PSSI Optimistis Liga 1 Musim Depan dengan Penonton
CNN Indonesia
Kamis, 31 Mar 2022 23:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
PSSI optimistis Liga 1 musim depan bisa dihadiri penonton. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku optimistis Liga 1musim depan bisa digelar secara normal yakni dengan dihadiri suporter dan tim bisa menggelar pertandingan di kandang masing-masing.
Optimisme itu muncul karena Yunus mengklaim pihaknya dalam hal ini PSSI sudah diberikan peluang untuk menggelar kompetisi secara normal oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.
Namun, Yunus mengatakan PSSI tidak ingin buru-buru terkait sudah diberikannya lampu hijau oleh pemerintah. Pihaknya masih ingin mengkaji secara hati-hati terkait rencana menggelar kompetisi dengan kehadiran penonton di stadion.
"Kami sudah diberikan peluang melalui Presiden ke Menteri dan ketum [Mochamad Iriawan], tapi kami tak mau ambil risiko yang begitu besar, ada beberapa kekhawatiran yang harus kita jaga," ujarnya saat ditemui di Stadion Gelora Samudera, Kuta, Bali, Kamis (31/3).
"Kami optimistis, mudah-mudahan kompetisi tahun depan, kompetisi sudah bergulirnya sebagaimana mestinya. Kembali ke 2019 [digelar dengan penonton]," ia melanjutkan.
Liga 1 2020/2021 memang digelar dengan beberapa kondisi tertentu, termasuk tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diambil mengingat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hingga saat ini.
Alhasil, 18 klub yang bersaing di kompetisi kasta tertinggi tanah air tidak mendapatkan dukungan penuh dari suporter. Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sepanjang gelaran Liga 1 2021/2022.
Selain itu, format kompetisi diubah sebagai bentuk penyesuaian dalam kondisi pandemi Covid-19. Liga 1 digelar dengan bermain di Pulau Jawa dan terakhir di Pulau Bali. Kompetisi juga berlangsung dalam lima seri dan digelar di tempat yang netral.
Liga 1 2021/2022 sendiri telah menetapkan Bali United sebagai juara musim ini. Di sisi lain, Persipura Jayapura jadi tim terakhir yang dipastikan terdegradasi ke Liga 2 bersama Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Di sisi lain, Yunus Nusi juga mengatakan pihaknya berharap BRI tetap menjadi sponsor kompetisi Liga 1 pada musim depan.
BRI untuk kali pertama menjadi sponsor di sepak bola sejak awal musim ini. Namun, kontrak kerja sama itu akan rampung seiring bakal berakhirnya Liga 1 2021/2022 yang akan ditutup pertandingan Persik Kediri vs Bali United, Kamis malam.
Yunus pun belum bisa memastikan terkait kelanjutan kerja sama dengan BRI sebagai sponsor utama. Ia mengatakan hal itu akan dibicarakan lebih lanjut.
"Mudah-mudahan akan melanjutkan support. Insya Allah akan dibicarakan malam ini bersama ketum [Mochammad Iriawan] dan dirut PT LIB (Akhmad Hadian Lukita]," ucapnya kepada awak media di Stadion Gelora Samudera, Kuta, Bali, Kamis (31/3).
Terpisah, Direktur Utama BRI Suharso mengatakan bergulirnya Liga 1 telah menggerakan perekonomian hingga mencapai angka Rp3 triliun.
Suharso mengatakan nilai ekonomi mencapai angka tersebut sudah sesuai hasil kajian. Ia juga menegaskan Liga 1 berhasil menggerakan roda ekonomi di segala bidang.
"Terus terang saja kita sudah berhitung ekonomi dalam kompetisi sepak bola itu nilainya juga tinggi dan tugas kita semua menggerakan roda ekonomi dari segala bidang termasuk juga bidang olahraga khususnya sepak bola," ujarnya.
"Satu kompetisi ini nilainya ekonominya sudah kita kaji, satu kompetisi itu nilai kompetisinya kira-kira menggerakan perekonomian senilai Rp3 triliun. Itu yg ada kajian ilmiahnya dan itu yang kita lakukan untuk mensupport pergerakan ekonomi," ia melanjutkan.
BRI merupakan sponsor utama ketiga untuk kompetisi kasta tertinggi atau Liga 1 yang berasal dari sektor perbankan. Sebelum itu kompetisi kasta tertinggi tanah air pernah disponsori oleh Bank Mandiri dari 2001-2005 dan Bank QNB (2015).
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku optimistis Liga 1musim depan bisa digelar secara normal yakni dengan dihadiri suporter dan tim bisa menggelar pertandingan di kandang masing-masing.
Optimisme itu muncul karena Yunus mengklaim pihaknya dalam hal ini PSSI sudah diberikan peluang untuk menggelar kompetisi secara normal oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.
Namun, Yunus mengatakan PSSI tidak ingin buru-buru terkait sudah diberikannya lampu hijau oleh pemerintah. Pihaknya masih ingin mengkaji secara hati-hati terkait rencana menggelar kompetisi dengan kehadiran penonton di stadion.
"Kami sudah diberikan peluang melalui Presiden ke Menteri dan ketum [Mochamad Iriawan], tapi kami tak mau ambil risiko yang begitu besar, ada beberapa kekhawatiran yang harus kita jaga," ujarnya saat ditemui di Stadion Gelora Samudera, Kuta, Bali, Kamis (31/3).
"Kami optimistis, mudah-mudahan kompetisi tahun depan, kompetisi sudah bergulirnya sebagaimana mestinya. Kembali ke 2019 [digelar dengan penonton]," ia melanjutkan.
Liga 1 2020/2021 memang digelar dengan beberapa kondisi tertentu, termasuk tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diambil mengingat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hingga saat ini.
Alhasil, 18 klub yang bersaing di kompetisi kasta tertinggi tanah air tidak mendapatkan dukungan penuh dari suporter. Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sepanjang gelaran Liga 1 2021/2022.
Selain itu, format kompetisi diubah sebagai bentuk penyesuaian dalam kondisi pandemi Covid-19. Liga 1 digelar dengan bermain di Pulau Jawa dan terakhir di Pulau Bali. Kompetisi juga berlangsung dalam lima seri dan digelar di tempat yang netral.
Liga 1 2021/2022 sendiri telah menetapkan Bali United sebagai juara musim ini. Di sisi lain, Persipura Jayapura jadi tim terakhir yang dipastikan terdegradasi ke Liga 2 bersama Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
PSSI Buka Suara Terkait Sponsor Liga 1 Musim Depan
Sekjen PSSI Yunus Nusi berharap BRI tetap jadi sponsor Liga 1 musim depan. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Di sisi lain, Yunus Nusi juga mengatakan pihaknya berharap BRI tetap menjadi sponsor kompetisi Liga 1 pada musim depan.
BRI untuk kali pertama menjadi sponsor di sepak bola sejak awal musim ini. Namun, kontrak kerja sama itu akan rampung seiring bakal berakhirnya Liga 1 2021/2022 yang akan ditutup pertandingan Persik Kediri vs Bali United, Kamis malam.
Yunus pun belum bisa memastikan terkait kelanjutan kerja sama dengan BRI sebagai sponsor utama. Ia mengatakan hal itu akan dibicarakan lebih lanjut.
"Mudah-mudahan akan melanjutkan support. Insya Allah akan dibicarakan malam ini bersama ketum [Mochammad Iriawan] dan dirut PT LIB (Akhmad Hadian Lukita]," ucapnya kepada awak media di Stadion Gelora Samudera, Kuta, Bali, Kamis (31/3).
Terpisah, Direktur Utama BRI Suharso mengatakan bergulirnya Liga 1 telah menggerakan perekonomian hingga mencapai angka Rp3 triliun.
Suharso mengatakan nilai ekonomi mencapai angka tersebut sudah sesuai hasil kajian. Ia juga menegaskan Liga 1 berhasil menggerakan roda ekonomi di segala bidang.
"Terus terang saja kita sudah berhitung ekonomi dalam kompetisi sepak bola itu nilainya juga tinggi dan tugas kita semua menggerakan roda ekonomi dari segala bidang termasuk juga bidang olahraga khususnya sepak bola," ujarnya.
"Satu kompetisi ini nilainya ekonominya sudah kita kaji, satu kompetisi itu nilai kompetisinya kira-kira menggerakan perekonomian senilai Rp3 triliun. Itu yg ada kajian ilmiahnya dan itu yang kita lakukan untuk mensupport pergerakan ekonomi," ia melanjutkan.
BRI merupakan sponsor utama ketiga untuk kompetisi kasta tertinggi atau Liga 1 yang berasal dari sektor perbankan. Sebelum itu kompetisi kasta tertinggi tanah air pernah disponsori oleh Bank Mandiri dari 2001-2005 dan Bank QNB (2015).