Final Sepak Bola PON: Papua Sebut Aceh Banyak Bertahan

CNN Indonesia
Rabu, 13 Oct 2021 09:04 WIB
Pelatih tim Papua Eduard Ivakdalam menyebut tim Aceh yang banyak bermain bertahan jelang final sepak bola PON Papua 2020, Kamis (12/10). Tim Papua (merah hitam) akan menyerang Aceh di final PON Papua. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih tim Papua Eduard Ivakdalam menyebut tim Aceh yang banyak bermain bertahan jelang final sepak bola PON Papua 2020, Kamis (12/10).

Papua vs Aceh akan bertemu pada partai puncak cabang olahraga sepak bola PON Papua yang digelar di Stadion Mandala Jayapura pukul 19.00 WIT atau 21.00 WIB, dikutip dari Antara.

Tim Papua ke final PON 2020 usai mengempaskan Kaltim 5-1 pada laga semifinal di Stadion Mandala, Selasa (12/10), sedangkan Aceh menang tipis 2-1 atas Jatim di Stadion Barnabas Youwe.


Final nanti jadi pertemuan kedua Papua vs Aceh di PON Papua. Sebelumnya kedua tim berhadapan di babak 6 besar. Ketika itu Papua menang 1-0. Eduard pun menyinggung permainan tim lawan yang banyak bermain bertahan.

"Karena bagi saya dari awal, tim ini harus keluar untuk bermain sepak bola menyerang. Kita tidak bertahan. Saya sudah tunjukkan permainan dari awal kita harus main pressure di atas," kata Eduard.

Pesepak bola Jawa Timur Dwi Mardiyanto (kiri) menendang bola dan dihalau pesepak bola Aceh Khairunnas (kanan) pada semifinal Sepak Bola Putra PON Papua di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.Aceh (merah) tantang tuan rumah Papua di final sepak bola PON Papua. (ANTARA FOTO/ZABUR KARURU)


"Karena kemarin waktu kita lawan Aceh [di 6 besar], Aceh banyak defend itu. Jujur aja Aceh banyak defend itu," ucap Eduard menambahkan.

Pada kesempatan itu, mantan pemain Persipura Jayapura tersebut juga membahas soal kebugaran timnya yang dalam kondisi kelelahan. Ditambah lagi baik Papua dan Aceh sama-sama memiliki waktu pemulihan usai semifinal hanya dua hari.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, Eduard berjanji tetap menampilan performa maksimal dari tim Papua dengan bermain total menyerang melawan Aceh.

"Di pertandingan final besok, ayo [lawan] Aceh juga harus keluar menyerang. Kita sama-sama tunjukkan walaupun dalam kondisi capai, siapa yang terbaik di partai final," tutur Eduard.

Di luar faktor mencapai target medali emas, aspek lain yang membuat Papua bertekad keluar menyerang adalah sepak bola sebagai salah satu cabang bergengsi di PON yang ditunggu banyak pihak.

"Karena semua orang datang ke sini [stadion] untuk menyaksikan siapa yang terbaik dan tunjukkan permainan terbaik," kata Eduard.



(sry/jun)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER