5 Pelatih Timnas Indonesia yang Jadi Runner Up Piala AFF
CNN Indonesia
Senin, 17 Jan 2022 19:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Alfred Riedl dua kali membawa Timnas Indonesia ke final Piala AFF. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Haruna Soemitro mengkritik Shin Tae Yong setelah hanya mampu membawa Timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2020.
Haruna menyebut Shin Tae Yong gagal di kejuaraan dwitahunan tersebut, sama seperti lima pencapaian terbaik Indonesia sebelumnya di Piala AFF. Namun Shin, kata Haruna, tak terima disebut gagal. Hal ini lantas menjadi pembicaraan hangat netizen.
Sejak kali pertama digelar pada 1996, skuad Garuda belum pernah berdiri di podium juara dengan mengangkat trofi kejuaraan Piala AFF. Indonesia hanya mampu menjadi runner up pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020.
Berikut lima pelatih yang pernah mengantarkan Timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF.
1. Nandar Iskandar
Menempati peringkat keempat pada edisi 1996 dan peringkat ketiga pada 1998, PSSI mematok target juara pada edisi 2000. Pelatih yang diemban tugas tersebut adalah Nandar Iskandar, yang ditunjuk sejak 1999.
Asa meraih gelar juara terbuka, setelah di semifinal mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 melalui tambahan dua kali 15 menit. Adalah Gendut Doni Christiawan yang menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia.
Sayang Timnas Indonesia tak bisa berbuat banyak saat melawan Thailand di partai puncak. Aji Santoso dan kawan-kawan dilumat dengan skor 1-4. Worrawoot Srimaka menjadi bintang dengan melesakkan Hattrick.
2. Ivan Kolev
Dari Nandar, tongkat pelatih Timnas Indonesia, lantas diberikan kepada Benny Dolo, lantas ke pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev pada 2002. Pelatih yang sedang menangani Persipura itu ditarget juara Piala AFF.
Dalam ajang yang dulunya bernama Piala Tiger tersebut kans untuk jadi 'penguasa' Asia Tenggara sangat terbuka. Timnas Indonesia sangat subur, yakni melesakkan 19 gol dan 5 kali kebobolan pada babak grup.
Di semifinal Bejo Sugiantoro dan kawan-kawan menyingkirkan Malaysia dengan skor 1-0. Pada babak final bertemu Thailand dan berakhir sama kuat 2-2. Sayang dalam adu penalti kalah dengan skor 2-4.
Baca lanjutan artikel di halaman kedua >>>
3. Peter Withe
Tak sukses dengan sentuhan Kolev, PSSI beralih pada pelatih asal Inggris, Peter Withe. Dan ajang pertama yang diikuti mantan pemain Nottingham Forest ini adalah Piala AFF 2004 yang berlangsung di Vietnam dan Malaysia.
Tergabung di Grup A bersama Singapura, Vietnam, Laos, dan Kamboja, Timnas Indonesia tak terbendung. Sebanyak 17 gol dilesakkan Bambang Pamungkas dan kolega tanpa sekalipun kebobolan.
Namun racikan Withe tak bertuah pada laga final melawan Singapura. Pada leg pertama di Indonesia takluk 1-3, dan di leg kedua di Singapura kalah 1-2. Julukan spesialis runner-up Piala AFF mulai disematkan ke Indonesia.
4. Alfred Riedl
Untuk mencapai target juara Piala AFF, PSSI lantas mendatangkan pelatih asal Austria yang telah lama tinggal di Vietnam, Alfred Riedl. Kebetulan Indonesia bertindak jadi tuan rumah pada 2010.
Tanda-tanda akan juara terlihat pada babak grup. Tim Merah Putih tak tertandingi dan selalu pesta gol. Sayang pada partai final dikandaskan Malaysia. Bahkan sempat mencuat isu suap di internal Timnas Indonesia.
Riedl kembali sukses membawa Indonesia ke final Piala AFF 2016. Tapi lagi-lagi tim Merah Putih gagal di final setelah dikalahkan Thailand dengan agregat 2-3.
5. Shin Tae Yong
Sempat tertunda karena pandemi Covid-19, Piala AFF 2020 akhirnya berlangsung pada akhir 2021. Ini menjadi ajang ketiga Shin Tae Yong setelah tak bisa berbuat banyak di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan gagal di kualifikasi Piala Asia U-23.
Dalam ajang di tengah pandemi ini Shin banyak memanggil pemain muda. Pelatih asal Korea Selatan ini percaya diri bisa memberi prestasi dengan skuad mudanya. Hasilnya dianggap positif suporter, meski kalah di final.
Namun bagi Exco PSSI Haruna Soemitro ini tetap saja kegagalan. Pasalnya Shin ditarget juara dan sang pelatih siap memenuhi target tersebut. Kendati demikian PSSI tak akan memutus kontrak Shin atau tetap hingga Desember 2023.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Haruna Soemitro mengkritik Shin Tae Yong setelah hanya mampu membawa Timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF 2020.
Haruna menyebut Shin Tae Yong gagal di kejuaraan dwitahunan tersebut, sama seperti lima pencapaian terbaik Indonesia sebelumnya di Piala AFF. Namun Shin, kata Haruna, tak terima disebut gagal. Hal ini lantas menjadi pembicaraan hangat netizen.
Sejak kali pertama digelar pada 1996, skuad Garuda belum pernah berdiri di podium juara dengan mengangkat trofi kejuaraan Piala AFF. Indonesia hanya mampu menjadi runner up pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020.
Berikut lima pelatih yang pernah mengantarkan Timnas Indonesia menjadi runner up Piala AFF.
1. Nandar Iskandar
Menempati peringkat keempat pada edisi 1996 dan peringkat ketiga pada 1998, PSSI mematok target juara pada edisi 2000. Pelatih yang diemban tugas tersebut adalah Nandar Iskandar, yang ditunjuk sejak 1999.
Asa meraih gelar juara terbuka, setelah di semifinal mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 melalui tambahan dua kali 15 menit. Adalah Gendut Doni Christiawan yang menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia.
Sayang Timnas Indonesia tak bisa berbuat banyak saat melawan Thailand di partai puncak. Aji Santoso dan kawan-kawan dilumat dengan skor 1-4. Worrawoot Srimaka menjadi bintang dengan melesakkan Hattrick.
2. Ivan Kolev
Dari Nandar, tongkat pelatih Timnas Indonesia, lantas diberikan kepada Benny Dolo, lantas ke pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev pada 2002. Pelatih yang sedang menangani Persipura itu ditarget juara Piala AFF.
Dalam ajang yang dulunya bernama Piala Tiger tersebut kans untuk jadi 'penguasa' Asia Tenggara sangat terbuka. Timnas Indonesia sangat subur, yakni melesakkan 19 gol dan 5 kali kebobolan pada babak grup.
Di semifinal Bejo Sugiantoro dan kawan-kawan menyingkirkan Malaysia dengan skor 1-0. Pada babak final bertemu Thailand dan berakhir sama kuat 2-2. Sayang dalam adu penalti kalah dengan skor 2-4.
Baca lanjutan artikel di halaman kedua >>>
Peter Withe Hingga Alfred Riedl
Shin Tae Yong menjadi runner-up Piala AFF 2020. (AP/Suhaimi Abdullah)
3. Peter Withe
Tak sukses dengan sentuhan Kolev, PSSI beralih pada pelatih asal Inggris, Peter Withe. Dan ajang pertama yang diikuti mantan pemain Nottingham Forest ini adalah Piala AFF 2004 yang berlangsung di Vietnam dan Malaysia.
Tergabung di Grup A bersama Singapura, Vietnam, Laos, dan Kamboja, Timnas Indonesia tak terbendung. Sebanyak 17 gol dilesakkan Bambang Pamungkas dan kolega tanpa sekalipun kebobolan.
Namun racikan Withe tak bertuah pada laga final melawan Singapura. Pada leg pertama di Indonesia takluk 1-3, dan di leg kedua di Singapura kalah 1-2. Julukan spesialis runner-up Piala AFF mulai disematkan ke Indonesia.
4. Alfred Riedl
Untuk mencapai target juara Piala AFF, PSSI lantas mendatangkan pelatih asal Austria yang telah lama tinggal di Vietnam, Alfred Riedl. Kebetulan Indonesia bertindak jadi tuan rumah pada 2010.
Tanda-tanda akan juara terlihat pada babak grup. Tim Merah Putih tak tertandingi dan selalu pesta gol. Sayang pada partai final dikandaskan Malaysia. Bahkan sempat mencuat isu suap di internal Timnas Indonesia.
Riedl kembali sukses membawa Indonesia ke final Piala AFF 2016. Tapi lagi-lagi tim Merah Putih gagal di final setelah dikalahkan Thailand dengan agregat 2-3.
5. Shin Tae Yong
Sempat tertunda karena pandemi Covid-19, Piala AFF 2020 akhirnya berlangsung pada akhir 2021. Ini menjadi ajang ketiga Shin Tae Yong setelah tak bisa berbuat banyak di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan gagal di kualifikasi Piala Asia U-23.
Dalam ajang di tengah pandemi ini Shin banyak memanggil pemain muda. Pelatih asal Korea Selatan ini percaya diri bisa memberi prestasi dengan skuad mudanya. Hasilnya dianggap positif suporter, meski kalah di final.
Namun bagi Exco PSSI Haruna Soemitro ini tetap saja kegagalan. Pasalnya Shin ditarget juara dan sang pelatih siap memenuhi target tersebut. Kendati demikian PSSI tak akan memutus kontrak Shin atau tetap hingga Desember 2023.