ANALISIS

Timnas Indonesia Gagal di SEA Games, Salah Siapa?

jal | CNN Indonesia
Jumat, 20 Mei 2022 20:21 WIB
Timnas Indonesia Gagal di SEA Games, Salah Siapa?
Shin Tae Yong gagal menciptakan formula terbaik di Timnas Indonesia U-23. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Namun faktanya Timnas Indonesia U-23 tidak pernah benar-benar mampu tampil impresif di SEA Games. Di laga pembuka Timnas Indonesia U-23 di luar dugaan takluk dengan skor telak 0-3 dari Vietnam.

Timnas Indonesia U-23 kedodoran di babak kedua sehingga tiga gol harus bersarang ke gawang Muhammad Adisatryo. Setelah itu perbaikan mulai terlihat dengan meraih tiga kemenangan beruntun atas Timor Leste, Filipina, dan Myanmar.

Timnas Indonesia U-23 pun melenggang ke semifinal tetapi tidak dengan performa yang benar-benar meyakinkan. Timnas Indonesia U-23 belum berada di level tim yang solid dan siap untuk bersaing meraih medali emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu pun terbukti melawan Thailand. Timnas Indonesia U-23 gagal menaklukkan tim Gajah Perang yang sebetulnya bermain tidak istimewa sepanjang pertandingan.

Pedihnya lagi tiga pemain Timnas Indonesia yakni Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, dan Firza Andika diganjar kartu merah oleh wasit.

Kegagalan meraih medali emas ini juga memunculkan beberapa catatan. Performa Marc Klok sebagai dirigen permainan tidak pernah pernah benar-benar mempesona dan absennya Pratama Arhan juga membuat sektor kiri pertahanan minim daya ledak.

Pos kanan pertahanan juga memiliki masalah serupa. Tak ada pemain yang mampu memberikan keseimbangan seperti yang ditunjukkan oleh Asnawi Mangkualam.

Semua hal ini jelas bermuara kepada Shin Tae Yong sebagai juru taktik. Pelatih berusia 51 itu gagal menciptakan sebuah tim yang benar-benar ditakuti lawan seperti Piala AFF 2020.

Banner Testimoni

Pelatih kelahiran Yeongdeok itu juga dalam beberapa kesempatan melakukan pergantian yang tergolong aneh. Dan yang paling utama tentu Shin Tae Yong tidak lagi datang kejutan-kejutan taktik seperti di Piala AFF 2020. Ia bak kehilangan magisnya di ajang ini.

Kegagalan di SEA Games 2021 jelas harus menjadi pelajaran buat Shin Tae Yong untuk berbenah. Terlebih akan ada agenda-agenda lain yang menunggu Timnas Indonesia salah satunya Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Juni mendatang.

(har)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia U-23 harus menerima kenyataan pahit kembali gagal mewujudkan misi meraih medali emas SEA Games 2021 (2022).

Langkah Timnas Indonesia U-23 terhenti bukan di babak final seperti SEA Games edisi sebelumnya. Kali ini skuad asuhan Shin Tae Yong sudah kandas di babak semifinal usai takluk dari Thailand.

Tim Garuda Muda tidak mampu berbicara banyak melawan Thailand yang melakoni persiapan lebih singkat menghadapi SEA Games edisi ke-31. Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan takluk lewat gol semata wayang Weerathep Pomphan di babak pertama masa perpanjangan waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegagalan itu jelas terasa menyesakkan. Bukan hanya bagi pemain, staf pelatih, atau ofisial tetapi tentu saja buat pencinta sepak bola di tanah air.

Suporter Timnas Indonesia kembali harus berlapang dada. Suporter tim Merah Putih harus kembali bersabar menunggu saat medali emas atau piala itu datang untuk dirayakan bersama.

Pesepak bola Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Thailand Benjamin James Davis (kedua kanan) dalam pertandingan semifinal sepak bola SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Vietnam, Kamis (19/5/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.Timnas Indonesia takluk dari Thailand di semifinal SEA Games 2021. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jelas bukan perkara mudah untuk mencoba tetap bersabar. Apalagi sejatinya harapan menjadi juara telah dititipkan kepada Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021.

Publik percaya Timnas Indonesia U-23 bisa meraih medali emas yang sudah terlalu lama gagal digenggam. Indonesia terakhir kali berada di podium tertinggi tahun 1991, di SEA Games Manila, Filipina.

Modalnya tentu bukan semata target meraih medali emas yang dipatok PSSI kepada Timnas Indonesia U-23. Tetapi lebih kepada materi pemain yang dibawa Shin Tae Yong ke SEA Games 2021.

Timnas Indonesia U-23 datang ke ajang ini dengan materi pemain yang terbilang mumpuni. Pemain-pemain alumnus Piala AFF 2020 jadi kerangka utama dalam racikan Shin Tae Yong.

Banner live streaming MotoGP 2022

Dari segi materi pemain, Timnas Indonesia U-23 jelas tidak kalah dari Thailand atau atau tuan rumah Vietnam. Bahkan jika dibandingkan dengan Malaysia yang akan jadi lawan dalam perebutan medali perunggu, tim Garuda Muda lebih unggul karena Harimau Muda datang tanpa memenuhi kuota tiga pemain di atas usia 23 tahun.



Persiapan tim dengan melakukan pemusatan latihan di luar negeri pun tidak menemui kendala berarti. Timnas Indonesia U-23 menyelesaikan TC di Korea Selatan dengan hasil satu kemenangan dan dua kali kalah dalam laga uji coba.

Persiapan Timnas Indonesia U-23 tergolong cukup mulus. Bahkan jauh lebih baik ketimbang Thailand yang dihadapkan pada masa persiapan yang mepet.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

Shin Tae Yong Tak Berkutik

Shin Tae Yong gagal menciptakan formula terbaik di Timnas Indonesia U-23. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Namun faktanya Timnas Indonesia U-23 tidak pernah benar-benar mampu tampil impresif di SEA Games. Di laga pembuka Timnas Indonesia U-23 di luar dugaan takluk dengan skor telak 0-3 dari Vietnam.

Timnas Indonesia U-23 kedodoran di babak kedua sehingga tiga gol harus bersarang ke gawang Muhammad Adisatryo. Setelah itu perbaikan mulai terlihat dengan meraih tiga kemenangan beruntun atas Timor Leste, Filipina, dan Myanmar.

Timnas Indonesia U-23 pun melenggang ke semifinal tetapi tidak dengan performa yang benar-benar meyakinkan. Timnas Indonesia U-23 belum berada di level tim yang solid dan siap untuk bersaing meraih medali emas.

Hal itu pun terbukti melawan Thailand. Timnas Indonesia U-23 gagal menaklukkan tim Gajah Perang yang sebetulnya bermain tidak istimewa sepanjang pertandingan.

Pedihnya lagi tiga pemain Timnas Indonesia yakni Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, dan Firza Andika diganjar kartu merah oleh wasit.

Kegagalan meraih medali emas ini juga memunculkan beberapa catatan. Performa Marc Klok sebagai dirigen permainan tidak pernah pernah benar-benar mempesona dan absennya Pratama Arhan juga membuat sektor kiri pertahanan minim daya ledak.

Pos kanan pertahanan juga memiliki masalah serupa. Tak ada pemain yang mampu memberikan keseimbangan seperti yang ditunjukkan oleh Asnawi Mangkualam.

Semua hal ini jelas bermuara kepada Shin Tae Yong sebagai juru taktik. Pelatih berusia 51 itu gagal menciptakan sebuah tim yang benar-benar ditakuti lawan seperti Piala AFF 2020.

Banner Testimoni

Pelatih kelahiran Yeongdeok itu juga dalam beberapa kesempatan melakukan pergantian yang tergolong aneh. Dan yang paling utama tentu Shin Tae Yong tidak lagi datang kejutan-kejutan taktik seperti di Piala AFF 2020. Ia bak kehilangan magisnya di ajang ini.

Kegagalan di SEA Games 2021 jelas harus menjadi pelajaran buat Shin Tae Yong untuk berbenah. Terlebih akan ada agenda-agenda lain yang menunggu Timnas Indonesia salah satunya Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Juni mendatang.

[Gambas:Video CNN]


HALAMAN:
1 2