Timnas Indonesia akan bersua Kamboja di laga grup B Piala AFF 2021. (Arsip PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kamboja akan berupaya meraih hasil positif saat bersua Timnas Indonesia dalam laga lanjutan Grup B Piala AFF 2021, Kamis (9/12) malam WIB. Berikut tiga alasan Kamboja bisa sulitkan Indonesia.
Kamboja memulai langkah di fase grup dengan kekalahan. Angkor Warriors takluk 1-3 dari Malaysia yang berstatus finalis Piala AFF 2018.
Kamboja tertinggal lebih dulu 0-3 dari Malaysia di laga tersebut. Gol-gol dari Safawi Rasid, Akhyar Rashid, dan Kogileswaran Raj baru bisa diperkecil melalui penalti Sath Rosib jelang laga usai.
Kekalahan itu membuat Kamboja nangkring di posisi dua terbawah Grup B. Kamboja berada di atas Laos yang menempati posisi juru kunci dengan sama-sama tanpa poin.
Kegagalan meraih poin lawan Malaysia menjadi pemantik motivasi buat Kamboja meraih hasil bagus saat bersua Timnas Indonesia.
Berikut tiga alasan Kamboja bisa menyulitkan Timnas Indonesia:
1. Penampilan Bagus Lawan Malaysia
Kamboja menunjukkan penampilan yang positif meski kalah dari Malaysia. Hal itu dibuktikan dengan dominasi penguasaan bola yang justru dikuasai oleh Chan Vathanaka dkk.
Kamboja unggul penguasaan bola dengan 56,9 persen berbanding 43,1 persen milik Malaysia. Kamboja juga unggul jumlah operan dengan 361 operan berbanding 267 operan yang dibuat Malaysia.
Keunggulan lain yang dibukukan Kamboja yaitu soal persentase operan sukses yang lebih baik ketimbang Malaysia yang mencapai 85 persen berbanding 82 persen yang dibuat Malaysia.
Dari segi penciptaan peluang, Kamboja juga tidak kalah jauh dari Malaysia. Kamboja menciptakan 10 peluang berbanding 14 peluang milik Malaysia.
Perbedaannya lebih kepada kemampuan mengkonversi peluang. Kamboja hanya mencetak satu gol dari 6 tembakan ke gawang, sementara Malaysia mencetak 3 gol dari 9 tembakan ke gawang lawan.
Baca artikel ini di halaman selanjutnya...
2. Bekal Catatan Pertemuan
Kamboja bukan lagi tidak yang dengan mudah ditaklukkan Timnas Indonesia seperti di masa lalu. Tim yang kini diarsiteki Ryu Hirose kerap menyulitkan Tim Merah Putih.
Berkaca pada tiga pertemuan terakhir, Kamboja tidak pernah lagi kalah dengan margin empat gol atau lebih. Ini memperlihatkan jarak kualitas antara Kamboja dan Timnas Indonesia tidak lagi jomplang seperti sebelumnya.
Timnas Indonesia terakhir kali bersua Kamboja dalam laga uji coba tahun 2017. Saat itu, Timnas Indonesia menang dengan skor 3-1 berkat gol dari Lerby Eliandry, Rezaldi Hehanussa, dan Septian David Maulana yang hanya mampu diperkecil oleh Chan Vathanaka.
Sebelum itu Kamboja dua kali menjajal kekuatan Indonesia pada Juni 2017 dan September 2014. Dalam dua laga uji coba tersebut Timnas Indonesia hanya bisa menang 2-0 dan 1-0.
3. Faktor Baggott Absen
Absennya Elkan Baggott di jantung pertahanan Timnas Indonesia berpotensi jadi celah yang bisa dimanfaatkan Kamboja. Apalagi, Kamboja juga punya pemain-pemain berbahaya seperti Vathanaka, Lim Pisoth, hingga Sieng Changtea.
Baggott jelas sosok yang berpengaruh di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Meski berusia muda, pemain Ipswich Town itu memiliki ketenangan dan kemampuan membaca serangan yang bagus.
Baggott juga punya umpan-umpan vertikal dan diagonal yang terbilang mumpuni. Kelebihan itu bisa menjadi senjata buat Timnas Indonesia jika bermain mengandalkan lebar lapangan.
Tanpa Baggott, jantung pertahanan Timnas Indonesia kemungkinan ada ditempati duet pemain senior, Fachruddin Aryanto dan Victor Igbonefo.
Di laga uji coba melawan Afghanistan, miskomunikasi terjadi antara Igbonefo dan Fachruddin yang membuat tim Garuda menelan kekalahan 0-1.
Kamboja akan berupaya meraih hasil positif saat bersua Timnas Indonesia dalam laga lanjutan Grup B Piala AFF 2021, Kamis (9/12) malam WIB. Berikut tiga alasan Kamboja bisa sulitkan Indonesia.
Kamboja memulai langkah di fase grup dengan kekalahan. Angkor Warriors takluk 1-3 dari Malaysia yang berstatus finalis Piala AFF 2018.
Kamboja tertinggal lebih dulu 0-3 dari Malaysia di laga tersebut. Gol-gol dari Safawi Rasid, Akhyar Rashid, dan Kogileswaran Raj baru bisa diperkecil melalui penalti Sath Rosib jelang laga usai.
Kekalahan itu membuat Kamboja nangkring di posisi dua terbawah Grup B. Kamboja berada di atas Laos yang menempati posisi juru kunci dengan sama-sama tanpa poin.
Kegagalan meraih poin lawan Malaysia menjadi pemantik motivasi buat Kamboja meraih hasil bagus saat bersua Timnas Indonesia.
Berikut tiga alasan Kamboja bisa menyulitkan Timnas Indonesia:
1. Penampilan Bagus Lawan Malaysia
Kamboja menunjukkan penampilan yang positif meski kalah dari Malaysia. Hal itu dibuktikan dengan dominasi penguasaan bola yang justru dikuasai oleh Chan Vathanaka dkk.
Kamboja unggul penguasaan bola dengan 56,9 persen berbanding 43,1 persen milik Malaysia. Kamboja juga unggul jumlah operan dengan 361 operan berbanding 267 operan yang dibuat Malaysia.
Keunggulan lain yang dibukukan Kamboja yaitu soal persentase operan sukses yang lebih baik ketimbang Malaysia yang mencapai 85 persen berbanding 82 persen yang dibuat Malaysia.
Dari segi penciptaan peluang, Kamboja juga tidak kalah jauh dari Malaysia. Kamboja menciptakan 10 peluang berbanding 14 peluang milik Malaysia.
Perbedaannya lebih kepada kemampuan mengkonversi peluang. Kamboja hanya mencetak satu gol dari 6 tembakan ke gawang, sementara Malaysia mencetak 3 gol dari 9 tembakan ke gawang lawan.
Baca artikel ini di halaman selanjutnya...
Faktor Baggott Absen
Kamboja menelan kekalahan dari Malaysia di laga pembuka Piala AFF 2021. (AFP/TANG CHHIN SOTHY)
2. Bekal Catatan Pertemuan
Kamboja bukan lagi tidak yang dengan mudah ditaklukkan Timnas Indonesia seperti di masa lalu. Tim yang kini diarsiteki Ryu Hirose kerap menyulitkan Tim Merah Putih.
Berkaca pada tiga pertemuan terakhir, Kamboja tidak pernah lagi kalah dengan margin empat gol atau lebih. Ini memperlihatkan jarak kualitas antara Kamboja dan Timnas Indonesia tidak lagi jomplang seperti sebelumnya.
Timnas Indonesia terakhir kali bersua Kamboja dalam laga uji coba tahun 2017. Saat itu, Timnas Indonesia menang dengan skor 3-1 berkat gol dari Lerby Eliandry, Rezaldi Hehanussa, dan Septian David Maulana yang hanya mampu diperkecil oleh Chan Vathanaka.
Sebelum itu Kamboja dua kali menjajal kekuatan Indonesia pada Juni 2017 dan September 2014. Dalam dua laga uji coba tersebut Timnas Indonesia hanya bisa menang 2-0 dan 1-0.
3. Faktor Baggott Absen
Absennya Elkan Baggott di jantung pertahanan Timnas Indonesia berpotensi jadi celah yang bisa dimanfaatkan Kamboja. Apalagi, Kamboja juga punya pemain-pemain berbahaya seperti Vathanaka, Lim Pisoth, hingga Sieng Changtea.
Baggott jelas sosok yang berpengaruh di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Meski berusia muda, pemain Ipswich Town itu memiliki ketenangan dan kemampuan membaca serangan yang bagus.
Baggott juga punya umpan-umpan vertikal dan diagonal yang terbilang mumpuni. Kelebihan itu bisa menjadi senjata buat Timnas Indonesia jika bermain mengandalkan lebar lapangan.
Tanpa Baggott, jantung pertahanan Timnas Indonesia kemungkinan ada ditempati duet pemain senior, Fachruddin Aryanto dan Victor Igbonefo.
Di laga uji coba melawan Afghanistan, miskomunikasi terjadi antara Igbonefo dan Fachruddin yang membuat tim Garuda menelan kekalahan 0-1.