Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool benar-benar bersiap memasuki fase krusial dalam dua pekan mendatang di bulan Mei. The Reds bisa meraih empat gelar atau malah hanya harus puas dengan Piala Liga di tangan.
Setelah memenangkan Piala Liga di Februari, Liverpool tampil solid dan kompetitif di semua kompetisi yang mereka ikuti. Hasilnya, Liverpool lolos ke final Liga Champions dan final Piala FA.
Di Liga Inggris, performa impresif Liverpool juga membuahkan hasil. Jarak yang sempat jauh dengan Man City bisa dikejar Liverpool. Mereka bahkan sempat hanya berselisih satu poin dan beberapa kali untuk sesaat jadi pemuncak klasemen sebelum saat ini kembali berjarak tiga angka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kompetisi memasuki pekan-pekan terakhir, Liverpool masih punya harapan untuk memenangkan empat gelar. Namun upaya The Reds untuk menuntaskan mimpi besar tersebut tidak akan berjalan mudah di langkah-langkah terakhir.
Yang terdekat, Liverpool akan menghadapi Chelsea di final Piala FA, Senin (14/5). Laga ini akan jadi penentuan kehadiran gelar kedua di tangan Liverpool.
Ujian makin terasa keras untuk Liverpool bila menimbang kondisi fisik dan kebugaran pemain, termasuk risiko cedera seiring banyaknya laga yang dihadapi. Salah satu korban yang jatuh cedera adalah Fabinho.
Fabinho sudah dipastikan absen di final Piala FA dan bakal diupayakan bisa main di final Liga Champions akhir Mei mendatang.
Kasus Fabinho bisa jadi peringatan bagi Liverpool bahwa dua pekan ke depan tidak akan berjalan mudah bagi mereka. Menghadapi laga dengan intensitas tinggi seperti final Piala FA, ada risiko pemain kelelahan hingga cedera.
Kondisi cedera tentu bakal mempengaruhi kekuatan Liverpool di laga-laga berikutnya, termasuk final Liga Champions yang bakal jadi pertandingan terakhir Liverpool musim ini.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Dilema Liga dan Madrid yang Duduk Santai
Real Madrid bisa punya waktu istirahat panjang jelang final Liga Champions karena sudah memastikan gelar liga. (REUTERS/ISABEL INFANTES)
Liverpool bisa saja memilih jalan tengah dengan mengistirahatkan pemain usai final Piala FA dengan tidak menurunkan skuad terbaik di Liga Inggris saat menghadapi Southampton (17/5) dan Wolverhampton Wanderers (22/5).
Dengan demikian ada jeda dua pekan usai final Piala FA menuju final Liga Champions untuk istirahat, persiapan, dan juga meminimalisir risiko cedera.
Namun hal itu juga berarti ada ancaman besar mereka tidak bisa mengejar Man City yang terus berupaya berlari kencang memastikan gelar Liga Inggris selekasnya di tangan.
 Carlo Ancelotti bisa menggunakan sisa laga La Liga untuk eksperimen ataupun mengistirahatkan pemain. (REUTERS/ISABEL INFANTES) |
Sebagai ujian terakhir, Real Madrid yang akan jadi lawan di Liga Champions sudah 'duduk santai' menunggu partai final. Madrid memang masih menjalani tiga laga La Liga tetapi gelar Liga Spanyol sudah di tangan.
Dengan demikian, Carlo Ancelotti tidak punya tekanan wajib menang di laga domestik. Ia bisa menggunakan laga di La Liga sebagai uji coba formasi, menguji kemampuan pemain, dan bahkan menyimpan tenaga pemain.
Kondisi-kondisi itu yang dihadapi Liverpool saat ini. Liverpool bisa mengakhiri bulan Mei dengan empat gelar di tangan tetapi juga berisiko harus puas dengan gelar Piala Liga yang sudah mereka menangkan di Februari silam.
[Gambas:Video CNN]