LAPORAN DARI VIETNAM

Rahmat Erwin, Pemburu Undur-undur Pemecah Rekor SEA Games

Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mei 2022 15:48 WIB
Rahmat Erwin, Pemburu Undur-undur Pemecah Rekor SEA Games
Rahmat Erwin Abdullah pertahankan emas SEA Games di kelas 73putra. (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)

Saat selebrasi pengalungan medali emas angkat besi kelas 73kg putra, Rahmat Erwin Abdullah berlari ke ruangan atlet. Pemuda 21 tahun ini ingin mengambil telepon genggamnya di ruang pemanasan.

Rahmat bukan ingin swafoto, melainkan menunjukkan tulisan hitam putih yang ia buat pada Jumat (20/5) malam. Tulisan yang dipajang peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini adalah 'EZ'.

Para jurnalis awalnya mengira kode 'EZ' tersebut adalah nama seorang gadis yang dicintai Rahmat. Rahmat pun awalnya tak ingin berterus terang saat ditanya dalam jumpa pers bersama Menpora Zainudin Amali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ditanya kembali seusai jumpa pers itu, pemuda asal Makassar ini akhirnya berterus terang. Ini adalah pesan yang ingin disampaikannya bahwa emas SEA Games kali ini mudah diraihnya.

"Selebrasi 'EZ' itu easy. Iya untuk dapat emasnya mudah, tetapi kan aku ada target sendiri, tapi miss. Aku udah siapin semalam. Inspirasinya? ada aja. Aku mau tulis 'well plate bro' tapi ga kebaca nanti," katanya.

Dalam perlombaan ini Rahmat memang gagal memenuhi ambisinya memecahkan rekor angkatan clean and jerk kelas 73kg. Sejatinya Rahmat bisa mengangkat beban seberat 200kg, tetapi ada kesalahan teknik.

Rahmat mengatakan, dalam sesi latihan di Jakarta angkatan 200kg telah ia lampaui. Karenanya ia optimis bisa memecahkan rekor dunia. Erwin Abdullah juga membenarkan angkatan 200kg telah dilewati.

"Sudah 200 kilo, cuma itu posisi dengan berat badan mungkin lebih. Itu menjadi PR kita lagi bagaimana dengan masalah gizi dan metode latihan yang tepat. Lalu kurangi nakal-nakalnya juga," kata Erwin.

Erwin menjelaskan, salah satu alasan kegagalan dalam angkatan 200kg karena teknik. Posisi awal Rahmat sudah baik atau pas, tetapi saat bangkit dengan beban, titik tungkainya tidak dalam posisi ideal.

"Kalau saya lihat karena tungkai bawah. Pas tarikan kaki yang ke belakang itu titik berat lewat tipis. Jadi tangan sekuat apapun pasti goyang," ucap lelaki yang juga mantan atlet nasional ini.

Sedikit keberuntungan, Asian Games 2022 ditunda ke 2023, sehingga Rahmat punya waktu untuk bersiap. Targetnya ke depan adalah meraih medali Asian Games, lantas meraih tiket lolos ke Olimpiade Paris 2024.

(jun)
Hanoi, CNN Indonesia --

Langkah kaki Rahmat Erwin Abdullah paten ke atas panggung. Tak ada rasa gugup di sorotan matanya saat tampil di SEA Games 2021 (2022), Sabtu (21/5).

Beban seberat 142kg, kemudian 150kg, dan terakhir 155kg dalam kategori snatch dengan mudah ia lahap. Angkatan kedua dan ketiganya sekaligus mempertajam rekor SEA Games yang ia torehkan pada 2019, yaitu 147kg.

Kemudian Rahmat memulai angkatan clean and jerk dengan beban 180kg, disusul 190kg pada angkatan kedua. Kedua angkatan ini sama seperti snatch, mempertajam rekor SEA Games atas namanya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang angkatan ketiga seberat 200kg gagal dituntaskan. Jika berhasil, rekor dunia akan putus. Rekor clean and jerk dunia adalah 198kg yang saat ini dipegang Shi Zhiyong asal China.

Ayah Rahmat yang sekaligus pelatihnya, Erwin Abdullah, tak bisa menahan haru atas prestasi anaknya tersebut. Matanya berkaca-kaca saat CNNIndonesia.com menyalaminya memberi selamat.

"Sayang yang terakhir gagal," ucap Erwin lirih. Sejurus kemudian Erwin tetap larut dalam bahagia. Mempertahankan medali emas SEA Games, meski bukan hal mengejutkan, tetap pula harus disyukuri.

Erwin mengisahkan, Rahmat sudah berkenalan dengan angkat besi sejak usia delapan tahun. Awalnya Erwin tak mengetahui anaknya suka dengan dunia yang juga ia geluti sejak masa muda tersebut.

"Dari kecil dia sendiri [yang mau]. Pas tidur badannya kok keringatan, ternyata karena push up, squat jump sendiri. Itu usia delapan tahun. Waktu saya dulu latihan pelatnas dia ikut," kata Erwin mengisahkan.

"Kalau kita latihan dia ikut. Waktu libur penginnya nyari undur-undur. Nanti kalau dapat undur-undur buat mainan. Abis itu baru mau latihan. Kalau tidak dapat undur-undur, tidak mau latihan," ucapnya.

Banner live streaming MotoGP 2022

Menurut Erwin, melatih anak sendiri pun bukan perkara mudah. Apalagi saat ini Rahmat sudah beranjak dewasa. Ada masanya Rahmat ingin bebas seperti remaja pada umumnya, yang itu tak bisa karena dia atlet.

"Ngelatih anak itu susah. Banyak hal-hal yang tidak terduga. Misalnya sekarang usianya yang sudah beranjak dewasa, dia kepengin macem-macem terus main game. Tetapi semakin ke sini dia sudah sangat paham," ucap Erwin.

Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>

Makna Simbol 'EZ' Rahmat Erwin

Rahmat Erwin Abdullah pertahankan emas SEA Games di kelas 73putra. (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)

Saat selebrasi pengalungan medali emas angkat besi kelas 73kg putra, Rahmat Erwin Abdullah berlari ke ruangan atlet. Pemuda 21 tahun ini ingin mengambil telepon genggamnya di ruang pemanasan.

Rahmat bukan ingin swafoto, melainkan menunjukkan tulisan hitam putih yang ia buat pada Jumat (20/5) malam. Tulisan yang dipajang peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini adalah 'EZ'.

Para jurnalis awalnya mengira kode 'EZ' tersebut adalah nama seorang gadis yang dicintai Rahmat. Rahmat pun awalnya tak ingin berterus terang saat ditanya dalam jumpa pers bersama Menpora Zainudin Amali.

Namun, ditanya kembali seusai jumpa pers itu, pemuda asal Makassar ini akhirnya berterus terang. Ini adalah pesan yang ingin disampaikannya bahwa emas SEA Games kali ini mudah diraihnya.

"Selebrasi 'EZ' itu easy. Iya untuk dapat emasnya mudah, tetapi kan aku ada target sendiri, tapi miss. Aku udah siapin semalam. Inspirasinya? ada aja. Aku mau tulis 'well plate bro' tapi ga kebaca nanti," katanya.

Dalam perlombaan ini Rahmat memang gagal memenuhi ambisinya memecahkan rekor angkatan clean and jerk kelas 73kg. Sejatinya Rahmat bisa mengangkat beban seberat 200kg, tetapi ada kesalahan teknik.

Rahmat mengatakan, dalam sesi latihan di Jakarta angkatan 200kg telah ia lampaui. Karenanya ia optimis bisa memecahkan rekor dunia. Erwin Abdullah juga membenarkan angkatan 200kg telah dilewati.

"Sudah 200 kilo, cuma itu posisi dengan berat badan mungkin lebih. Itu menjadi PR kita lagi bagaimana dengan masalah gizi dan metode latihan yang tepat. Lalu kurangi nakal-nakalnya juga," kata Erwin.

[Gambas:Photo CNN]

Erwin menjelaskan, salah satu alasan kegagalan dalam angkatan 200kg karena teknik. Posisi awal Rahmat sudah baik atau pas, tetapi saat bangkit dengan beban, titik tungkainya tidak dalam posisi ideal.

"Kalau saya lihat karena tungkai bawah. Pas tarikan kaki yang ke belakang itu titik berat lewat tipis. Jadi tangan sekuat apapun pasti goyang," ucap lelaki yang juga mantan atlet nasional ini.

Sedikit keberuntungan, Asian Games 2022 ditunda ke 2023, sehingga Rahmat punya waktu untuk bersiap. Targetnya ke depan adalah meraih medali Asian Games, lantas meraih tiket lolos ke Olimpiade Paris 2024.

[Gambas:Video CNN]


HALAMAN:
1 2