Akademi VR46, Tempat Pembalap Muda Mewarisi Ilmu Rossi
CNN Indonesia
Selasa, 08 Mar 2022 16:18 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kematian Simoncelli meninggalkan duka mendalam untuk Rossi. (ASSOCIATED PRESS/Alberto Saiz)
Akademi VR46 lahir tak lepas dari rasa duka yang dialami oleh Valentino Rossi saat Marco Simoncelli meninggal dunia. Simoncelli meninggal dalam balapan MotoGP Malaysia pada 2011 silam.
"Saya masih ingat momen seusai balapan di Malaysia adalah salah satu momen terburuk dalam hidup saya. Saya kembali ke kantor bersama Uccio Salucci dan Max Montanari."
"Saya merasa putus asa. Itu adalah momen ketika saya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa bergerak [dari momen buruk tersebut]," ujar Rossi dikutip dari The Race.
Kehilangan Simoncelli benar-benar tidak mudah bagi Rossi. Simoncelli adalah rekan dekat Rossi dan keduanya sering menghabiskan waktu bersama untuk latihan.
"Kami kehilangan pembalap hebat yang pastinya bakal punya karier cemerlang dan bisa bertarung dengan para pembalap modern."
"Saya juga kehilangan teman baik, karena saya menghabiskan banyak waktu bersama Marco, terutama dalam beberapa tahun terakhir, dari 2006 hingga 2011. Hal itu masih menyisakan lubang," kata Rossi.
Albi Terbaldi yang merupakan mentor bisnis Rossi menilai kehilangan Simoncelli itu yang kemudian menjadi inspirasi dan alasan Rossi membangun Akademi VR46.
"Setelah kehilangan Marco, ada hal yang turut hilang dalam kehidupan Vale."
Marco Simoncelli sudah sering berlatih bersama Valentino Rossi sebelum Akademi VR46 berdiri. (AFP/ADRIAN DENNIS)
"Marco adalah satu dari sedikit pembalap yang bisa berlatih dengan Valentino di level yang sama, dan Akademi hadir sebagai bagian dari dampak kehilangan Marco," tutur Terbaldi.
Rossi pun menyebut Marco Simoncelli selalu layak disebut sebagai murid pertama Akademi VR46 meskipun saat Simoncelli hidup, akademi tersebut belum eksis.
"Saya selalu mengatakan bahwa Marco adalah pembalap pertama dari Akademi, bahkan meskipun Akademi itu belum eksis."
"Kami memulai pertama kali dengan Marco, saling membantu sesama pembalap dalam latihan, dukungan, dan juga berbagi pengalaman. Ketika saya melihat para pembalap saat ini, saya selalu mengingat Marco," tutur Rossi.
Rossi kini bisa tersenyum bahagia dengan Akademi VR46. Morbidelli dan Bagnaia sudah pernah merasakan gelar juara dunia di Moto2 dan kini layak jadi favorit juara dunia MotoGP. Selain itu, masih banyak rombongan pembalap Italia lain yang siap mencuri perhatian dan menggebrak persaingan di dunia balap motor grand prix.
Dari gelombang kehadiran banyak pembalap Italia di tahun-tahun mendatang, hal itu tentunya tak lepas dari campur tangan Akademi VR46 milik Rossi.
(ptr/har)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Valentino Rossi terbilang bakal sulit dilupakan dari sejarah MotoGP. Dengan kehadiran Akademi VR46, nama Rossi bakal makin terpatri.
Rossi adalah pembalap paling fenomenal sepanjang sejarah dunia balap motor grand prix. Rossi bisa jadi ikon MotoGP selama dua dekade. Penggemar dengan atribut warna kuning rutin mendominasi semua sirkuit tempat berlangsungnya balapan MotoGP.
Nama Rossi bakal makin punya dimensi yang berbeda dengan legenda-legenda lain berkat keberhasilannya membangun Akademi VR46. Sejak berdiri 2014, Akademi VR46 sudah menghasilkan pembalap-pembalap elite kelas dunia.
Franco Morbidelli kini sudah mengisi satu posisi di tim pabrikan Yamaha, posisi yang dua musim lalu masih ditempati oleh Rossi.
Perjuangan Morbidelli untuk bisa membela Yamaha di kelas MotoGP tentu tak lepas dari tempaan Akademi VR46. Morbidelli jadi generasi awal di akademi tersebut.
Bergabungnya Morbidelli berawal dari kepindahan keluarga Morbidelli ke Tavullia. Ayah Morbidelli dan ayah Rossi adalah pembalap dari generasi yang sama. Karena itu ayah Morbidelli ingin putranya belajar dari pembalap terhebat.
Sebelum bergabung dengan Rossi, Morbidelli mengaku hanya berlatih dengan pembalap-pembalap muda lainnya tanpa aturan yang jelas.
"Valentino lalu memutuskan membuat segalanya resmi, membuat kontrak dengan pembalap yang berlatih bersama dirinya," ucap Morbidelli dikutip dari Motor Sport Magazine.
Rossi tidak setengah-setengah dalam membangun Akademi VR46. Ia menghabiskan banyak uang untuk keperluan sehari-hari Akademi VR46. Sedangkan para pembalap yang ada di sana hanya berkewajiban berkontribusi 10 persen dari nilai kontrak yang mereka terima.
Bukan hanya sekadar balapan, Akademi VR46 juga menempa pembalap dalam aspek-aspek lain. Pembalap diwajibkan belajar bahasa Inggris dan mulai menciptakan produk merchandise sendiri yang dijual lewat merk VR46.
"Akademi dan ranch seperti kota Florence di masa Renaissance, yaitu untuk para pekerja seni dan pembuat puisi."
"Akademi VR46 ibarat Florence untuk para pembalap. Vale adalah guru kami, dia membuat kami tetap bersama, jadi kami bisa terus berusaha maksimal dan mengembangkan kemampuan kami," ujar Morbidelli.
Selain membentuk Akademi VR46, Rossi juga membuat tim di grand prix yaitu VR46 Team sebagai salah satu saluran pembalap Akademi VR46 untuk beraksi.
Pecco Bagnaia adalah salah satu pembalap yang bergabung dengan VR46 Team di 2014 ketika ia berlaga di Moto3.
"Kami bekerja keras bersama-sama setiap hari dan kami saling memotivasi setiap hari. Segala hal yang kami tanyakan pada Valentino, dia akan punya jawabannya."
"Sungguh luar biasa dan saya harus mengatakan hal ini [rutinitas di Tavuilla] sangat membantu saya ketika bertarung memperebutkan gelar juara dunia Moto2 di 2018.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Lahir karena Duka Rossi Atas Simoncelli
Kematian Simoncelli meninggalkan duka mendalam untuk Rossi. (ASSOCIATED PRESS/Alberto Saiz)
Akademi VR46 lahir tak lepas dari rasa duka yang dialami oleh Valentino Rossi saat Marco Simoncelli meninggal dunia. Simoncelli meninggal dalam balapan MotoGP Malaysia pada 2011 silam.
"Saya masih ingat momen seusai balapan di Malaysia adalah salah satu momen terburuk dalam hidup saya. Saya kembali ke kantor bersama Uccio Salucci dan Max Montanari."
"Saya merasa putus asa. Itu adalah momen ketika saya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa bergerak [dari momen buruk tersebut]," ujar Rossi dikutip dari The Race.
Kehilangan Simoncelli benar-benar tidak mudah bagi Rossi. Simoncelli adalah rekan dekat Rossi dan keduanya sering menghabiskan waktu bersama untuk latihan.
"Kami kehilangan pembalap hebat yang pastinya bakal punya karier cemerlang dan bisa bertarung dengan para pembalap modern."
"Saya juga kehilangan teman baik, karena saya menghabiskan banyak waktu bersama Marco, terutama dalam beberapa tahun terakhir, dari 2006 hingga 2011. Hal itu masih menyisakan lubang," kata Rossi.
Albi Terbaldi yang merupakan mentor bisnis Rossi menilai kehilangan Simoncelli itu yang kemudian menjadi inspirasi dan alasan Rossi membangun Akademi VR46.
"Setelah kehilangan Marco, ada hal yang turut hilang dalam kehidupan Vale."
Marco Simoncelli sudah sering berlatih bersama Valentino Rossi sebelum Akademi VR46 berdiri. (AFP/ADRIAN DENNIS)
"Marco adalah satu dari sedikit pembalap yang bisa berlatih dengan Valentino di level yang sama, dan Akademi hadir sebagai bagian dari dampak kehilangan Marco," tutur Terbaldi.
Rossi pun menyebut Marco Simoncelli selalu layak disebut sebagai murid pertama Akademi VR46 meskipun saat Simoncelli hidup, akademi tersebut belum eksis.
"Saya selalu mengatakan bahwa Marco adalah pembalap pertama dari Akademi, bahkan meskipun Akademi itu belum eksis."
"Kami memulai pertama kali dengan Marco, saling membantu sesama pembalap dalam latihan, dukungan, dan juga berbagi pengalaman. Ketika saya melihat para pembalap saat ini, saya selalu mengingat Marco," tutur Rossi.
Rossi kini bisa tersenyum bahagia dengan Akademi VR46. Morbidelli dan Bagnaia sudah pernah merasakan gelar juara dunia di Moto2 dan kini layak jadi favorit juara dunia MotoGP. Selain itu, masih banyak rombongan pembalap Italia lain yang siap mencuri perhatian dan menggebrak persaingan di dunia balap motor grand prix.
Dari gelombang kehadiran banyak pembalap Italia di tahun-tahun mendatang, hal itu tentunya tak lepas dari campur tangan Akademi VR46 milik Rossi.