Indonesia vs Korea di Thomas Cup: Ada Duet Baru untuk Kevin?
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2022 20:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Salah satu hal yang menarik dinanti dalam duel Indonesia vs Korea adalah komposisi ganda Indonesia. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak hal menarik yang patut dinanti dalam duel Indonesia vs Korea Selatan di laga terakhir fase grup Thomas Cup termasuk kemungkinan pelatih menghadirkan racikan ganda dadakan.
Indonesia dan Korea sama-sama sudah memegang tiket menuju babak perempat final. Namun laga terakhir nanti bakal tetap krusial karena memperebutkan status juara grup.
Di atas kertas, status juara grup akan memperbesar peluang mendapatkan rute yang lebih ringan di babak perempat final. Hal itulah yang membuat gengsi duel Indonesia vs Korea diyakini bakal tetap besar.
Terlepas dari status juara grup, ada sejumlah hal yang bisa dimaksimalkan oleh Indonesia di laga terakhir lawan Korea termasuk persiapan menuju fase krusial turnamen yaitu babak perempat final.
Salah satunya tentu adalah perihal kesiapan ganda. Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi sudah menurunkan seluruh pemain ganda yang ia bawa ke Thomas Cup 2022.
Karena itu menarik untuk melihat hal yang bakal dilakukan Herry IP di laga lawan Korea. Ada sejumlah kemungkinan yang bakal dilakukan Herry IP di laga tersebut.
Pertama, Herry IP mematenkan dua ganda terbaik berdasarkan peringkat yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai bentuk persiapan menghadapi perempat final.
Kedua, Herry IP kembali menggunakan laga lawan Korea sebagai ajang uji coba untuk racikan ganda baru. Sebelumnya, Herry IP sudah memunculkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Bagas Maulana di duel lawan Thailand.
Bila Herry IP masih ingin menguji potensi pasangan terbaik untuk Kevin, laga lawan Korea adalah kesempatan terbaik sebelum turnamen memasuki masa penentuan.
Andai Herry IP ingin Kevin berdiri sebagai ganda pertama, tentu calon duetnya adalah Mohammad Ahsan atau Hendra Setiawan. Sedangkan bila Herry IP ingin Kevin tetap sebagai ganda kedua, calon alternatifnya tentu salah satu dari Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Bagas, dan Muhammad Shohibul Fikri.
Merujuk materi yang ada dan kualitas pasangan asli yang sudah ada di level tinggi, sepertinya tidak ada racikan pasangan dadakan lain tanpa melibatkan Kevin Sanjaya di Thomas Cup kali ini.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Hal menarik lainnya yang patut dinanti adalah pilihan tim pelatih di nomor tunggal terkait Anthony Ginting di laga lawan Korea.
Bila merujuk peluang menang di atas kertas, tentu Ginting harus diturunkan. Selain merujuk kualitas yang dimiliki Ginting, pilihan Ginting sebagai tunggal pertama juga berarti membuat Jonatan Christie tetap berdiri sebagai tunggal kedua dan Shesar Hiren Rhustavito sebagai tunggal ketiga.
Komposisi itu membuat peluang Indonesia merebut angka dari nomor tunggal terbuka lebar.
Namun dalam dua laga yang telah dilalui, Ginting selalu menelan kekalahan. Tak hanya itu, performa Ginting dalam beberapa bulan terakhir juga terbilang tengah menurun.
Karena itu, duel Indonesia vs Korea akan menghadirkan dua kemungkinan terkait Ginting. Pertama, Indonesia menurunkan komposisi terbaik dengan Ginting berada di dalamnya.
Jonatan Christie bakal jadi tunggal pertama bila Ginting tidak dimainkan oleh pelatih. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Pilihan itu berarti pelatih terus mendorong Ginting untuk kembali mendapatkan kepercayaan diri dengan terus menurunkannya di lapangan.
Kedua, tim pelatih memilih mengistirahatkan Ginting agar ia bisa mengatur ulang fokusnya. Dengan beristirahat, Ginting bisa mengambil jeda sebelum kembali bersiap menghadapi laga perempat final Thomas Cup.
Bila pilihan itu yang diambil oleh tim pelatih, berarti Jonatan akan turun sebagai tunggal pertama disusul Vito sebagai tunggal kedua. Posisi tunggal ketiga akan ditempati oleh salah satu dari Tegar Sulistio atau Syabda Perkasa.
Di atas kertas, sektor tunggal Indonesia masih bisa mengimbangi Korea meski tanpa Ginting. Karena itu, pilihan mengistirahatkan Ginting juga masuk akal bila tim pelatih merasa Ginting membutuhkan hal tersebut di titik ini.
Banyak hal menarik yang patut dinanti dalam duel Indonesia vs Korea Selatan di laga terakhir fase grup Thomas Cup termasuk kemungkinan pelatih menghadirkan racikan ganda dadakan.
Indonesia dan Korea sama-sama sudah memegang tiket menuju babak perempat final. Namun laga terakhir nanti bakal tetap krusial karena memperebutkan status juara grup.
Di atas kertas, status juara grup akan memperbesar peluang mendapatkan rute yang lebih ringan di babak perempat final. Hal itulah yang membuat gengsi duel Indonesia vs Korea diyakini bakal tetap besar.
Terlepas dari status juara grup, ada sejumlah hal yang bisa dimaksimalkan oleh Indonesia di laga terakhir lawan Korea termasuk persiapan menuju fase krusial turnamen yaitu babak perempat final.
Salah satunya tentu adalah perihal kesiapan ganda. Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi sudah menurunkan seluruh pemain ganda yang ia bawa ke Thomas Cup 2022.
Karena itu menarik untuk melihat hal yang bakal dilakukan Herry IP di laga lawan Korea. Ada sejumlah kemungkinan yang bakal dilakukan Herry IP di laga tersebut.
Pertama, Herry IP mematenkan dua ganda terbaik berdasarkan peringkat yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai bentuk persiapan menghadapi perempat final.
Kedua, Herry IP kembali menggunakan laga lawan Korea sebagai ajang uji coba untuk racikan ganda baru. Sebelumnya, Herry IP sudah memunculkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Bagas Maulana di duel lawan Thailand.
Bila Herry IP masih ingin menguji potensi pasangan terbaik untuk Kevin, laga lawan Korea adalah kesempatan terbaik sebelum turnamen memasuki masa penentuan.
Andai Herry IP ingin Kevin berdiri sebagai ganda pertama, tentu calon duetnya adalah Mohammad Ahsan atau Hendra Setiawan. Sedangkan bila Herry IP ingin Kevin tetap sebagai ganda kedua, calon alternatifnya tentu salah satu dari Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Bagas, dan Muhammad Shohibul Fikri.
Merujuk materi yang ada dan kualitas pasangan asli yang sudah ada di level tinggi, sepertinya tidak ada racikan pasangan dadakan lain tanpa melibatkan Kevin Sanjaya di Thomas Cup kali ini.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Ginting Ambil Jeda atau Dipacu di Lapangan?
Anthony Ginting kalah dalam dua laga yang ia mainkan di Thomas Cup. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Hal menarik lainnya yang patut dinanti adalah pilihan tim pelatih di nomor tunggal terkait Anthony Ginting di laga lawan Korea.
Bila merujuk peluang menang di atas kertas, tentu Ginting harus diturunkan. Selain merujuk kualitas yang dimiliki Ginting, pilihan Ginting sebagai tunggal pertama juga berarti membuat Jonatan Christie tetap berdiri sebagai tunggal kedua dan Shesar Hiren Rhustavito sebagai tunggal ketiga.
Komposisi itu membuat peluang Indonesia merebut angka dari nomor tunggal terbuka lebar.
Namun dalam dua laga yang telah dilalui, Ginting selalu menelan kekalahan. Tak hanya itu, performa Ginting dalam beberapa bulan terakhir juga terbilang tengah menurun.
Karena itu, duel Indonesia vs Korea akan menghadirkan dua kemungkinan terkait Ginting. Pertama, Indonesia menurunkan komposisi terbaik dengan Ginting berada di dalamnya.
Jonatan Christie bakal jadi tunggal pertama bila Ginting tidak dimainkan oleh pelatih. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Pilihan itu berarti pelatih terus mendorong Ginting untuk kembali mendapatkan kepercayaan diri dengan terus menurunkannya di lapangan.
Kedua, tim pelatih memilih mengistirahatkan Ginting agar ia bisa mengatur ulang fokusnya. Dengan beristirahat, Ginting bisa mengambil jeda sebelum kembali bersiap menghadapi laga perempat final Thomas Cup.
Bila pilihan itu yang diambil oleh tim pelatih, berarti Jonatan akan turun sebagai tunggal pertama disusul Vito sebagai tunggal kedua. Posisi tunggal ketiga akan ditempati oleh salah satu dari Tegar Sulistio atau Syabda Perkasa.
Di atas kertas, sektor tunggal Indonesia masih bisa mengimbangi Korea meski tanpa Ginting. Karena itu, pilihan mengistirahatkan Ginting juga masuk akal bila tim pelatih merasa Ginting membutuhkan hal tersebut di titik ini.