Marcus Gideon harus absen lantaran masih dalam tahap proses pemulihan usai menjalani operasi di Eropa. Marcus Gideon harus dioperasi setelah mengalami penumbuhan tulang pada pergelangan kaki kanan dan kiri.
Ketiadaan Marcus Gideon jelas merupakan kerugian besar bagi Indonesia yang bakal datang dengan misi mempertahankan gelar. Hal itu lantaran duet Minions tidak bisa ditampilkan sebagai andalan di Piala Thomas kali ini.
Di luar absennya Marcus, PP PBSI mengirimkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Jumlah pemain ganda ada tujuh orang ditambah kehadiran Kevin Sanjaya.
Sosok Kevin akan menarik perhatian lantaran ia berada dalam skuad tanpa pasangan tetap. Hal itu berarti memunculkan kemungkinan rombak pasangan dilakukan oleh tim pelatih Indonesia.
Bila merujuk komposisi skuad ganda, Indonesia punya kekuatan yang dalam. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian merupakan ganda berpengalaman sedangkan Fikri/Bagas juga sudah membuktikan diri bisa melejit dengan keberhasilan memenangkan All England.
Tiga pasang itu sudah bisa jadi harapan Indonesia untuk menyumbang poin maksimal di tiap pertandingan. Namun ada efek dari ketiadaan Marcus misalnya Ahsan/Hendra kini harus bersiap kembali jadi ganda nomor satu Indonesia bila dimainkan.
Hal tersebut membuat komposisi ganda Indonesia tidak sefleksibel saat berlaga di Piala Thomas 2020 tahun lalu.
Terlepas dari itu, sosok Kevin Sanjaya juga tidak akan selamanya jadi penghangat bangku cadangan. Kevin Sanjaya bisa jadi kartu kejutan bagi Indonesia lewat alternatif pasangan dadakan.
Salah satu calon duet yang paling mungkin untuk Kevin adalah Ahsan. Keduanya pernah beberapa kali berpasangan di level klub.
Peluang Kevin duet dengan Hendra juga terbilang terbuka, terutama bila Ahsan kembali mengalami masalah cedera.
Dari materi pemain yang ada, Fajar/Rian bisa dibilang jadi ganda yang akan lebih sulit dipecah. Mereka akan jadi tumpuan, baik saat berperan sebagai ganda pertama maupun kedua.
Pada Piala Thomas 2020 di 2021 lalu, mentalitas Fajar/Rian sudah teruji tangguh. Fajar/Rian bisa menyumbang poin kemenangan ketika berlaga di semifinal dan final.
Sedangkan Fikri/Bagas tentu bakal diberikan kesempatan bermain lebih dulu di babak penyisihan. Penampilan mereka nanti akan jadi penentu peluang untuk diturunkan di fase menentukan selepas babak penyisihan grup.
Kevin juga bisa dipasangkan dengan salah satu dari Bagas atau Fikri. Hal ini mungkin terjadi bila pelatih ingin memajukan Fajar/Rian sebagai ganda pertama dan ingin Kevin membimbing salah satu dari Fikri atau Bagas agar lebih solid saat tampil sebagai ganda kedua.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Merujuk pada pembagian grup, Indonesia sebagai unggulan pertama dan juara bertahan ada di grup berat. Indonesia tergabung dengan Korea Selatan, Thailand, dan Singapura.
Dalam daftar skuad yang ada, PP PBSI memutuskan mengirimkan lima pemain di sektor tunggal yaitu Anthony Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Syabda Perkasa Belawa, dan Tegar Sulistio.
Merujuk pada fase grup yang sudah terbilang berat dan menegangkan, menarik untuk melihat keputusan PP PBSI untuk menurunkan Syabda dan Tegar di lapangan.
Jika dibandingkan skuad ganda yang kehilangan Marcus, materi tunggal Indonesia juga saat ini tak sepenuhnya dalam kondisi menggembirakan.
Penampilan Anthony Ginting sedang menurun. (Dok. PBSI)
Anthony Ginting yang jadi tunggal pertama sedang dalam fase penurunan. Ginting belum bisa menunjukkan level terbaik di beberapa turnamen terakhir dan tersisih di babak awal.
Hal serupa juga dialami oleh Vito. Vito masih belum bisa tampil konsisten dalam turnamen yang ia mainkan.
Penampilan lebih baik dicatat oleh Jonatan Christie. Jonatan bisa juara di Swiss dan jadi runner up di Korea Open dalam dua turnamen terakhir yang diikuti.
Terlepas apapun kondisinya, Ginting, Jonatan, dan Vito harus dalam kondisi siap tempur di Piala Thomas 2022, terutama saat memasuki fase knock-out. Trio ini yang akan jadi tulang punggung utama bila mengacu pada pengalaman bertanding serta kesiapan mental berlaga di beregu dan sulit untuk digantikan Syabda maupun Tegar yang berstatus sebagai debutan.
Marcus Gideon harus absen lantaran masih dalam tahap proses pemulihan usai menjalani operasi di Eropa. Marcus Gideon harus dioperasi setelah mengalami penumbuhan tulang pada pergelangan kaki kanan dan kiri.
Ketiadaan Marcus Gideon jelas merupakan kerugian besar bagi Indonesia yang bakal datang dengan misi mempertahankan gelar. Hal itu lantaran duet Minions tidak bisa ditampilkan sebagai andalan di Piala Thomas kali ini.
Di luar absennya Marcus, PP PBSI mengirimkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Jumlah pemain ganda ada tujuh orang ditambah kehadiran Kevin Sanjaya.
Sosok Kevin akan menarik perhatian lantaran ia berada dalam skuad tanpa pasangan tetap. Hal itu berarti memunculkan kemungkinan rombak pasangan dilakukan oleh tim pelatih Indonesia.
Bila merujuk komposisi skuad ganda, Indonesia punya kekuatan yang dalam. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian merupakan ganda berpengalaman sedangkan Fikri/Bagas juga sudah membuktikan diri bisa melejit dengan keberhasilan memenangkan All England.
Tiga pasang itu sudah bisa jadi harapan Indonesia untuk menyumbang poin maksimal di tiap pertandingan. Namun ada efek dari ketiadaan Marcus misalnya Ahsan/Hendra kini harus bersiap kembali jadi ganda nomor satu Indonesia bila dimainkan.
Hal tersebut membuat komposisi ganda Indonesia tidak sefleksibel saat berlaga di Piala Thomas 2020 tahun lalu.
Terlepas dari itu, sosok Kevin Sanjaya juga tidak akan selamanya jadi penghangat bangku cadangan. Kevin Sanjaya bisa jadi kartu kejutan bagi Indonesia lewat alternatif pasangan dadakan.
Salah satu calon duet yang paling mungkin untuk Kevin adalah Ahsan. Keduanya pernah beberapa kali berpasangan di level klub.
Peluang Kevin duet dengan Hendra juga terbilang terbuka, terutama bila Ahsan kembali mengalami masalah cedera.
Dari materi pemain yang ada, Fajar/Rian bisa dibilang jadi ganda yang akan lebih sulit dipecah. Mereka akan jadi tumpuan, baik saat berperan sebagai ganda pertama maupun kedua.
Pada Piala Thomas 2020 di 2021 lalu, mentalitas Fajar/Rian sudah teruji tangguh. Fajar/Rian bisa menyumbang poin kemenangan ketika berlaga di semifinal dan final.
Sedangkan Fikri/Bagas tentu bakal diberikan kesempatan bermain lebih dulu di babak penyisihan. Penampilan mereka nanti akan jadi penentu peluang untuk diturunkan di fase menentukan selepas babak penyisihan grup.
Kevin juga bisa dipasangkan dengan salah satu dari Bagas atau Fikri. Hal ini mungkin terjadi bila pelatih ingin memajukan Fajar/Rian sebagai ganda pertama dan ingin Kevin membimbing salah satu dari Fikri atau Bagas agar lebih solid saat tampil sebagai ganda kedua.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Tunggal Harus Bugar
Jonatan Christie bisa masuk final di dua turnamen terakhir yang ia ikuti. (Arsip PBSI)
Merujuk pada pembagian grup, Indonesia sebagai unggulan pertama dan juara bertahan ada di grup berat. Indonesia tergabung dengan Korea Selatan, Thailand, dan Singapura.
Dalam daftar skuad yang ada, PP PBSI memutuskan mengirimkan lima pemain di sektor tunggal yaitu Anthony Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Syabda Perkasa Belawa, dan Tegar Sulistio.
Merujuk pada fase grup yang sudah terbilang berat dan menegangkan, menarik untuk melihat keputusan PP PBSI untuk menurunkan Syabda dan Tegar di lapangan.
Jika dibandingkan skuad ganda yang kehilangan Marcus, materi tunggal Indonesia juga saat ini tak sepenuhnya dalam kondisi menggembirakan.
Penampilan Anthony Ginting sedang menurun. (Dok. PBSI)
Anthony Ginting yang jadi tunggal pertama sedang dalam fase penurunan. Ginting belum bisa menunjukkan level terbaik di beberapa turnamen terakhir dan tersisih di babak awal.
Hal serupa juga dialami oleh Vito. Vito masih belum bisa tampil konsisten dalam turnamen yang ia mainkan.
Penampilan lebih baik dicatat oleh Jonatan Christie. Jonatan bisa juara di Swiss dan jadi runner up di Korea Open dalam dua turnamen terakhir yang diikuti.
Terlepas apapun kondisinya, Ginting, Jonatan, dan Vito harus dalam kondisi siap tempur di Piala Thomas 2022, terutama saat memasuki fase knock-out. Trio ini yang akan jadi tulang punggung utama bila mengacu pada pengalaman bertanding serta kesiapan mental berlaga di beregu dan sulit untuk digantikan Syabda maupun Tegar yang berstatus sebagai debutan.