Membongkar Kekuatan India, Calon Lawan Indonesia di Final Thomas Cup
CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 21:32 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kehadiran Lakshya Sen yang melejit tahun lalu membuat Kidambi Srikanth bisa bermain sebagai tunggal kedua. (AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Jakarta, CNN Indonesia --
India maju sebagai penantang Indonesia yang berupaya mempertahankan trofi Thomas Cup di edisi 2022. Bagaimana sebenarnya kekuatan India?
Kehadiran India di babak final Thomas Cup tentu merupakan sebuah kejutan. Sebelumnya, India berhasil menaklukkan Denmark yang diyakini punya kekuatan lebih bagus dan merata.
Namun, sukses India melangkah ke partai final jelas bukan kebetulan. Selain Denmark, Malaysia yang merupakan juara Kejuaraan Beregu Asia 2022 juga jadi korban dalam perjalanan India menuju partai final.
Melihat materi tim yang dimiliki India di Thomas Cup 2022, sejak awal India memang masuk dalam kategori tim kuda hitam. India punya kekuatan yang cukup merata di nomor tunggal dan bisa memberi ancaman di nomor ganda.
Pada nomor tunggal, India punya andalan baru bernama Lakshya Sen. Lakshya Sen melejit di tahun lalu dengan tampil impresif di sejumlah turnamen. Puncaknya, Lakshya Sen bisa meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2021.
Di Thomas Cup kali ini, Lakshya Sen memang menelan tiga kekalahan dalam duel lawan tiga pemain papan atas yaitu Chou Tien Chen, Lee Zii Jia, dan Viktor Axelsen. Tetapi kehadiran Lakshya Sen sebagai tunggal pertama India tetap perlu diwaspadai oleh Anthony Ginting.
Terlebih, Lakshya Sen punya modal kemenangan dalam duel sebelumnya lawan Ginting.
Keuntungan lain yang didapat India dari melejitnya Lakshya Sen tahun lalu adalah posisi peringkat dan urutan main di Thomas Cup. Dengan Lakshya Sen jadi tunggal terbaik, Kidambi Srikanth dan H.S Prannoy yang lebih berpengalaman bakal bermain di belakang.
Posisi tunggal kedua dan ketiga tentu lebih menguntungkan Kidambi dan Prannoy karena mereka berarti tak berduel lawan tunggal terbaik dari lawan. Terbukti, keduanya mendulang poin dalam laga lawan Malaysia dan Denmark.
Kidambi dan Prannoy adalah dua sosok matang kaya pengalaman yang berasal dari generasi yang sama. Kidambi bahkan pernah duduk di posisi nomor satu dunia di 2018 sedangkan Prannoy pernah menghiasi posisi 10 besar dunia beberapa tahun yang lalu.
Dua pemain matang dan kaya pengalaman ini yang menopang India dalam perjalanan mereka menuju babak final. Di babak final, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito mutlak harus mewaspadai kehadiran mereka.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Di nomor ganda, India punya Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Rankireddy/Shetty sudah sejak lama mengisi posisi 10 besar dunia meskipun sejauh ini belum mampu menembus zona lima besar dunia.
Sepanjang gelaran Thomas Cup 2022, Rankireddy/Shetty adalah andalan India untuk meraih poin. Kemenangan Rankireddy/Shetty yang selalu jadi awal kebangkitan India dalam duel lawan Malaysia dan Denmark.
Dari rekor pertemuan, Rankireddy/Shetty kalah 2-3 lawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan tak pernah menang dalam 11 duel lawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Namun lantaran Marcus tak ada dalam skuad dan menimbang penampilan laga sebelumnya, duet Ahsan/Kevin kemungkinan besar bakal kembali dimajukan. Pasangan Ahsan/Kevin pernah kalah dari Rankireddy/Shetty pada BATC, namun hal itu terjadi empat tahun silam sehingga tidak menggambarkan kekuatan terkini.
Sedangkan di partai keempat alias ganda kedua, India belum benar-benar punya pasangan yang meyakinkan untuk diturunkan. India punya M.R Arjun/Dhruv Kapila dan Krishna Prasad Gaaga/Vishnuvardhan Goud Panjala sebagai opsi untuk dimainkan di Thomas Cup sejauh ini.
Nomor ini jadi nomor yang selalu kehilangan angka dalam duel lawan Malaysia dan Denmark, juga ketika India kalah dari Taiwan dalam duel perebutan juara grup.
Prannoy termasuk pemain yang matang dan kaya pengalaman. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Berkaca pada penampilan India sepanjang gelaran Thomas Cuo 2022, kekuatan mereka ada pada empat nomor kecuali di nomor ganda kedua.
Di atas kertas, Indonesia tetap punya peluang bagus untuk mengalahkan India karena Indonesia juga terus menunjukkan grafik permainan yang menanjak dalam perjalanan menuju babak final.
India maju sebagai penantang Indonesia yang berupaya mempertahankan trofi Thomas Cup di edisi 2022. Bagaimana sebenarnya kekuatan India?
Kehadiran India di babak final Thomas Cup tentu merupakan sebuah kejutan. Sebelumnya, India berhasil menaklukkan Denmark yang diyakini punya kekuatan lebih bagus dan merata.
Namun, sukses India melangkah ke partai final jelas bukan kebetulan. Selain Denmark, Malaysia yang merupakan juara Kejuaraan Beregu Asia 2022 juga jadi korban dalam perjalanan India menuju partai final.
Melihat materi tim yang dimiliki India di Thomas Cup 2022, sejak awal India memang masuk dalam kategori tim kuda hitam. India punya kekuatan yang cukup merata di nomor tunggal dan bisa memberi ancaman di nomor ganda.
Pada nomor tunggal, India punya andalan baru bernama Lakshya Sen. Lakshya Sen melejit di tahun lalu dengan tampil impresif di sejumlah turnamen. Puncaknya, Lakshya Sen bisa meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2021.
Di Thomas Cup kali ini, Lakshya Sen memang menelan tiga kekalahan dalam duel lawan tiga pemain papan atas yaitu Chou Tien Chen, Lee Zii Jia, dan Viktor Axelsen. Tetapi kehadiran Lakshya Sen sebagai tunggal pertama India tetap perlu diwaspadai oleh Anthony Ginting.
Terlebih, Lakshya Sen punya modal kemenangan dalam duel sebelumnya lawan Ginting.
Keuntungan lain yang didapat India dari melejitnya Lakshya Sen tahun lalu adalah posisi peringkat dan urutan main di Thomas Cup. Dengan Lakshya Sen jadi tunggal terbaik, Kidambi Srikanth dan H.S Prannoy yang lebih berpengalaman bakal bermain di belakang.
Posisi tunggal kedua dan ketiga tentu lebih menguntungkan Kidambi dan Prannoy karena mereka berarti tak berduel lawan tunggal terbaik dari lawan. Terbukti, keduanya mendulang poin dalam laga lawan Malaysia dan Denmark.
Kidambi dan Prannoy adalah dua sosok matang kaya pengalaman yang berasal dari generasi yang sama. Kidambi bahkan pernah duduk di posisi nomor satu dunia di 2018 sedangkan Prannoy pernah menghiasi posisi 10 besar dunia beberapa tahun yang lalu.
Dua pemain matang dan kaya pengalaman ini yang menopang India dalam perjalanan mereka menuju babak final. Di babak final, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito mutlak harus mewaspadai kehadiran mereka.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Ancaman Rankireddy/Shetty
Rankireddy/Shetty merupakan tulang punggung India di Thomas Cup 2022. (AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Di nomor ganda, India punya Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Rankireddy/Shetty sudah sejak lama mengisi posisi 10 besar dunia meskipun sejauh ini belum mampu menembus zona lima besar dunia.
Sepanjang gelaran Thomas Cup 2022, Rankireddy/Shetty adalah andalan India untuk meraih poin. Kemenangan Rankireddy/Shetty yang selalu jadi awal kebangkitan India dalam duel lawan Malaysia dan Denmark.
Dari rekor pertemuan, Rankireddy/Shetty kalah 2-3 lawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan tak pernah menang dalam 11 duel lawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Namun lantaran Marcus tak ada dalam skuad dan menimbang penampilan laga sebelumnya, duet Ahsan/Kevin kemungkinan besar bakal kembali dimajukan. Pasangan Ahsan/Kevin pernah kalah dari Rankireddy/Shetty pada BATC, namun hal itu terjadi empat tahun silam sehingga tidak menggambarkan kekuatan terkini.
Sedangkan di partai keempat alias ganda kedua, India belum benar-benar punya pasangan yang meyakinkan untuk diturunkan. India punya M.R Arjun/Dhruv Kapila dan Krishna Prasad Gaaga/Vishnuvardhan Goud Panjala sebagai opsi untuk dimainkan di Thomas Cup sejauh ini.
Nomor ini jadi nomor yang selalu kehilangan angka dalam duel lawan Malaysia dan Denmark, juga ketika India kalah dari Taiwan dalam duel perebutan juara grup.
Prannoy termasuk pemain yang matang dan kaya pengalaman. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Berkaca pada penampilan India sepanjang gelaran Thomas Cuo 2022, kekuatan mereka ada pada empat nomor kecuali di nomor ganda kedua.
Di atas kertas, Indonesia tetap punya peluang bagus untuk mengalahkan India karena Indonesia juga terus menunjukkan grafik permainan yang menanjak dalam perjalanan menuju babak final.