Enggan Kompromi, Malaysia Gagal Naturalisasi Pemain Brighton

CNN Indonesia
Selasa, 18 Jan 2022 21:54 WIB
Malaysia gagal menaturalisasi pemain 18 tahun jebolan tim muda Brighton & Hove Albion, Jaami Qurashi, karena enggan melakukan negosiasi. Ilustrasi. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia gagal menaturalisasi pemain 18 tahun jebolan tim muda Brighton & Hove Albion, Jaami Qurashi, karena enggan melakukan negosiasi.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan orang tua Qurashi ingin sang anak mendapat kewarganegaraan Malaysia tanpa melakukan evaluasi secara teknis.

FAM membuka masalah ini guna menampik tudingan tidak serius menaturalisasi pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut.


"Sebagai badan sepak bola negara, FAM tidak akan berkompromi soal aturan, pedoman, dan hukum soal proses karantina Covid-19 dan status kewarganegaraan untuk semua individu dalam tataran umur untuk timnas," ujar Sekjen FAM, Mohd Saifuddin Abu Bakar.

"Jelas tidak benar jika FAM dituduh tidak mengambil tindakan apapun. Sekjen telah berinisiatif bertemu keluarga Qureshi pada 2020 namun karena beberapa hal usaha untuk memberi kewarganegaraan Malaysia pada Jaami tidak terwujud," sambungnya.

Dikutip dari Bernama, FAM sudah berusaha berdiskusi dengan keluarga Qureshi sejak 2020 sebelum Piala Asia U-19.

FAM telah bertemu ayah Jaami, Perviz Qureshi, dan Manajer Akademi Brighon, John Morling, pada Juni 2020.

Pada awal Juli Perviz melarang Jaami ke Malaysia karena periode karantina Covid-19 yang lama dan menyarankan FAM langsung memproses sang anak menjadi warga negara Malaysia. Perviz juga tidak memberi izin FAM mengirim staf teknik untuk mengukur kemampuan Jaami.

FAM pun menyebut Jaami, yang memiliki darah Malaysia dan Irak, tidak bisa dinaturalisasi karena tidak bisa hadir di Malaysia guna proses dokumentasi, pembuatan kartu identitas, dan paspor. Selain itu Jaami tidak bisa memenuhi permintaan berkomitmen dengan pilihan membela timnas Malaysia, dan tidak menjalani tes kemampuan.

"Saat ini Jaami sudah memilih menjadi warga negara Irak, kami berharap yang terbaik untuknya," tukas Mohd Saifuddin.

[Gambas:Video CNN]



(nva/ptr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER