Jakarta, CNN Indonesia -- Para pemain Persipura Jayapura tidak kuasa menahan tangis usai dipastikan turun kasta dari Liga 1 2021/2022.
Tim Mutiara Hitam dipastikan turun kasta meski menang 3-0 atas Persita Tangerang pada pekan ke-34 Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Kamis (31/3) sore WIB.
Kemenangan itu tidak cukup karena di saat bersamaan dua pesaing mereka, Barito Putera dan PSS Sleman meraih hasil yang dibutuhkan untuk bertahan di Liga 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, Persipura dipastikan jadi tim terakhir yang terdegradasi musim ini. Tim Mutiara Hitam mengikuti jejak Persela Lamongan dan Persiraja Banda Aceh turun kasta ke Liga 2.
Pemain dan manajemen Persipura tampak tegang saat duduk di tribune stadion pada awal pertandingan. Ketegangan itu tidak lantas hilang saat Ferinando Pahabol dan Yevhen Bokhashvili membawa tim unggul 2-0.
Skuad asuhan Alfredo Vera bahkan mampu memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui Ramiro Fergonzi. Optimisme terlihat di skuad Persipura untuk bertahan di Liga 1 karena di laga lain salah satu pesaing, Barito tertinggal dari Persib.
 Penyerang Persipura Jayapura Ramiro Fergonzi (kanan) berebut bola dengan pemain Persita Obet Choiri (kiri) pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Kamis (31/3). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa) |
Namun Barito bisa menyamakan kedudukan menjelang laga usai. Situasi klasemen berubah dan Persipura tetap turun dengan hasil itu karena PSS Sleman juga meraih kemenangan saat bersua Persija Jakarta.
Jelang laga usai, Vera sempat menanyakan hasil laga Barito dan PSS. Pelatih asal Argentina itu kemudian tampak lesu usai diberitahu hasil laga pertandingan lain.
Suasana di bangku cadangan juga tampak muram. Tatapan pemain senior Ricardo Salampessy tampak kosong, sementara para pemain lain terlihat lemas.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Air Mata Pemain Persipura Tak Terbendung
pemain Persipura langsung tertunduk lesu usai wasit Sance Lawita meniup peluit panjang tanda laga usai. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Puncaknya pemain Persipura langsung tertunduk lesu usai wasit Sance Lawita meniup peluit panjang tanda laga usai. Beberapa pemain bahkan tak kuasa membendung air mata mereka.
Dua pemain Persipura, Wulf Koronia Kluivert Shevcengko Horota dan Fridolin Yoku tampak tertunduk lesu sembari menangis. Keduanya terlihat dihibur oleh beberapa rekan setim dan pemain-pemain Persita.
Keduanya tampak sulit menerima kenyataan Persipura harus terdegradasi. Keduanya bahkan coba dihibur oleh legenda Persipura, Eduard Ivakdalam saat berjalan di lorong ruang ganti.
 Pemain Persipura yang berada di tribune juga sedih usai tim Mutiara Hitam degradasi ke Liga 2, Kamis (31/3). (CNN Indonesia/Juprianto Alexander Sianipar) |
Sebelum itu kesedihan mendalam juga terlihat dirasakan Ricardo Salampessy. Sosok pemain senior di Persipura itu tampak lesu saat menyaksikan sisa laga dari bangku cadangan pemain yang berada di tribune Barat Stadion Kompyang.
Pemandangan serupa tampak dari jajaran manajemen Persipura. Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano, Manajer Rudy Maswi, dan Sekretaris tim Rocky Bebena.
Seusai laga, Rudy Maswi mengatakan Persipura sudah memperlihatkan penampilan yang maksimal di laga kontra Persita.
" Anak-anak sudah bermain [baik], tetapi inilah sepak bola. Kami menunggu hasil tim lain dan inilah hasilnya," ujarnya kepada awak media.
[Gambas:Video CNN]