Persebaya merasa dirugikan dari keputusan wasit di laga melawan Madura United. (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)
3. Gol Persebaya Dianulir
Nama pemain Persebaya Surabaya, Silvio Junior seharusnya tercatat sebagai pencetak gol ketiga untuk tim Bajul Ijo di menit ke-53 usai bola tandukannya masuk ke gawang Madura United.
Namun wasit pertandingan Mansyur menyatakan gol tersebut tidak sah karena melihat ada pelanggaran yang terjadi sebelum gol tercipta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mansyur menganggap Leo Lelis melakukan pelanggaran terhadap Cleberson dalam kotak penalti. Dalam tayangan ulang, kedua pemain memang terlihat saling tarik-menarik baju.
Namun jika ditelaah, Cleberson tampak menyentuh baju Lelis terlebih dahulu kemudian Lelis membalasnya dengan menarik baju Cleberson.
Wasit yang mendapat protes keras dari pemain Persebaya tetap menganggap gol Bajul Ijo tidak sah. Persebaya pun tetap hanya terhitung mencetak dua gol.
4. Bola Keluar Sebelum Gol Madura United
Keputusan wasit yang kontroversial juga terjadi pada proses gol pertama Madura United ke gawang Persebaya di awal babak pertama.
Sebelum Madura United melancarkan serangan balik cepat, tampak hakim garis mengangkat bendera kuning tanda bola sudah keluar garis saat Persebaya melancarkan serangan dan seharusnya tendangan gawang diberikan kepada Madura United.
Namun wasit tidak mengindahkan sinyal dari hakim garis yang sudah mengibarkan bendera tanda bola sudah keluar. Wasit tetap meneruskan pertandingan, padahal wasit sempat menengok ke arah hakim garis yang mengangkat bendera.
Lewat serangan balik itu Madura United berhasil mencetak gol pertama lewat kaki Lulinha. Laskar Sappe Kerrab pun membuka keunggulan ketika pertandingan berjalan tujuh menit.
Pertandingan berakhir imbang 2-2. Madura United masih memimpin klasemen sementara Liga 1 2022/2023.
5. Pelanggaran Brutal Pemain Barito
Kemenangan 1-0 PSS Sleman atas Barito Putera diwarnai dengan insiden mengerikan di akhir pertandingan. Pelanggaran kasar terjadi beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Di masa injury time, pemain Barito Putera Frank Sokoy melanggar penggawa PSS Irkham Mila yang berusaha merebut bola.
Beberapa saat setelah Milla melakukan tekelan, Sokoy membalas dengan tendangan ke arah dada Milla. Otomatis hal tersebut membuat wasit menganggap insiden sebagai pelanggaran.
Wasit yang berdiri tepat di depan insiden hanya memberi Sokoy kartu kuning, sementara banyak netizen yang menilai pemain Barito itu layak diganjar kartu merah. Sokoy nampak sengaja menendang bagian dada Irkham Milla hingga terkapar di tengah lapangan.
PSS Sleman mampu mempertahankan keunggulan 1-0 atas Barito Putera. Laskar Super Elang Jawa memetik poin penuh pertama di Liga 1 2022/2023.
(ikh/rhr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pekan keempat Liga 1 2022/2023 lagi-lagi diwarnai dengan sejumlah kontroversi keputusan wasit. Berikut lima kontroversi keputusan wasit di pekan keempat Liga 1.
Kinerja wasit masih menjadi sorotan utama karena memberi keputusan yang menjadi perdebatan di kompetisi Liga 1 2022/2023. Hal tersebut memancing tanggapan beragam dari netizen.
Sikap protes juga disampaikan oleh klub yang merasa dirugikan akibat keputusan wasit di Liga 1.
Persebaya Surabaya salah satunya, telah melayangkan surat ke PT Liga Indonesia Baru (P LIB) terkait evaluasi wasit Liga 1 sembari mengunggah beberapa video rekaman pertandingan yang dinilai janggal.
Beberapa keanehan juga terjadi pada pertandingan lain. Mulai pelanggaran kasar yang hanya berbuntut kartu kuning hingga drama eksekusi penalti yang diulang-ulang. Berikut lima kontroversi di pekan keempat Liga 1.
1. Penalti di Laga Persib vs PSIS
Persib membuka keunggulan melawan PSIS Semarang melalui gol tendangan penalti. Namun pelanggaran yang menyebabkan wasit menunjuk titik putih dianggap bermasalah.
Pasalnya dalam tayangan ulang bola tidak nampak mengenai tangan pemain PSIS Jonathan Cantillana, tetapi bola hanya menyentuh dada gelandang asal Chile berusia 30 tahun tersebut.
Wasit pertandingan Persib vs PSIS, Totok Fitrianto menunjuk titik putih karena menganggap Cantillana melakukan handball. Persib tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membuka keran gol.
Striker Persib David Da Silva akhirnya mencetak gol melalui titik 12 pas di menit ke-25. Persib unggul lebih dulu sebelum PSIS menyamakan kedudukan di menit ke-31.
Ia menjadi penentu kemenangan Maung Bandung saat mencetak gol kedua di menit ke-66. Persib menang 2-1 atas PSIS Semarang sekaligus meraih poin pertama musim ini.
Masalah belum selesai setelah wasit menghadiahkan penalti untuk Persib. Sebab dalam proses tendangan nampak persoalan masih terjadi.
Saat David Da Silva hendak menendang penalti, kiper PSIS Wahyu Tri Nugroho terlihat tidak menginjak garis gawang dan berada satu langkah di depan garis gawang.
Saat eksekusi pertamanya tendangan David Da Silva dapat diblok Wahyu. Wasit kemudian menyatakan tendangan harus diulang karena Wahyu tidak berdiri di atas garis.
Pada kesempatan tendangan kedua, Wahyu kembali mengulang perbuatannya dengan tidak berdiri di atas garis gawang. Namun karena Da Silva sukses menceploskan bola ke gawang, wasit mengesahkan tendangan penalti tersebut dan tidak menilai aksi Wahyu sebagai pelanggaran.
Selain itu sebelum usaha kedua Da Silva menendang penalti tampak rekan setimnya, Marc Klok, sudah melangkah terlebih dahulu masuk ke kotak penalti PSIS.
Seharusnya Klok menunggu bola ditendang sebelum melangkahkan kaki ke dalam kotak. Namun wasit pertandingan tidak melihat hal ini sebagai sebuah pelanggaran.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Gol Persebaya Dianulir, Pelanggaran Brutal Pemain Barito
Persebaya merasa dirugikan dari keputusan wasit di laga melawan Madura United. (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)
3. Gol Persebaya Dianulir
Nama pemain Persebaya Surabaya, Silvio Junior seharusnya tercatat sebagai pencetak gol ketiga untuk tim Bajul Ijo di menit ke-53 usai bola tandukannya masuk ke gawang Madura United.
Namun wasit pertandingan Mansyur menyatakan gol tersebut tidak sah karena melihat ada pelanggaran yang terjadi sebelum gol tercipta.
Mansyur menganggap Leo Lelis melakukan pelanggaran terhadap Cleberson dalam kotak penalti. Dalam tayangan ulang, kedua pemain memang terlihat saling tarik-menarik baju.
Namun jika ditelaah, Cleberson tampak menyentuh baju Lelis terlebih dahulu kemudian Lelis membalasnya dengan menarik baju Cleberson.
Wasit yang mendapat protes keras dari pemain Persebaya tetap menganggap gol Bajul Ijo tidak sah. Persebaya pun tetap hanya terhitung mencetak dua gol.
4. Bola Keluar Sebelum Gol Madura United
Keputusan wasit yang kontroversial juga terjadi pada proses gol pertama Madura United ke gawang Persebaya di awal babak pertama.
Sebelum Madura United melancarkan serangan balik cepat, tampak hakim garis mengangkat bendera kuning tanda bola sudah keluar garis saat Persebaya melancarkan serangan dan seharusnya tendangan gawang diberikan kepada Madura United.
Namun wasit tidak mengindahkan sinyal dari hakim garis yang sudah mengibarkan bendera tanda bola sudah keluar. Wasit tetap meneruskan pertandingan, padahal wasit sempat menengok ke arah hakim garis yang mengangkat bendera.
Lewat serangan balik itu Madura United berhasil mencetak gol pertama lewat kaki Lulinha. Laskar Sappe Kerrab pun membuka keunggulan ketika pertandingan berjalan tujuh menit.
Pertandingan berakhir imbang 2-2. Madura United masih memimpin klasemen sementara Liga 1 2022/2023.
5. Pelanggaran Brutal Pemain Barito
Kemenangan 1-0 PSS Sleman atas Barito Putera diwarnai dengan insiden mengerikan di akhir pertandingan. Pelanggaran kasar terjadi beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Di masa injury time, pemain Barito Putera Frank Sokoy melanggar penggawa PSS Irkham Mila yang berusaha merebut bola.
Beberapa saat setelah Milla melakukan tekelan, Sokoy membalas dengan tendangan ke arah dada Milla. Otomatis hal tersebut membuat wasit menganggap insiden sebagai pelanggaran.
Wasit yang berdiri tepat di depan insiden hanya memberi Sokoy kartu kuning, sementara banyak netizen yang menilai pemain Barito itu layak diganjar kartu merah. Sokoy nampak sengaja menendang bagian dada Irkham Milla hingga terkapar di tengah lapangan.
PSS Sleman mampu mempertahankan keunggulan 1-0 atas Barito Putera. Laskar Super Elang Jawa memetik poin penuh pertama di Liga 1 2022/2023.