Pembalap Formula E Cerita Soal Kesulitan Balapan di Jakarta

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jun 2022 19:39 WIB
Para pembalap Formula E mengungkapkan kesulitan yang akan dihadapi pada balapan Jakarta E-Prix, Sabtu (4/6). Pembalap Formula E sedang berjalan di paddock Sirkuit Ancol. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pembalap Formula E mengungkapkan kesulitan yang akan dihadapi pada balapan Jakarta E-Prix, Sabtu (4/6).

Pembalap Formula E tim Mercedes-EQ, Stoffel Vandoorne menyebut suhu udara di Jakarta menjadi aspek yang paling menyulitkan jelang balapan Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC).

"Suhu udara sangat tinggi di sini, ban mobil mungkin akan terdampak nanti. Tapi kami harus berusaha untuk memperjuangkan posisi depan," katanya dalam konferensi pers, Jumat (3/6).


Mantan pembalap F1 itu tak memiliki target spesifik di Jakarta E-Prix. Namun sebagai pemimpin klasemen pembalap dengan 111 poin, Vandoorne ingin menjaga jarak aman dari Edoardo Mortara yang menempel di urutan kedua dengan 99 poin.

"Kami punya kesempatan untuk terus memimpin. Tapi fokus kami adalah kepada akhir pekan ini untuk mendapatkan balapan yang baik. Mobil kami punya kemampuan meski ada banyak tantangan di sini," ujar Vandoorne.

Sementara pembalap Mercedes-EQ lainnya, Nyck De Vries juga berpendapat suhu udara di Jakarta akan menjadi tantangan paling berat selama balapan.

[Gambas:Video CNN]

Pembalap keturunan Indonesia itu berharap timnya bisa mengatur segala aspek agar mobilnya dapat melesat demi posisi terdepan.

"Menurut saya yang paling sulit itu temperatur, baterai, dan roda. Jadi ada banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan beserta konsekuensinya. Itu bakal jadi tantangan buat semuanya," kata De Vries.

Suhu udara pun menjadi kesulitan bagi pembalap ROKiT Venturi Racing Lucas Di Grassi. Meski sudah mempelajari karakter sirkuit di Jakarta melalui simulator, ia mengaku harus siap dengan segala kemungkinan dalam balapan debut Jakarta E-Prix.

Banner live streaming MotoGP 2022

Pembalap asalBrasil itu ingin memanfaatkan kesamaan iklim di kampung halamannya di Sao Paulo dalam adaptasi.

"[Suasana] di sini sangat mirip dengan Brasil. Memang yang tersulit adalah [udara] panas, baterai, dan roda. Untuk mengatur itu manajemen harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," ucapnya.



(ikh/rhr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER