Muhammad Ikhwanuddin & Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 22 Feb 2022 08:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Chelsea pegang rekor tak terkalahkan dalam 6 pertandingan di semua ajang. (REUTERS/SUHAIB SALEM)
Jakarta, CNN Indonesia --
Chelsea akan menghadapi Lille di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (23/2) dini hari pukul 03.00 WIB. The Blues punya peluang besar untuk lolos ke perempat final.
Menghadapi Lille yang berstatus Kuda Hitam di fase knockout dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi The Blues. Sebab, langkah mereka menuju perempatfinal mungkin lebih mudah dibandingkan peserta lainnya.
Saat ini, Chelsea masih memegang rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan di semua ajang. Setidaknya ada enam laga yang disapu bersih dengan kemenangan beruntun.
Setelah menjuarai Piala Dunia Antarklub, tim asuhan Thomas Tuchel itu langsung tancap gas dengan mengalahkan Crystal Palace di lanjutan Premier League akhir pekan lalu.
Namun, skor tipis 1-0 atas Palace dapat menjadi salah satu indikasi bahwa Hakim Ziyech dan kawan-kawan memiliki pekerjaan rumah.
Melirik statistik pertandingan melawan Palace, Chelsea hanya membukukan sembilan peluang yang tiga di antaranya shot on target. Chelsea bahkan mencatat 20 pelanggaran, sedangkan Palace hanya empat kali.
Isu kelelahan setelah pulang dari Piala Dunia Antarklub di Uni Emirat Arab dinilai menjadi salah satu biang keladi. Ini dibuktikan lewat kepastian Chelsea yang kehilangan tiga pilar utama jelang menghadapi Lille.
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel mengumumkan pihaknya tidak akan diperkuat Cesar Azpilicueta, Mason Mount, dan Callum Hudson-Odoi.
Mount mengalami cedera ringan saat tampil di Final Piala Dunia Antarklub kontra Palmeiras. Sementara Azpilicueta dan Hudson-Odoi juga sedang menjalani perawatan karena mengalami masalah fisik dalam persiapan laga kontra Crystal Palace.
Harapan para penggemar terhadap Chelsea pun semakin tinggi dengan status klub juara dunia. Ini menjadi rintangan bagi Tuchel karena musim lalu tekanan terhadap dirinya tidak sebesar saat ini.
Ini membuat Tuchel harus memutar otak. Segala cara seperti memacu Romelu Lukaku agar lebih ganas di lini depan dapat menjadi salah satu cara. Ia juga bisa mempertimbangkan Timo Werner sebagai juru gedor.
Tuchel juga bisa mengembalikan Marcos Alonso di daftar susunan pemain untuk membantu lini pertahanan sekaligus mendistribusikan bola dari sisi lapangan.
Thomas Tuchel percaya diri Chelsea mampu atasi Lille di Liga Champions. (Pool via REUTERS/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Kepercayaan diri Tuchel sebelum melawan Lille tak lepas dari lokasi pertandingan. Setelah bertandang ke Selhurst Park, Chelsea akan tetap berada di London untuk menjamu Lille di Stamford Bridge.
"Saya pikir dari hari Sabtu ke Selasa malam [waktu setempat] seharusnya tidak menjadi masalah. Kadang-kadang ini justru menjadi keuntungan besar jika ada jadwal yang padat," kata Tuchel dilansir dari Football London, Senin (21/2).
Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) dan Borussia Dortmund itu meminta anak buahnya untuk pulang ke rumah lebih awal dan beristirahat dengan maksimal. Dengan itu, ia yakin seluruh pemain akan siap menjalani agenda yang sibuk.
"Kami akan siap bertarung melawan mereka dengan kualitas yang baik," ujarnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Sementara di kubu Lille, menghadapi Chelsea tentu nampak menjadi batu ganjalan besar di Liga Champions.
Dengan predikat juara Grup G Liga Champions 2021/2022 dan Liga Prancis musim 2020/2021, Lille harus bertemu dengan lawan yang lebih berat dibanding babak penyisihan.
Akan tetapi, status juara grup dapat menjadi dorongan motivasi tim yang diarsiteki Jocelyn Gourvennec itu. Catatan kemenangan meyakinkan lawan Sevilla, Red Bull Salzburg, dan Wolfsburg patut menjadi contoh bahwa Les Dogues adalah salah satu tim kuda hitam yang layak diperhitungkan.
Pertama kali menyentuh babak 16 besar Liga Champions membuat pemain Lille tidak perlu merasakan banyak beban melawan Chelsea. Bertanding tanpa tekanan inilah yang kerap menjadi suntikan kepercayaan diri banyak tim kala berhadapan dengan tim yang lebih diunggulkan.
Di satu sisi, Gouvernnec tetap harus menunjukkan kualitas timnya di mata penonton tribune Stamford Bridge. Ia bisa mengandalkan pemain andalannya seperti Renato Sanches Zeki Celik, dan Burak Yilmaz untuk memberi tekanan di lini pertahanan The Blues.
Gouvernnec bahkan diprediksi bakal menurunkan strategi yang berbeda dengan formasi langganannya di Ligue 1. Ia menjadikan laga menghadapi Chelsea sebagai "laboratorium" percobaannya.
"Anda tidak bisa menyimpulkan apapun soal persiapan kami di laga ini karena kami sudah benar-benar memakai formasi berbeda. Tentu kami sudah memiliki yang kami inginkan jelang pertandingan Selasa malam (waktu setempat), tapi ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda," katanya dikutip dari laman resmi Ligue 1.
Satu hal yang mungkin bakal diterapkan Gouvernnec adalah memainkan Zeki Celik di pos bek kanan setelah kembali dari masa larangan bertanding. Kemudian, Leo Jardim diprediksi bakal mengganti Ivo Grbic di bawah mistar gawang.
Dengan memanfaatkan terkurasnya stamina pemain Chelsea plus mencari celah di tengah bolongnya beberapa pilar utama, bukan tak mungkin Lille bisa memberi kejutan di London.
Chelsea akan menghadapi Lille di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (23/2) dini hari pukul 03.00 WIB. The Blues punya peluang besar untuk lolos ke perempat final.
Menghadapi Lille yang berstatus Kuda Hitam di fase knockout dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi The Blues. Sebab, langkah mereka menuju perempatfinal mungkin lebih mudah dibandingkan peserta lainnya.
Saat ini, Chelsea masih memegang rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan di semua ajang. Setidaknya ada enam laga yang disapu bersih dengan kemenangan beruntun.
Setelah menjuarai Piala Dunia Antarklub, tim asuhan Thomas Tuchel itu langsung tancap gas dengan mengalahkan Crystal Palace di lanjutan Premier League akhir pekan lalu.
Namun, skor tipis 1-0 atas Palace dapat menjadi salah satu indikasi bahwa Hakim Ziyech dan kawan-kawan memiliki pekerjaan rumah.
Melirik statistik pertandingan melawan Palace, Chelsea hanya membukukan sembilan peluang yang tiga di antaranya shot on target. Chelsea bahkan mencatat 20 pelanggaran, sedangkan Palace hanya empat kali.
Isu kelelahan setelah pulang dari Piala Dunia Antarklub di Uni Emirat Arab dinilai menjadi salah satu biang keladi. Ini dibuktikan lewat kepastian Chelsea yang kehilangan tiga pilar utama jelang menghadapi Lille.
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel mengumumkan pihaknya tidak akan diperkuat Cesar Azpilicueta, Mason Mount, dan Callum Hudson-Odoi.
Mount mengalami cedera ringan saat tampil di Final Piala Dunia Antarklub kontra Palmeiras. Sementara Azpilicueta dan Hudson-Odoi juga sedang menjalani perawatan karena mengalami masalah fisik dalam persiapan laga kontra Crystal Palace.
Harapan para penggemar terhadap Chelsea pun semakin tinggi dengan status klub juara dunia. Ini menjadi rintangan bagi Tuchel karena musim lalu tekanan terhadap dirinya tidak sebesar saat ini.
Ini membuat Tuchel harus memutar otak. Segala cara seperti memacu Romelu Lukaku agar lebih ganas di lini depan dapat menjadi salah satu cara. Ia juga bisa mempertimbangkan Timo Werner sebagai juru gedor.
Tuchel juga bisa mengembalikan Marcos Alonso di daftar susunan pemain untuk membantu lini pertahanan sekaligus mendistribusikan bola dari sisi lapangan.
Thomas Tuchel percaya diri Chelsea mampu atasi Lille di Liga Champions. (Pool via REUTERS/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Kepercayaan diri Tuchel sebelum melawan Lille tak lepas dari lokasi pertandingan. Setelah bertandang ke Selhurst Park, Chelsea akan tetap berada di London untuk menjamu Lille di Stamford Bridge.
"Saya pikir dari hari Sabtu ke Selasa malam [waktu setempat] seharusnya tidak menjadi masalah. Kadang-kadang ini justru menjadi keuntungan besar jika ada jadwal yang padat," kata Tuchel dilansir dari Football London, Senin (21/2).
Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) dan Borussia Dortmund itu meminta anak buahnya untuk pulang ke rumah lebih awal dan beristirahat dengan maksimal. Dengan itu, ia yakin seluruh pemain akan siap menjalani agenda yang sibuk.
"Kami akan siap bertarung melawan mereka dengan kualitas yang baik," ujarnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Motivasi Lille sebagai Tim Kuda Hitam
Lille melihat Chelsea jadi batu ganjalan besar di Liga Champions. (AFP/FRANCOIS LO PRESTI)
Sementara di kubu Lille, menghadapi Chelsea tentu nampak menjadi batu ganjalan besar di Liga Champions.
Dengan predikat juara Grup G Liga Champions 2021/2022 dan Liga Prancis musim 2020/2021, Lille harus bertemu dengan lawan yang lebih berat dibanding babak penyisihan.
Akan tetapi, status juara grup dapat menjadi dorongan motivasi tim yang diarsiteki Jocelyn Gourvennec itu. Catatan kemenangan meyakinkan lawan Sevilla, Red Bull Salzburg, dan Wolfsburg patut menjadi contoh bahwa Les Dogues adalah salah satu tim kuda hitam yang layak diperhitungkan.
Pertama kali menyentuh babak 16 besar Liga Champions membuat pemain Lille tidak perlu merasakan banyak beban melawan Chelsea. Bertanding tanpa tekanan inilah yang kerap menjadi suntikan kepercayaan diri banyak tim kala berhadapan dengan tim yang lebih diunggulkan.
Di satu sisi, Gouvernnec tetap harus menunjukkan kualitas timnya di mata penonton tribune Stamford Bridge. Ia bisa mengandalkan pemain andalannya seperti Renato Sanches Zeki Celik, dan Burak Yilmaz untuk memberi tekanan di lini pertahanan The Blues.
Gouvernnec bahkan diprediksi bakal menurunkan strategi yang berbeda dengan formasi langganannya di Ligue 1. Ia menjadikan laga menghadapi Chelsea sebagai "laboratorium" percobaannya.
"Anda tidak bisa menyimpulkan apapun soal persiapan kami di laga ini karena kami sudah benar-benar memakai formasi berbeda. Tentu kami sudah memiliki yang kami inginkan jelang pertandingan Selasa malam (waktu setempat), tapi ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda," katanya dikutip dari laman resmi Ligue 1.
Satu hal yang mungkin bakal diterapkan Gouvernnec adalah memainkan Zeki Celik di pos bek kanan setelah kembali dari masa larangan bertanding. Kemudian, Leo Jardim diprediksi bakal mengganti Ivo Grbic di bawah mistar gawang.
Dengan memanfaatkan terkurasnya stamina pemain Chelsea plus mencari celah di tengah bolongnya beberapa pilar utama, bukan tak mungkin Lille bisa memberi kejutan di London.