Eko Roni Simpan Asa Unjuk Gigi di ONE 161: Moraes vs Johnson Jilid II

One Champhionship | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jun 2022 18:49 WIB
Eko Roni Saputra, petarung kelahiran Samarinda, menyimpan asa untuk bisa unjuk gigi di ajang ONE 161: Moraes vs Johnson jilid II pada Agustus mendatang. Eko Roni Saputra, petarung kelahiran Samarinda, menyimpan asa untuk bisa unjuk gigi di ajang ONE 161: Moraes vs Johnson jilid II pada Agustus mendatang. (Arsip ONE Championship).
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung Indonesia, Eko Roni Saputra antusias menantikan ONE 161: Moraes vs Johnson II pada 26 Agustus mendatang. Dia sendiri menyimpan asa dapat bertarung dalam ajang yang tayang di waktu utama (prime time) Amerika Serikat dan disiarkan lewat Amazon Prime Video tersebut.

Di laga puncak, ONE 161 akan menampilkan laga antara Juara Dunia ONE Flyweight Adriano Moraes (19-3-0) menghadapi Demetrious Johnson (30-4-1), salah satu seniman bela diri campuran (MMA) terbaik sepanjang masa. Pada April 2021 lalu, Moraes mengejutkan dunia usai menjadi orang pertama yang menang lewat TKO atas DJ, sapaan akrab atlet asal Amerika tersebut.

"Mudah-mudahan ada panggilan agar saya bisa main. Saya pribadi tentu ingin agar bisa lebih luas dikenal orang. Sebenarnya ONE Championship sudah terkenal di dunia, tapi kalau bisa tayang pas jam prime time Amerika akan lebih bagus lagi," ujar Eko Roni dalam keterangannya, Jumat (10/6).


Eko Roni sendiri memberi pandangannya terkait pertarungan Moraes vs DJ jilid II tersebut. Menurutnya DJ akan lebih waspada berdasarkan pertarungan pertama.

"DJ pasti akan lebih waspada karena kemarin dia seperti kecolongan kena serangan lutut. Prediksi saya 50:50. Dalam laga pertama, belum bisa dinilai karena pertarungan tidak berjalan lama. Jadi belum kelihatan strategi permainannya," ujar pria kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 31 tahun silam ini.

Sebagai informasi, Moraes melawan DJ di pertaungan pertama bertajuk ONE on TNT I tersebut, sebuah serangan lutut tajam dari Moraes pada ronde kedua membuat DJ tersungkur. Dengan cepat, wasit menghentikan laga dan Moraes pun dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam ajang ONE X pada Maret tahun ini, Moraes kembali mampu mempertahankan gelar usai mengalahkan Yuya Wakamatsu. Sementara di ajang yang sama, DJ mengalahkan Rodtang Jitmuangnon dalam laga hibrida MMA dan Muay Thai.

Pertemuan mereka menjadi sebuah berita hangat bagi pencinta seni bela diri di negeri Paman Sam khususnya. Bagaimanapun, DJ adalah atlet MMA dominan yang telah 12 kali menjadi Juara Dunia.

Dengan modal tersebut, dipastikan laga mendatang akan mendapat perhatian dunia. Apalagi Amazon Prime Video memiliki hampir 200 juta pelanggan di seluruh dunia dan hampir ada di setiap rumah di AS.

Selain laga puncak, belum ada konfirmasi laga lain yang akan menghiasi ONE 161. Namun jika turut ambil bagian, ajang tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Eko Roni untuk unjuk kemampuan dirinya.

"Ajang ini sangat bagus. Kalau bisa, setiap ONE tanding tayang di jam tayang utama Amerika. Saatnya ONE juga pecah di sana. Sebenarnya ONE malah lebih memiliki atlet global dari berbagai belahan dunia, tidak hanya dari Brasil atau Amerika saja," ujarnya.

Siap Lawan Gurdarshan Mangat

Eko Roni sendiri bertanding dalam divisi flyweight - kelas yang sama dengan Moraes maupun DJ. Saat ini, ia tengah mengincar tembus peringkat lima besar.

Dalam laga terakhirnya, Eko Roni tampil meyakinkan dengan mengalahkan Chan Rothana pada ronde pertama lewat kuncian rear-naked choke. Hal ini sekaligus memperpanjang catatan kemenangannya jadi enam berturut-turut.

"Orang-orang bisa lihat sendiri persaingan di kelas flyweight seperti apa, dan saya tertarik melihat perkembangannya. Saya ingin ketemu salah satu atlet top juga, dan suatu saat pasti ketemu. Hanya menunggu waktu saja," ujar Eko Roni.

Saat ini, belum ada jadwal kapan Eko Roni akan bertarung kembali. Namun, nama Gurdarshan Mangat jadi salah satu incarannya. Pria Kanada-India ini baru saja menang atas Yodkaikaew Fairtex asal Thailand dalam ajang ONE 158.

Terlebih Mangat juga mengincar posisi di lima besar, dan hal ini bisa menjadi alasan bagi keduanya untuk saling bertemu di atas Circle.

"Kalau bisa, pertemukan dulu saya sama dia. Sama-sama minta top 5, kan? Kalau bicara itu, semua orang maunya tembus lima besar agar punya nama dan biar dilihat dan diperhitungkan orang juga," ujarnya.

"Kalau sekarang mungkin belum dilihat orang, dan masih biasa saja. Siapa lawannya, saya harus siap, karena ke depan pasti lawan lebih bagus lagi," pungkas Eko Roni.

(osc/osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER