Indonesia vs Kuwait: Apa yang Harus Dilakukan Shin Tae Yong?
CNN Indonesia
Rabu, 08 Jun 2022 08:43 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemain Timnas Indonesia Stefano Lilipaly saat melepaskan tembakan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bukan hanya harus mewaspadai serangan udara Kuwait, Timnas Indonesia juga perlu mengantisipasi serangan balik dari tim berjulukan Al Azraq ini.
Pasalnya, serangan balik Kuwait juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi pertahanan Indonesia lantaran mereka memiliki pemain-pemain yang punya kecepatan.
Lini pertahanan Indonesia memang akan menjadi kunci dalam kesuksesan tim asuhan Shin Tae Yong dalam menjinakkan Kuwait. Seperti diketahui sektor pertahanan masih menjadi salah satu titik lemah dari Timnas Indonesia di beberapa laga terakhir.
Selain itu para pemain Indonesia juga harus mengurangi kesalahan-kesalahan elementer seperti passing dan kontrol yang kerap terlihat dalam beberapa partai sebelumnya.
Meski demikian Indonesia juga masih memiliki potensi untuk mengalahkan Kuwait dalam pertandingan ini. Timnas Indonesia memiliki amunisi lini serang yang punya kecepatan seperti Irfan Jaya, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, dan Stefano Lilipaly.
Kecepatan para pemain di lini depan Indonesia ini bisa menjadi senjata Tim Garuda untuk menciptakan peluang terbaik. Dan setiap peluang sekecil apapun yang didapat Indonesia diharapkan bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Di sisi lain Kuwait juga setidaknya telah sedikit mengenal gaya bermain Indonesia, salah satunya lewat rekaman video pertandingan saat melawan Bangladesh.
Selain itu tim berjulukan The Blue Wave ini juga telah menjajal tim yang secara karakter mirip dengan Indonesia, yakni Singapura.
Kuwait melakoni uji coba melawan Singapura pada Rabu (1/6) lalu dan berhasil menang 2-0. Kuwait memilih lawan Singapura bukan tanpa alasan.
Selain postur tubuh pemain yang sama, ranking FIFA kedua negara juga dekat. Singapura peringkat ke-158, sedangkan Indonesia peringkat ke-159. Sehingga Singapura dinilai lawan cocok jelang melawan Indonesia.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait, pada Rabu (8/6) malam.
Kuwait dianggap sebagai salah satu lawan terkuat Indonesia di Grup A setelah Yordania. Secara peringkat FIFA Kuwait juga menempati posisi yang lebih baik ketimbang Indonesia.
Saat ini Kuwait berada di posisi ke-146 ranking FIFA, sedangkan Indonesia menduduki posisi ke-159.
Meski demikian Indonesia harus tetap percaya diri dan optimistis bisa memberikan kejutan pada tim tuan rumah. Setidaknya ada beberapa cara agar Indonesia bisa menang atas Kuwait.
Pertama, tim asuhan Shin Tae Yong dapat menerapkan strategi high pressing. Strategi ini akan membuat Kuwait sulit memiliki kesempatan untuk mengembangkan permainan karena pemain Indonesia akan menutup celah lawan untuk membuat operan.
Namun, strategi high pressing ini menuntut kerja keras, fokus, fisik, serta kekompakan dari seluruh pemain. Lewat strategi high pressing ini juga para pemain Indonesia diharapkan bisa mencuri bola di zona pertahanan Kuwait untuk menciptakan peluang.
Selain itu pemain Kuwait juga dikenal memiliki postur tubuh yang tinggi dan kuat dalam duel satu lawan satu.
Situasi ini harus diantisipasi oleh Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan. Para pemain Timnas Indonesia harus berani duel dan berupaya memenangkan pertarungan di setiap lini permainan.
Hal lain yang juga harus diwaspadai Timnas Indonesia adalah serangan set piece dan counter attack dari Kuwait. Dengan memiliki postur tubuh yang tinggi Kuwait akan memiliki keuntungan saat mendapatkan situasi serangan lewat bola mati baik itu tendangan bebas ataupun sepak pojok.
Oleh karena itu para pemain Indonesia harus berusaha menghindari pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu yang membuat lawan mendapatkan tendangan bebas dan bisa berujung pada hukuman kartu pada pemain Garuda.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Waspada Serangan Udara dan Serangan Balik Kuwait
Pemain Timnas Indonesia Stefano Lilipaly saat melepaskan tembakan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bukan hanya harus mewaspadai serangan udara Kuwait, Timnas Indonesia juga perlu mengantisipasi serangan balik dari tim berjulukan Al Azraq ini.
Pasalnya, serangan balik Kuwait juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi pertahanan Indonesia lantaran mereka memiliki pemain-pemain yang punya kecepatan.
Lini pertahanan Indonesia memang akan menjadi kunci dalam kesuksesan tim asuhan Shin Tae Yong dalam menjinakkan Kuwait. Seperti diketahui sektor pertahanan masih menjadi salah satu titik lemah dari Timnas Indonesia di beberapa laga terakhir.
Selain itu para pemain Indonesia juga harus mengurangi kesalahan-kesalahan elementer seperti passing dan kontrol yang kerap terlihat dalam beberapa partai sebelumnya.
Meski demikian Indonesia juga masih memiliki potensi untuk mengalahkan Kuwait dalam pertandingan ini. Timnas Indonesia memiliki amunisi lini serang yang punya kecepatan seperti Irfan Jaya, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, dan Stefano Lilipaly.
Kecepatan para pemain di lini depan Indonesia ini bisa menjadi senjata Tim Garuda untuk menciptakan peluang terbaik. Dan setiap peluang sekecil apapun yang didapat Indonesia diharapkan bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Di sisi lain Kuwait juga setidaknya telah sedikit mengenal gaya bermain Indonesia, salah satunya lewat rekaman video pertandingan saat melawan Bangladesh.
Selain itu tim berjulukan The Blue Wave ini juga telah menjajal tim yang secara karakter mirip dengan Indonesia, yakni Singapura.
Kuwait melakoni uji coba melawan Singapura pada Rabu (1/6) lalu dan berhasil menang 2-0. Kuwait memilih lawan Singapura bukan tanpa alasan.
Selain postur tubuh pemain yang sama, ranking FIFA kedua negara juga dekat. Singapura peringkat ke-158, sedangkan Indonesia peringkat ke-159. Sehingga Singapura dinilai lawan cocok jelang melawan Indonesia.