Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester City seperti mendadak linglung setelah kehilangan lima poin dalam tiga pekan terakhir yang membuat Liverpool mendekat di klasemen Liga Inggris.
Perebutan gelar juara Liga Inggris 2021/2022 kembali sengit setelah Manchester City hanya unggul tiga poin atas Liverpool.
Menipisnya jarak tersebut usai Liverpool menang telak 6-0 atas Leeds United di Stadion Anfield, Kamis (24/2) dini hari waktu Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan tersebut sebenarnya laga tunda pekan ke-19. Namun Liverpool sadar, partai itu jadi momen yang tepat guna membuat Man City ketar-ketir.
Pasalnya, The Citizens membuang peluang menambah poin saat melakoni matchday ke-26 melawan Tottenham Hotspur di Etihad. Dalam laga itu Man City kalah dramatis 2-3 dari Tottenham.
Kemenangan atas Leeds dan kekalahan Man City atas Tottenham memuluskan Liverpool mendekatkan jarak menjadi tiga poin. Man City linglung, Liverpool untung.
Man City layak dianggap linglung karena seperti lupa tengah dalam sengitnya perburuan gelar juara Premier League musim ini.
Manchester Biru khilaf, kalau mereka memiliki pesaing berat seperti Liverpool yang sebelum laga melawan Tottenham menguntit dengan selisih enam poin.
Lebih parah lagi, tim asuhan Pep Guardiola tersebut terlihat tidak ingan kalau mereka baru saja kehilangan dua poin setelah diimbangi Southampton 1-1 pada pekan ke-23.
Total dalam tiga pekan terakhir, Man City kehilangan lima poin. Selisih poin Man City dengan Liverpool yang mulanya masih enam poin pada pekan ke-22, kini hanya tersisa tiga poin pada pekan ke-26.
Menyoroti dua pertandingan di mana Man City kehilangan lima poin itu, rival sekota Manchester United itu benar-benar butuh sosok penyerang tajam.
Man City terlihat baik-baik saja saat bursa transfer tengah musim tutup pada akhir Januari, setelah menjual Ferran Torres ke Barcelona.
Torres yang mulanya pemain sayap beberapa kali diplot sebagai penyerang utama atau false nine usai Sergio Aguero memilih pindah ke Barcelona pada awal musim.
Akan tetapi, karena bergelut dengan cedera, Torres dijual ke Barcelona pada Desember 2021. Dengan harapan, uang penjualan itu bisa membeli penyerang bagus pada musim depan.
Usai menjual Torres, Man City masih cukup tajam di Liga Inggris dengan menang 2-1 atas Arsenal dan 1-0 atas Chelsea. Kemenangan tipis itu sebenarnya bisa jadi alarm yang menandakan Man City butuh sosok striker untuk menang dengan skor yang lebih meyakinkan.
Sinyal lain muncul ketika diimbangi Southampton 1-1 pada pekan ke-23. Menurut statistik WhoScored, Man City memiliki 20 tembakan, dengan 13 di antaranya dari open play.
Akan tetapi, Jack Grealish dan kawan-kawan tetap kesulitan mencetak banyak gol. Dari 20 tembakan Man City, hanya 5 yang mengarah ke gawang lawan dengan 4 di antaranya digagalkan kiper Frazier Forster.
Grealish yang diplot sebagai penyerang tidak menunjukkan peran besarnya. Dalam daftar 'penembak' saat lawan Southampton, hanya Kevin de Bruyne (4 tembakan), Rodri (3), dan Phil Foden (3) yang termasuk penendang terbanyak ke gawang lawan.
Setelah masalah lini depan ini seperti teratasi dengan menang 2-0 atas Brentford dan 4-0 atas Norwich City, alarm itu kembali berbunyi ketika melawan Tottenham.
Kali ini Man City memiliki lebih banyak tembakan, 21 kali, tetapi kembali kesulitan setelah hanya 4 tendangan yang ke gawang Tottenham, dan parahnya lagi kehilangan poin setelah kalah 2-3.
Man City perlu mengembalikan fokus mereka ke persaingan Liga Inggris, jika tidak ingin disalip Liverpool dan gagal mempertahankan gelar juara pada musim ini.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Man City Diuntungkan Jadwal
Man City memiliki jadwal yang relatif lebih ringan ketimbang Liverpool. (REUTERS/RUSSELL CHEYNE)
Rivalitas menuju gelar juara Premier League musim ini masih ramai. Pertandingan pun tersisa 12 lagi hingga akhir musim.
Baik Man City maupun The Reds sama-sama punya peluang juara. Peluang tergelincir juga tidak tertutup bagi kedua tim.
Akan tetapi, di atas kertas hitung-hitungan kans juara ada pada kubu Man City. Melihat lawan-lawan yang akan dihadapi dalam 12 pertandingan ke depan, The Reds sedikit lebih berat dan Man City lebih ringan.
Berkaca pada klasemen Liga Inggris saat ini, Man City hanya akan menghadapi empat tim dengan kualitas mumpuni: Manchester United (6 Maret), Liverpool (10 April), Wolverhampton Wanderers (16 April), dan West Ham Unite (15 Mei).
Sementara itu, Liverpool masih harus melawan: West Ham United (6 Maret), Arsenal (17 Maret), Man United (20 Maret), Man City (10 April), Tottenham (7 Mei), dan Wolverhampton (22 Mei).
Maret akan jadi bulan sibuk bagi klub asal kota pelabuhan tersebut. Tidak saja melawan Inter Milan di Liga Champions, tetapi juga melawan tiga tim yang tengah membutuhkan tiga poin di klasemen Liga Inggris.
West Ham, Arsenal, dan Man Utd adalah tim-tim yang masih memburu posisi di empat besar klasemen demi mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan. Karena itu, perjuangan Liverpool tidak akan mudah.
 Liverpool dan Man City bisa lakoni laga penentuan pada 10 April. (AP/Peter Byrne) |
Akan tetapi, jelang Liverpool dan Man City bertemu pada 10 April, laga-laga sebelum duel tersebut sangat penting untuk kedua tim.
Man City pantang kehilangan tiga angka apalagi sampai kehilangan poin. Kembali terpeleset ketika melawan Everton pada akhir pekan ini, akan bahaya. Liverpool bukan tidak mungkin menyalip dan mengudeta Man City apabila bisa menang atas West Ham pada 6 Maret mendatang.
Hanya saja, jika kedua tim konsisten meraih tiga poin hingga April nanti, pertarungan pada 10 April mendatang bisa jadi salah satu penentuan, Man City menjauhkan jarak dengan enam poin, atau Liverpool yang bisa berdiri di posisi teratas klasemen Liga Inggris.
Kewaspadaan Man City terhadap Liverpool bukan saja soal mengejar poin, tetapi juga selisih gol. Jika poin kedua tim tetap sama dan pertandingan 10 April nanti kembali berujung seri, produktivitas gol dan selisih gol bukan tidak mungkin jadi penentu pada akhir musim.
Saat ini Liverpool lebih produktif ketimbang Man City. Kemenangan telak 6-0 atas Leeds United membuat The Reds jadi tim paling subur pada musim ini dengan 70 gol, atau memiliki selisih gol 50, unggul empat gol atas Man City yang mengoleksi 46 untuk selisih gol.
Melihat rapor tersebut, ketajaman para pemain jadi PR bagi Pep Guardiola pada pertandingan tersisa. Meski tidak memiliki penyerang murni Guardiola bisa kembali mengasah ketajaman para gelandang atau winger Man City.
Saat ini Riyad Mahrez jadi pemain paling subur di Man City pada musim ini dengan 18 gol, di susul Raheem Sterling (13), dan Bernardo Silva (10).
[Gambas:Video CNN]