Leicester sedang tidak dalam kondisi terbaik menghadapi Napoli. (REUTERS/DAVID KLEIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Leicester City akan menghadapi tim kuat dari Italia Napoli pada pertandingan Grup C Liga Europa 2021/2022 di Stadion King Power, pada Jumat (17/9) dini hari WIB.
The Foxes datang ke pertandingan ini usai menelan kekalahan 0-1 dari juara Liga Inggris Manchester City. Gol di babak kedua yang dicetak gelandang Portugal Bernardo Silva memastikan kemenangan bagi Manchester City.
Sedangkan, Napoli datang ke Leicester usai mengalahkan Juventus dengan skor 2-1. Dua gol di babak kedua yang dicetak pemain sayap Matteo Politano dan bek tengah Kalidou Koulibaly memastikan kemenangan untuk tim asuhan Luciano Spalleti tersebut. Sementara, gol hiburan Juventus dicetak Alvaro Morata.
Sejauh ini, Leicester dan Napoli belum pernah saling berhadapan, termasuk di Liga Europa. Karena itu kedua tim sama-sama buta kekuatan satu sama lain.
Artinya, kini yang bisa kedua tim lakukan adalah fokus pada persiapan strategi tim mereka sendiri, sembari membaca gaya permainan lawan di awal-awal pertandingan nanti.
Sebagai tuan rumah, Leicester sejatinya harus lebih berani untuk langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal.
The Foxes bisa memanfaatkan 10 menit pertama permainan yang dikenal dengan istilah Danger Time atau menit-menit berbahaya di awal babak untuk memberikan ancaman ke gawang Napoli.
Sebaliknya Napoli sebagai tim tamu sebaiknya dapat bermain lebih sabar sembari menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat di awal-awal permainan.
Pelatih Leicester Brendan Rodgers juga harus melakukan perubahan dalam permainan mereka, khususnya di lini depan. Pasalnya, saat menghadapi Man City, Leicester hanya mampu melesatkan enam tembakan tepat sasaran.
Sebelumnya, saat menghadapi Norwich City, serangan Leicester juga tidak berjalan baik meskipun mereka menang 2-1.
Perubahan ini penting dilakukan Rodgers, terlebih ini pertandingan awal di Liga Europa. Dengan meraih kemenangan atas Napoli setidaknya dapat menambah modal, kepercayaan diri, dan mengurangi tekanan bagi The Foxes untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Meskipun, Rodgers juga akan menghadapi situasi yang tidak mudah terkait jadwal padat. Pasalnya, setelah menghadapi Napoli mereka akan memainkan pertandingan Liga Inggris melawan Brighton Albion pada Minggu (19/9) malam atau dua hari setelah pertandingan Liga Europa.
Sehingga, Rodgers juga harus mengatur komposisi starter yang tepat demi menjaga kondisi fisik pemain inti untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Namun, Leicester sedikit mendapat keuntungan karena Napoli hadir tidak dalam kondisi skuad ideal.
Kapten Napoli Lorenzo Insigne diragukan tampil melawan Leicester karena cedera. Penyerang kunci Napoli ini tertatih-tatih setelah mengalami cedera lutut saat bertanding melawan Juventus. Usai pertandingan, lutut Insigne pun tampak dibebat dengan es.
Namun, pelatih Napoli Luciano Spalletti mengaku masih menunggu kondisi terakhir pemain berusia 30 tahun itu hingga beberapa jam sebelum pertandingan. Jika Insigne dianggap tidak cukup fit, maka ini jelas menjadi pukulan besar bagi Napoli.
Sejauh ini Insigne telah menjadi pilar lini depan Napoli. Insigne telah bermain 400 kali untuk tim Liga Italia itu.
Sejauh ini, penyerang timnas Italia itu sudah mencetak 110 gol dan memberikan 85 assist untuk Napoli.
Rekan setim Insigne di timnas Italia, kiper Alex Meret, juga menderita cedera punggung dan bakal absen pekan ini. Luciano Spalletti juga tidak bisa menurunkan dua gelandang: Stanislav Lobotka dan Diego Demme karena cedera otot.
Selain itu salah satu penyerang andalan Napoli Dries Mertens dan full back Faouzi Ghoulam juga masih absen.
Meski harus kehilangan sejumlah pemain Napoli tetap harus diwaspadai oleh Leicester. Pasalnya, tim Italia ini telah mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir mereka di kompetisi resmi.
Di samping itu, Napoli juga memiliki pelatih baru yang memiliki banyak pengalaman menangani klub-klub besar yaitu Luciano Spalletti. Strategi dan tangan dinginnya diyakini bisa membantu Napoli untuk merepotkan The Foxes.
Napoli juga memiliki skuad yang bagus di musim ini. Salah satunya dengan hadirnya Andre-Frank Zambo Anguissa yang membuat lini tengah mereka semakin solid.
Apalagi, penampilan Napoli musim ini juga cukup menawan dengan sukses menyapu bersih tiga pertandingan awal Liga Italia dengan kemenangan, salah satunya menghajar Juventus 2-1 di pertandingan terakhir.
Leicester City akan menghadapi tim kuat dari Italia Napoli pada pertandingan Grup C Liga Europa 2021/2022 di Stadion King Power, pada Jumat (17/9) dini hari WIB.
The Foxes datang ke pertandingan ini usai menelan kekalahan 0-1 dari juara Liga Inggris Manchester City. Gol di babak kedua yang dicetak gelandang Portugal Bernardo Silva memastikan kemenangan bagi Manchester City.
Sedangkan, Napoli datang ke Leicester usai mengalahkan Juventus dengan skor 2-1. Dua gol di babak kedua yang dicetak pemain sayap Matteo Politano dan bek tengah Kalidou Koulibaly memastikan kemenangan untuk tim asuhan Luciano Spalleti tersebut. Sementara, gol hiburan Juventus dicetak Alvaro Morata.
Sejauh ini, Leicester dan Napoli belum pernah saling berhadapan, termasuk di Liga Europa. Karena itu kedua tim sama-sama buta kekuatan satu sama lain.
Artinya, kini yang bisa kedua tim lakukan adalah fokus pada persiapan strategi tim mereka sendiri, sembari membaca gaya permainan lawan di awal-awal pertandingan nanti.
Sebagai tuan rumah, Leicester sejatinya harus lebih berani untuk langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal.
The Foxes bisa memanfaatkan 10 menit pertama permainan yang dikenal dengan istilah Danger Time atau menit-menit berbahaya di awal babak untuk memberikan ancaman ke gawang Napoli.
Sebaliknya Napoli sebagai tim tamu sebaiknya dapat bermain lebih sabar sembari menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat di awal-awal permainan.
Pelatih Leicester Brendan Rodgers juga harus melakukan perubahan dalam permainan mereka, khususnya di lini depan. Pasalnya, saat menghadapi Man City, Leicester hanya mampu melesatkan enam tembakan tepat sasaran.
Sebelumnya, saat menghadapi Norwich City, serangan Leicester juga tidak berjalan baik meskipun mereka menang 2-1.
Perubahan ini penting dilakukan Rodgers, terlebih ini pertandingan awal di Liga Europa. Dengan meraih kemenangan atas Napoli setidaknya dapat menambah modal, kepercayaan diri, dan mengurangi tekanan bagi The Foxes untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Meskipun, Rodgers juga akan menghadapi situasi yang tidak mudah terkait jadwal padat. Pasalnya, setelah menghadapi Napoli mereka akan memainkan pertandingan Liga Inggris melawan Brighton Albion pada Minggu (19/9) malam atau dua hari setelah pertandingan Liga Europa.
Sehingga, Rodgers juga harus mengatur komposisi starter yang tepat demi menjaga kondisi fisik pemain inti untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Napoli Kehilangan Sejumlah Pemain Inti
Penyerang andalan Napoli Lorenzo Insigne diragukan tampil melawan Leicester. (AP/Alessandro Garofalo)
Namun, Leicester sedikit mendapat keuntungan karena Napoli hadir tidak dalam kondisi skuad ideal.
Kapten Napoli Lorenzo Insigne diragukan tampil melawan Leicester karena cedera. Penyerang kunci Napoli ini tertatih-tatih setelah mengalami cedera lutut saat bertanding melawan Juventus. Usai pertandingan, lutut Insigne pun tampak dibebat dengan es.
Namun, pelatih Napoli Luciano Spalletti mengaku masih menunggu kondisi terakhir pemain berusia 30 tahun itu hingga beberapa jam sebelum pertandingan. Jika Insigne dianggap tidak cukup fit, maka ini jelas menjadi pukulan besar bagi Napoli.
Sejauh ini Insigne telah menjadi pilar lini depan Napoli. Insigne telah bermain 400 kali untuk tim Liga Italia itu.
Sejauh ini, penyerang timnas Italia itu sudah mencetak 110 gol dan memberikan 85 assist untuk Napoli.
Rekan setim Insigne di timnas Italia, kiper Alex Meret, juga menderita cedera punggung dan bakal absen pekan ini. Luciano Spalletti juga tidak bisa menurunkan dua gelandang: Stanislav Lobotka dan Diego Demme karena cedera otot.
Selain itu salah satu penyerang andalan Napoli Dries Mertens dan full back Faouzi Ghoulam juga masih absen.
Meski harus kehilangan sejumlah pemain Napoli tetap harus diwaspadai oleh Leicester. Pasalnya, tim Italia ini telah mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir mereka di kompetisi resmi.
Di samping itu, Napoli juga memiliki pelatih baru yang memiliki banyak pengalaman menangani klub-klub besar yaitu Luciano Spalletti. Strategi dan tangan dinginnya diyakini bisa membantu Napoli untuk merepotkan The Foxes.
Napoli juga memiliki skuad yang bagus di musim ini. Salah satunya dengan hadirnya Andre-Frank Zambo Anguissa yang membuat lini tengah mereka semakin solid.
Apalagi, penampilan Napoli musim ini juga cukup menawan dengan sukses menyapu bersih tiga pertandingan awal Liga Italia dengan kemenangan, salah satunya menghajar Juventus 2-1 di pertandingan terakhir.