Jakarta, CNN Indonesia -- Pertengkaran dengan Mauricio Pochettino di Paris Saint-Germain (PSG) menambah panjang daftar keributan Lionel Messi dengan pelatih di level klub. Berikut sejumlah keributan yang melibatkan Messi dengan pelatihnya di klub.
Sebagai megabintang sepak bola Messi memiliki pengaruh besar terhadap klub yang dibelanya. Tidak saja bisa mengantarkan tim meraih trofi bergengsi, namun Messi juga memiliki keinginan kuat yang harus diikuti pelatih tim tersebut.
Sebagai pemain terbaik, ambisi Messi memenangi pertandingan atau jadi juara sangat besar. Terkadang ambisi itu membuat Messi bersikap di luar koridor sebagai pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, saat di timnas Argentina Messi diklaim pernah mempengaruhi pelatih Jorge Sampaoli terkait susunan starter Tim Tango di Piala Dunia.
Dalam sejumlah peristiwa, perilaku Messi tersebut itu beberapa kali tidak sejalan dengan strategi pelatih di lapangan yang cenderung demi kepentingan klub.
 Eder Sarabia (kanan) pernah ribut dengan Lionel Messi di Barcelona. (LLUIS GENE / AFP) |
Perbedaan pendapat itu kerap memunculkan gesekan antara pelatih dan Messi di ruang ganti. Menariknya keributan Messi dengan pelatih terjadi dalam beberapa tahun belakangan ketika Messi tidak lagi muda.
3 Keributan Messi dengan Pelatih Klub:
1. Melawan Eder Sarabia
Pada akhir Juni 2020, internal Barcelona memanas setelah Lionel Messi mengabaikan instruksi asisten Quique Setien, Eder Sarabia. Peristiwa itu terjadi ketika Barcelona melawan Celta Vigo di Liga Spanyol.
Ketika jeda water break, Eder Sarabia mencoba memberikan masukkan kepada Messi. Akan tetapi gestur La Pulga seperti tidak mendengarkan instruksi apa pun dari Sarabia.
Dalam cuplikan sejumlah video yang beredar di media sosial, Messi hanya mengambil botol minum dan mengembalikannya ke tempatnya. Bahkan, striker 32 tahun itu menjauh dari tangan kanan Setien tersebut. Pada pertandingan tersebut Barcelona ditahan Celta 2-2.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya...
Setien Mengaku Pernah Usir Messi
Quique Setien jadi korban keangkuhan Lionel Messi. (AP/Manu Fernandez)
2. Ribut dengan Setien
Insiden dengn Sarabia itu ternyata berlanjut di ruang ganti usai pertandingan. Namun pada saat itu keributan bukan lagi melibatkan Messi dengan Sarabia, tetapi dengan Quique Setien langsung.
Dikutip dari Marca, Setien menyatakan meminta Messi pergi dari Barcelona apabila tidak ingin mematuhi instruksinya. Kekecewaan Setien itu muncul setelah kapten timnas Argentina itu mengabaikan perintahnya dan juga Sarabia di lapangan saat melawan Celta Vigo.
"Jika kamu tidak suka apa yang saya katakan, itu pintunya [silakan pergi]," ujar Setien kepada Messi.
Keributan itu jadi puncak ketegangan hubungan Messi dengan Setien selama berkostum Blaugrana. Setien mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi Messi di Barcelona. Pasalnya, pengaruh Messi di klub tersebut begitu besar.
3. Tolak Salaman dengan Pochettino
Pertengkaran Messi dengan Mauricio Pochettino jadi keributan terbaru yang dilakoni striker 34 tahun itu. Pemicunya adalah Pochettino menarik keluar Messi di tengah pertandingan saat PSG membutuhkan gol.
Pada laga melawan Lyon Messi digantikan Achraf Hakimi pada menit ke-76. Messi yang tidak senang atas pergantian itu menolak bersalaman dengan Pochettino.
Raut wajah Messi juga terlihat tidak biasa saat duduk di bangku cadangan. Bahkan ketika Mauro Icardi jadi pahlawan kemenangan PSG, Messi juga tidak ikut berselebrasi.
Saat itu Messi memilih langsung masuk ke ruang ganti. Sikap tersebut makin menyatakan Messi tidak senang dengan keputusan Pochettino yang menariknya ke luar saat pertandingan.
[Gambas:Video CNN]