Piala Thomas dan Indonesia yang Coba Hapus Cemas
Anthony Ginting harus diakui tengah dalam penurunan performa bila merujuk penampilannya dalam beberapa turnamen terakhir. Namun sosok Ginting tetaplah bakal jadi sosok penting dalam upaya Indonesia mempertahankan Piala Thomas tetap berada dalam pelukan.
Sebagai tunggal terbaik, Ginting akan selalu mengawali perjuangan Indonesia. Kemenangan Ginting akan berdampak penting bagi rekan-rekan lainnya di belakang.
Performa Ginting yang menurun juga tak bisa jadi pembenaran untuk menyimpan Ginting dan memajukan Jonatan Christie sebagai tunggal pertama di partai-partai penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, posisi Jonatan sebagai tunggal kedua sudah terbilang ideal dan menguntungkan bagi Indonesia. Jonatan yang sedang dalam grafik penampilan menanjak di atas kertas punya peluang menang lebih besar bila berhadapan dengan tunggal-tunggal kedua dari negara lainnya.
Belum lagi menimbang sosok pemain tunggal lainnya seperti Shesar Hiren Rhustavito, Tegar Sulistio, dan Syabda Perkasa Belawa yang levelnya masih di bawah Ginting dan Jonatan, baik dari segi mental maupun jam terbang untuk kejuaraan beregu.
Karena itu betapa besarnya tekanan yang dirasakan, Ginting harus tetap bertahan sambil mencari formula agar penampilan terbaiknya bisa kembali muncul di lapangan. Peran Ginting di Piala Thomas 2022 tidak akan bisa tergantikan.
Merujuk pada pembagian grup, jalan Indonesia di fase grup Thomas Cup tahun ini bisa dibilang lebih berat dibanding tahun lalu. Dengan kehadiran Korea Selatan, Thailand, dan Singapura, Indonesia tak bisa bersantai dan lengah karena masing-masing lawan punya potensi membuat kejutan.
Singapura punya Loh Kean Yew yang berstatus juara dunia, Thailand memiliki barisan tunggal yang tak bisa dipandang sebelah mata sedangkan Korea Selatan punya ganda yang cukup solid dan tunggal yang sering membuat kejutan.
Sebelum berbicara jauh tentang duel-duel sengit yang mungkin terjadi lawan calon juara lainnya di fase gugur, Indonesia memang mesti lebih dulu memastikan diri telah sukses menaklukkan perlawanan para penantang di babak penyisihan.
Perjuangan Indonesia sebagai raja yang ingin mempertahankan mahkota bakal sudah mulai terasa sejak hari pertama. Namun hal itu yang bisa jadi membentuk Indonesia lebih siap dan makin solid ketika turnamen memasuki fase penentuan.
Indonesia akan memulai misi mempertahankan Piala Thomas. Misi tersebut bakal sama terjalnya dengan saat mereka mengakhiri puasa gelar tahun lalu.
Tujuh bulan setelah kemenangan di Aarhus, Indonesia kembali hadir di gelaran Thomas Cup. Kali ini Indonesia bukan hanya berstatus sebagai unggulan pertama melainkan juga juara bertahan plus raja Thomas Cup lewat koleksi 14 gelar juara sepanjang sejarah.
Bila menimbang jarak yang hanya tujuh bulan, tentu perbedaan kekuatan tiap-tiap negara tidaklah terlalu jauh berbeda bila dibanding durasi normal Piala Thomas yang berjarak dua tahun. Namun hal itu tak lantas membuat Indonesia lepas dari segala kendala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah pertama Indonesia adalah cederanya Marcus Fernaldi Gideon. Kondisi ini membuat Indonesia kehilangan duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang merupakan pasangan nomor satu dunia.
Ketiadaan Minions membuat Indonesia kehilangan salah satu pilar yang mengantar mereka meraih trofi juara tahun lalu.
Masalah kedua adalah penampilan Anthony Sinisuka Ginting yang justru mengalami penurunan sejak sukses mengantar Indonesia juara Thomas Cup. Saat seri turnamen BWF memasuki tahun 2022, Ginting justru tenggelam dalam keterpurukan dan momen-momen kekalahan di babak awal.
Indonesia datang dengan status sebagai juara bertahan sekaligus unggulan pertama. (Arsip PBSI) |
Peran Ginting dalam Tim Indonesia di Piala Thomas tentu sangat vital. Ginting adalah tunggal terbaik yang berarti ia akan selalu mengawali pertarungan Indonesia di tiap laga.
Namun tiap perjalanan punya tantangan. Tiap ambisi bakal berhadapan dengan hal-hal yang mesti ditaklukkan. Hal inilah yang akan dicoba dihadapi oleh Indonesia di Piala Thomas nanti.
Ketiadaan Marcus di nomor ganda berarti peran Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali besar. Bila di Piala Thomas tahun lalu Ahsan dan Hendra lebih banyak berperan sebagai pendamping dan senior di luar lapangan, Ahsan/Hendra akan kembali sering turun berperang.
Merujuk pada penampilan di 2022, Ahsan/Hendra menunjukkan kemampuan untuk tetap bisa bersaing di level atas. India Open dan All England jadi bukti Ahsan/Hendra masih bisa jadi ganda yang menakutkan.
Permasalahan Ahsan/Hendra yang terlihat di 2022 ini adalah soal kebugaran. Karena itu harapan Ahsan/Hendra bebas cedera sepanjang Thomas Cup berlangsung adalah hal utama yang patut diapungkan.
Ahsan/Hendra masih mampu menjejakkan kaki di babak akhir pada beberapa turnamen di tahun ini. (Arsip PBSI) |
Bila Ahsan/Hendra bisa solid sebagai ganda pertama, posisi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan lebih mantap sebagai ganda kedua. Andai dibandingkan dengan ganda kedua negara-negara lain, Fajar/Rian bakal punya keunggulan.
Kehadiran juara All England Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana juga jadi kekuatan terkini Indonesia di nomor ganda. Fikri/Bagas kemungkinan besar bakal diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan di babak penyisihan.
Bila penampilan mereka dinilai meyakinkan, bukan mustahil Fikri/Bagas bisa terus diplot jadi andalan saat turnamen memasuki fase-fase penting.
Sosok Kevin Sanjaya Sukamuljo juga bisa jadi senjata lainnya Indonesia. Kehadiran Kevin nantinya bakal bergantung pada strategi yang diterapkan pelatih.
Bila pelatih butuh Kevin sebagai ganda pertama dan menginginkan Fajar/Rian sebagai ganda kedua, tentu Kevin akan dipasangkan dengan salah satu dari Ahsan atau Hendra. Sosok Ahsan jadi pasangan paling memungkinkan bagi Kevin meski Hendra juga punya peluang yang sama karena menimbang faktor jam terbang tinggi yang dimilikinya.
Andai Kevin diinginkan jadi ganda kedua, tentu ia harus berpasangan dengan salah satu Fajar atau Rian dengan Ahsan/Hendra jadi ganda pertama, atau berduet dengan salah satu dari Bagas atau Fikri.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Ginting Sosok Penting
Anthony Ginting adalah sosok penting dalam upaya Indonesia mempertahankan Piala Thomas. (Arsip PBSI)
Anthony Ginting harus diakui tengah dalam penurunan performa bila merujuk penampilannya dalam beberapa turnamen terakhir. Namun sosok Ginting tetaplah bakal jadi sosok penting dalam upaya Indonesia mempertahankan Piala Thomas tetap berada dalam pelukan.
Sebagai tunggal terbaik, Ginting akan selalu mengawali perjuangan Indonesia. Kemenangan Ginting akan berdampak penting bagi rekan-rekan lainnya di belakang.
Performa Ginting yang menurun juga tak bisa jadi pembenaran untuk menyimpan Ginting dan memajukan Jonatan Christie sebagai tunggal pertama di partai-partai penting.
Pasalnya, posisi Jonatan sebagai tunggal kedua sudah terbilang ideal dan menguntungkan bagi Indonesia. Jonatan yang sedang dalam grafik penampilan menanjak di atas kertas punya peluang menang lebih besar bila berhadapan dengan tunggal-tunggal kedua dari negara lainnya.
Belum lagi menimbang sosok pemain tunggal lainnya seperti Shesar Hiren Rhustavito, Tegar Sulistio, dan Syabda Perkasa Belawa yang levelnya masih di bawah Ginting dan Jonatan, baik dari segi mental maupun jam terbang untuk kejuaraan beregu.
Karena itu betapa besarnya tekanan yang dirasakan, Ginting harus tetap bertahan sambil mencari formula agar penampilan terbaiknya bisa kembali muncul di lapangan. Peran Ginting di Piala Thomas 2022 tidak akan bisa tergantikan.
Merujuk pada pembagian grup, jalan Indonesia di fase grup Thomas Cup tahun ini bisa dibilang lebih berat dibanding tahun lalu. Dengan kehadiran Korea Selatan, Thailand, dan Singapura, Indonesia tak bisa bersantai dan lengah karena masing-masing lawan punya potensi membuat kejutan.
Singapura punya Loh Kean Yew yang berstatus juara dunia, Thailand memiliki barisan tunggal yang tak bisa dipandang sebelah mata sedangkan Korea Selatan punya ganda yang cukup solid dan tunggal yang sering membuat kejutan.
Sebelum berbicara jauh tentang duel-duel sengit yang mungkin terjadi lawan calon juara lainnya di fase gugur, Indonesia memang mesti lebih dulu memastikan diri telah sukses menaklukkan perlawanan para penantang di babak penyisihan.
Perjuangan Indonesia sebagai raja yang ingin mempertahankan mahkota bakal sudah mulai terasa sejak hari pertama. Namun hal itu yang bisa jadi membentuk Indonesia lebih siap dan makin solid ketika turnamen memasuki fase penentuan.

Indonesia datang dengan status sebagai juara bertahan sekaligus unggulan pertama. (Arsip PBSI)
Ahsan/Hendra masih mampu menjejakkan kaki di babak akhir pada beberapa turnamen di tahun ini. (Arsip PBSI)