dan berada di tengah ring.
Kendati agak kaku, Salas memoles Ugas dengan tepat sehingga selama berada di bawah asuhannya Ugas memiliki catatan tarung 11 kali menang dan sekali kalah.
5. Pertahanan Baik
Salah satu faktor yang membuat Ugas bisa menjadi juara kelas welter WBA adalah pertahanan yang bagus. Ugas cukup telaten dan sabar menghadapi lawan dan memiliki kemampuan membaca kelemahan lawan di saat yang tepat.
Seandainya Pacquiao lengah dan tak sabar, maka Ugas berpeluang memanfaatkan kondisi dan menjadi pemenang.

