Pelatih Biliar yang Dijewer Edy Rahmayadi: Lihat Atlet Saja Tak Pernah

CNN Indonesia
Selasa, 28 Dec 2021 19:06 WIB
Pelatih biliar Sumatera Utara Khoiruddin Aritonang mengkritik kepada Gubernur Edy Rahmayadi setelah merasa dipermalukan mantan Ketua Umum PSSI tersebut. Edy Rahmayadi dinilai tidak pantas permalukan orang lain. (CNN Indonesia/Farida)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih biliar Sumatera Utara (Sumut) Khoiruddin Aritonang melontarkan kritik kepada Gubernur Edy Rahmayadi setelah merasa dipermalukan mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Menurut Khoiruddin yang akrab disapa Choki, sejauh ini Edy rahmayadi tidak pernah memberikan perhatian kepada tim biliar Sumut.

Selama ini, menurut Choki, para atlet biliar di Sumut hanya bisa bertahan dengan peralatan seadanya. Bantuan terakhir yang didapat tim biliar Sumut dari pemerintah yaitu pada 2016. Akan tetapi, seiring berjalan waktu meja biliar dari bantuan tersebut tidak lagi standar, termasuk untuk persiapan PON 2020 di Papua.


"Perhatian [Edy] tak ada bagi olahraga Sumut terutama biliar. Apa yang ada? Satu rupiah pun gak ada. Uang pribadi ya? Satu rupiah pun gak ada perhatiannya. Nengok biliar saja dia gak pernah. Kok enak saja dia ngomong begitu," ujar Choki.

"Kita latihan dengan meja yang sudah usang. Apa yang mau dibanggakan dia [Edy Rahmayadi]. Ada bantuan, tapi itu tahun 2016," ucap Choki menambahkan.

Dijelaskan Choki, meski tidak mendapat perhatian pemerintah, atlet biliar Sumut tetap memberikan prestasi. Pada PON 2020 di Papua, tim biliar Sumut membawa pulang sejumlah medali.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi agar menutup tempat hiburan malam mulai 18 Mei sampai 31 mei 2021.Edy Rahmayadi disebut tidak perhatian terhadap olahraga di Sumatera Utara. (CNN Indonesia/Farida)

"Bukan kita tak punya prestasi apa-apa. Kita punya prestasi, kita kirim 10 atlet saat PON dan kita berhasil bawa lima perak dan tujuh perunggu meskipun tidak mendapatkan perhatian," kata Choki.

Dalam kesempatan itu Choki juga meminta Edy Rahmayadi memperbanyak introspeksi. Sebagai orang nomor satu di Sumatera Utara, Edy tidak seharusnya mempermalukan orang lain.

"Minus perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat dan tepukan tangan dari penggiat olahraga. Hal spektakuler apa dibuat dia, sehingga penting kali tepuk tangan," tutur Choki.

[Gambas:Video CNN]

Choki merasa dipermalukan Edy Rahmayadi setelah dijewer dan diusir dalam acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON 2020 di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (27/12) siang.

Saat itu, Choki dipanggil ke depan lantaran tidak bertepuk tangan ketika Edy Rahmayadi berpidato. Kemudian Edy menjewer telinganya. Bahkan Edy mengeluarkan kata-kata tidak pantas seperti mengusir dan menyebutnya 'sontoloyo'.

"Saya bingung kenapa dimaki-maki gara-gara tak tepuk tangan. Dia [Edy] bilang kenapa kau tak tepuk tangan saat saya ngomong? Saya pikir apa yang mau saya tepuk tangan? Bukan ada hal luar biasa yang dia ucapkan sehingga membuat kita kagum?," ucap Choki.

Setelah itu, karena merasa dipermalukan Choki mengaku memilih keluar dari acara itu. Saat berjalan menuju pintu, Edy pun mengusirnya. Edy juga menyebutnya sontoloyo.

"Saya sempat dijewer juga. Saya langsung keluar, begitu dekat pintu keluar dia [Edy] ngomong, 'Kalau kau tak suka dengan acara ini silakan kau keluar'. Padahal saya sudah buka pintu. Begitu dia bilang sontoloyo saya jalan keluar," kata Choki.

(fnr/sry)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER