5 PR Timnas Indonesia Jelang Leg Kedua Lawan Taiwan
CNN Indonesia
Jumat, 08 Okt 2021 12:49 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia memiliki sejumlah PR yang harus dibenahi jelang leg kedua melawan Taiwan. (CNNIndonesia/Abdul Susila)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Taiwan di Stadion Buriram, Thailand, Kamis (7/10), meninggalkan sejumlah catatan. Berikut 5 pekerjaan rumah (PR) Timnas Indonesia jelang leg kedua melawan Taiwan.
Timnas Indonesia sukses mengalahkan Taiwan 2-1 pada laga leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023. Dua gol Timnas Indonesia dicetak pemain debutan Ramai Rumakiek pada menit ke-18 dan kapten tim Evan Dimas pada menit ke-50.
Indonesia harus kecolongan pada menit-menit akhir permainan lewat gol Taiwan diciptakan Heng Pin Hsu yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Tim Garuda saat situasi bola mati.
Namun, Timnas Indonesia tetap perlu melakukan sejumlah pembenahan demi tampil lebih baik pada leg kedua melawan Taiwan, Senin (11/10) mendatang.
Berikut 5 PR Timnas Indonesia jelang leg kedua lawan Taiwan:
1. Konsentrasi
Konsentrasi yang lemah masih menjadi masalah yang terlihat dalam penampilan Timnas Indonesia melawan Taiwan pada leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023, Kamis (7/10).
Kelengahan fokus mengakibatkan Timnas Indonesia mendapatkan ancaman serius dari Taiwan.
Di awal-awal permainan, lemahnya konsentrasi pemain Indonesia membuat Taiwan sempat meneror gawang Muhammad Riyandi.
Beruntung, M Riyandi tampil sigap untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Tetapi, konsentrasi yang lemah di pengujung babak kedua harus dibayar mahal Timnas Indonesia dengan kebobolan pada menit ke-90+2.
Masalah konsentrasi sepanjang 90 menit ini harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong jika tidak ingin kalah pada leg kedua melawan Taiwan.
2. Passing
Meski Timnas Indonesia tampil cantik dengan permainan satu-dua sentuhan, namun para pemain Tim Garuda masih terlihat sering melakukan kesalahan passing.
Mulai kesalahan passing yang terlalu keras, umpan yang tidak akurat, hingga terlambat melepaskan umpan menjadi pemandangan yang masih ditemui dalam permainan Timnas Indonesia melawan Taiwan.
Akibat kesalahan passing tersebut, serangan yang dibangun Timnas Indonesia kerap gagal dan terbuang sia-sia.
Kesalahan passing ini pun harus diminimalisir saat Timnas Indonesia melakoni leg kedua melawan Taiwan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
3. Ketajaman Serangan
Timnas Indonesia masih tampil kurang tajam meski sukses mencetak dua gol dalam pertandingan leg pertama melawan Taiwan.
Dalam beberapa situasi, Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan serangan ke dalam jantung pertahanan Taiwan.
Namun, serangan Indonesia kerap kurang tajam sehingga masih mudah diamankan oleh barisan pertahanan Taiwan.
Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil lebih tajam saat menghadapi Taiwan pada leg kedua, agar Tim Garuda bisa mengamankan kemenangan agregat.
4. Ketenangan
Mentalitas bertanding, khususnya masalah ketenangan dalam bermain masih menjadi masalah bagi Timnas Indonesia saat menghadapi Taiwan.
Masalah ini terlihat sangat jelas di awal-awal babak pertama. Permainan yang kurang tenang dan panik, membuat Indonesia kesulitan mengembangkan dan menguasai permainan di awal-awal babak pertama melawan Taiwan.
Akibat kurangnya ketenangan, gawang Indonesia pun sempat beberapa kali mendapat ancaman dari Taiwan.
Bukan hanya kurang tenang dalam bertahan, persoalan ketenangan juga menghinggapi para penyerang Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia banyak membuang peluang cetak gol saat melawan Taiwan pada leg pertama.
Catatan ini pun diakui oleh pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong.
Pasukan Garuda sebenarnya memiliki sederet peluang untuk menambah keunggulan lewat beberapa kesempatan yang didapat Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam, Kushedya Hari Yudo, maupun Syahrian Abimanyu. Namun, ketiganya belum dinaungi dewi fortuna.
Masalah penyelesaian akhir ini harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong agar Timnas Indonesia bisa tampil optimal pada pertandingan leg kedua melawan Taiwan.
Kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Taiwan di Stadion Buriram, Thailand, Kamis (7/10), meninggalkan sejumlah catatan. Berikut 5 pekerjaan rumah (PR) Timnas Indonesia jelang leg kedua melawan Taiwan.
Timnas Indonesia sukses mengalahkan Taiwan 2-1 pada laga leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023. Dua gol Timnas Indonesia dicetak pemain debutan Ramai Rumakiek pada menit ke-18 dan kapten tim Evan Dimas pada menit ke-50.
Indonesia harus kecolongan pada menit-menit akhir permainan lewat gol Taiwan diciptakan Heng Pin Hsu yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Tim Garuda saat situasi bola mati.
Namun, Timnas Indonesia tetap perlu melakukan sejumlah pembenahan demi tampil lebih baik pada leg kedua melawan Taiwan, Senin (11/10) mendatang.
Berikut 5 PR Timnas Indonesia jelang leg kedua lawan Taiwan:
1. Konsentrasi
Konsentrasi yang lemah masih menjadi masalah yang terlihat dalam penampilan Timnas Indonesia melawan Taiwan pada leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023, Kamis (7/10).
Kelengahan fokus mengakibatkan Timnas Indonesia mendapatkan ancaman serius dari Taiwan.
Di awal-awal permainan, lemahnya konsentrasi pemain Indonesia membuat Taiwan sempat meneror gawang Muhammad Riyandi.
Beruntung, M Riyandi tampil sigap untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Tetapi, konsentrasi yang lemah di pengujung babak kedua harus dibayar mahal Timnas Indonesia dengan kebobolan pada menit ke-90+2.
Masalah konsentrasi sepanjang 90 menit ini harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong jika tidak ingin kalah pada leg kedua melawan Taiwan.
2. Passing
Meski Timnas Indonesia tampil cantik dengan permainan satu-dua sentuhan, namun para pemain Tim Garuda masih terlihat sering melakukan kesalahan passing.
Mulai kesalahan passing yang terlalu keras, umpan yang tidak akurat, hingga terlambat melepaskan umpan menjadi pemandangan yang masih ditemui dalam permainan Timnas Indonesia melawan Taiwan.
Akibat kesalahan passing tersebut, serangan yang dibangun Timnas Indonesia kerap gagal dan terbuang sia-sia.
Kesalahan passing ini pun harus diminimalisir saat Timnas Indonesia melakoni leg kedua melawan Taiwan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Ketajaman dan Ketenangan Jadi Masalah Timnas Indonesia
Timnas Indonesia masih tampil kurang tajam meski sukses mencetak dua gol dalam pertandingan leg pertama melawan Taiwan. (Dok. PSSI)
3. Ketajaman Serangan
Timnas Indonesia masih tampil kurang tajam meski sukses mencetak dua gol dalam pertandingan leg pertama melawan Taiwan.
Dalam beberapa situasi, Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan serangan ke dalam jantung pertahanan Taiwan.
Namun, serangan Indonesia kerap kurang tajam sehingga masih mudah diamankan oleh barisan pertahanan Taiwan.
Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil lebih tajam saat menghadapi Taiwan pada leg kedua, agar Tim Garuda bisa mengamankan kemenangan agregat.
4. Ketenangan
Mentalitas bertanding, khususnya masalah ketenangan dalam bermain masih menjadi masalah bagi Timnas Indonesia saat menghadapi Taiwan.
Masalah ini terlihat sangat jelas di awal-awal babak pertama. Permainan yang kurang tenang dan panik, membuat Indonesia kesulitan mengembangkan dan menguasai permainan di awal-awal babak pertama melawan Taiwan.
Akibat kurangnya ketenangan, gawang Indonesia pun sempat beberapa kali mendapat ancaman dari Taiwan.
Bukan hanya kurang tenang dalam bertahan, persoalan ketenangan juga menghinggapi para penyerang Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia banyak membuang peluang cetak gol saat melawan Taiwan pada leg pertama.
Catatan ini pun diakui oleh pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong.
Pasukan Garuda sebenarnya memiliki sederet peluang untuk menambah keunggulan lewat beberapa kesempatan yang didapat Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam, Kushedya Hari Yudo, maupun Syahrian Abimanyu. Namun, ketiganya belum dinaungi dewi fortuna.
Masalah penyelesaian akhir ini harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong agar Timnas Indonesia bisa tampil optimal pada pertandingan leg kedua melawan Taiwan.