Misi Penting Ginting dan Harapan Kejutan Fajar/Rian
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Rabu, 13 Okt 2021 09:26 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Fajar/Rian didorong jadi ganda pertama untuk menghadapi Lee/Wang. (dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia bersiap menghadapi Taiwan di fase grup Thomas Cup. Skuad Merah-Putih menyajikan kejutan di nomor ganda demi melumpuhkan kekuatan utama Taiwan.
Dalam duel lawan Taiwan, Indonesia yang menguasai peringkat satu dan dua dunia di nomor ganda putra, sadar bahwa mereka bakal berhadapan dengan Lee Yang/Wang Chi Lin.
Lee/Wang jadi juara Olimpiade Tokyo dengan performa apik, termasuk saat mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Hal itu masih ditambah fakta Lee/Wang juga juara tiga turnamen beruntun di Thailand pada awal tahun.
Kondisi itu membuat Lee/Wang menjadi ganda putra terbaik di dunia saat ini, terlepas dari fakta Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra duduk di posisi 1-2.
Dengan gambaran tersebut, Herry Iman Pierngadi dan tim pelatih memutuskan mendorong Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai ganda pertama.
Di atas kertas, Fajar/Rian punya keunggulan dibandingkan Minions dan Daddies dalam persiapan duel lawan Lee/Wang.
Fajar/Rian belum pernah berjumpa Lee/Wang tahun ini dan mereka tidak akan kalah dari segi mental. Selain itu, mereka punya modal keunggulan head to head yang bisa menambah sedikit rasa percaya diri mereka.
Dengan mendorong Fajar/Rian sebagai ganda pertama, konsekuensinya Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra tidak akan turun bermain di laga lawan Taiwan.
Tim pelatih memutuskan Ahsan dan Daniel Marthin bermain sebagai ganda kedua. Menimbang besarnya tekanan yang ada di partai keempat, tim pelatih memilih menurunkan Ahsan sebagai pendamping dan bukan memainkan duet asli Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Pengalaman Ahsan diharapkan bisa menolong Daniel beradaptasi dengan situasi penuh tekanan.
Daniel sendiri sudah cukup punya pengalaman tampil dalam kejuaraan beregu karena ia jadi salah satu andalan ketika Indonesia memenangkan Piala Suhandinata.
Komposisi ganda ini adalah kejutan Indonesia untuk Taiwan. Nomor ganda Indonesia berharap bisa mengamankan dua poin dan memperbesar peluang lolos ke babak perempat final.
Pilihan pelatih mendorong Fajar/Rian terbilang logis demi bisa mencuri dan mengejutkan Taiwan di salah satu dari tiga partai awal.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Sebelum berharap Fajar/Rian bisa mengejutkan dan mencuri poin dari Lee/Wang, Anthony Ginting akan lebih dulu berdiri di lapangan.
Ginting mengemban misi penting di laga ini. Kemenangan Ginting atas Chou Tien Chen bakal menempatkan Indonesia di posisi yang lebih baik.
Dari rekor pertemuan, Ginting vs Chou Tien Chen berbagi angka sama kuat, 6-6. Hal itu berarti Ginting dan Chou Tien Chen memang berada di level yang sama.
Sebagai pengingat Ginting, status tunggal pertama adalah pembuka jalan tim. Dengan hal itu, Ginting diharapkan bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang membuatnya menelan banyak kekalahan dalam beberapa laga belakangan.
Taiwan menitikberatkan kekuatan mereka pada Chou Tien Chen dan Lee/Wang yang turun di dua partai pertama. Mengalahkan Taiwan di sektor terkuat mereka tentu bakal jadi pukulan telak.
Jonatan Christie kalah dalam rekor pertemuan melawan Wang Tzu Wei. ( REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Bila Ginting bisa membawa Indonesia memimpin 1-0 terlebih dulu, ada beban yang terangkat dari pundak pemain-pemain Indonesia yang tampil setelahnya.
Fajar/Rian yang dipersiapkan sebagai senjata kejutan pun bakal makin mantap menjejak lapangan.
Jonatan Christie yang turun di partai ketiga juga mesti sadar bahwa Indonesia benar-benar bergantung pada dirinya. Jonatan benar-benar tampil jauh di bawah level terbaik yang bisa ia tunjukkan di laga-laga sebelumnya.
Dalam duel lawan Wang Tzu Wei, Jonatan akan dihadapkan pada laga dengan status wajib menang.
Sedangkan Vito akan berdiri sebagai wakil di laga terakhir melawan Taiwan. Vito punya jam terbang yang cukup baik sebagai wakil di partai kelima dan itu sudah sedikit ditunjukkan dalam laga lawan Thailand.
Indonesia bersiap menghadapi Taiwan di fase grup Thomas Cup. Skuad Merah-Putih menyajikan kejutan di nomor ganda demi melumpuhkan kekuatan utama Taiwan.
Dalam duel lawan Taiwan, Indonesia yang menguasai peringkat satu dan dua dunia di nomor ganda putra, sadar bahwa mereka bakal berhadapan dengan Lee Yang/Wang Chi Lin.
Lee/Wang jadi juara Olimpiade Tokyo dengan performa apik, termasuk saat mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Hal itu masih ditambah fakta Lee/Wang juga juara tiga turnamen beruntun di Thailand pada awal tahun.
Kondisi itu membuat Lee/Wang menjadi ganda putra terbaik di dunia saat ini, terlepas dari fakta Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra duduk di posisi 1-2.
Dengan gambaran tersebut, Herry Iman Pierngadi dan tim pelatih memutuskan mendorong Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai ganda pertama.
Di atas kertas, Fajar/Rian punya keunggulan dibandingkan Minions dan Daddies dalam persiapan duel lawan Lee/Wang.
Fajar/Rian belum pernah berjumpa Lee/Wang tahun ini dan mereka tidak akan kalah dari segi mental. Selain itu, mereka punya modal keunggulan head to head yang bisa menambah sedikit rasa percaya diri mereka.
Dengan mendorong Fajar/Rian sebagai ganda pertama, konsekuensinya Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra tidak akan turun bermain di laga lawan Taiwan.
Tim pelatih memutuskan Ahsan dan Daniel Marthin bermain sebagai ganda kedua. Menimbang besarnya tekanan yang ada di partai keempat, tim pelatih memilih menurunkan Ahsan sebagai pendamping dan bukan memainkan duet asli Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Pengalaman Ahsan diharapkan bisa menolong Daniel beradaptasi dengan situasi penuh tekanan.
Daniel sendiri sudah cukup punya pengalaman tampil dalam kejuaraan beregu karena ia jadi salah satu andalan ketika Indonesia memenangkan Piala Suhandinata.
Komposisi ganda ini adalah kejutan Indonesia untuk Taiwan. Nomor ganda Indonesia berharap bisa mengamankan dua poin dan memperbesar peluang lolos ke babak perempat final.
Pilihan pelatih mendorong Fajar/Rian terbilang logis demi bisa mencuri dan mengejutkan Taiwan di salah satu dari tiga partai awal.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Misi Penting Ginting
Anthony Ginting bisa jadi pembuka jalan yang membuat peluang menang Indonesia menjadi lebih besar. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Sebelum berharap Fajar/Rian bisa mengejutkan dan mencuri poin dari Lee/Wang, Anthony Ginting akan lebih dulu berdiri di lapangan.
Ginting mengemban misi penting di laga ini. Kemenangan Ginting atas Chou Tien Chen bakal menempatkan Indonesia di posisi yang lebih baik.
Dari rekor pertemuan, Ginting vs Chou Tien Chen berbagi angka sama kuat, 6-6. Hal itu berarti Ginting dan Chou Tien Chen memang berada di level yang sama.
Sebagai pengingat Ginting, status tunggal pertama adalah pembuka jalan tim. Dengan hal itu, Ginting diharapkan bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang membuatnya menelan banyak kekalahan dalam beberapa laga belakangan.
Taiwan menitikberatkan kekuatan mereka pada Chou Tien Chen dan Lee/Wang yang turun di dua partai pertama. Mengalahkan Taiwan di sektor terkuat mereka tentu bakal jadi pukulan telak.
Jonatan Christie kalah dalam rekor pertemuan melawan Wang Tzu Wei. ( REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Bila Ginting bisa membawa Indonesia memimpin 1-0 terlebih dulu, ada beban yang terangkat dari pundak pemain-pemain Indonesia yang tampil setelahnya.
Fajar/Rian yang dipersiapkan sebagai senjata kejutan pun bakal makin mantap menjejak lapangan.
Jonatan Christie yang turun di partai ketiga juga mesti sadar bahwa Indonesia benar-benar bergantung pada dirinya. Jonatan benar-benar tampil jauh di bawah level terbaik yang bisa ia tunjukkan di laga-laga sebelumnya.
Dalam duel lawan Wang Tzu Wei, Jonatan akan dihadapkan pada laga dengan status wajib menang.
Sedangkan Vito akan berdiri sebagai wakil di laga terakhir melawan Taiwan. Vito punya jam terbang yang cukup baik sebagai wakil di partai kelima dan itu sudah sedikit ditunjukkan dalam laga lawan Thailand.