Liverpool berpotensi hampa gelar jika melihat performa sejak awal musim. (REUTERS/Phil Noble EDITORIAL USE ONLY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Liverpoolsedang tidak baik-baik saja. Jika melihat kondisi terkini The Reds bahkan berpotensi hampa gelar musim ini.
Liverpool terlihat tidak meyakinkan. Bukan hanya saat kalah 1-2 dari Leeds United di Anfield, Minggu (30/10) dini hari tadi, tetapi juga jika melihat perjalanan mereka di semua kompetisi sejauh ini.
Liverpool musim ini akrab dengan inkonsistensi. Hal ini ditambah performa pemain-pemain yang biasa jadi andalan juga tengah menurun plus masalah cedera.
Melihat kondisi terkini, anak asuh Jurgen Klopp sepertinya sulit berbicara banyak di pentas domestik maupun kompetisi benua biru Liga Champions.
Berikut lima alasan Liverpool bakal hampa gelar musim ini:
Salah yang Berbeda
Salah yang biasanya jadi tumpuan utama mencetak gol tengah bermasalah. Torehan gol bintang asal Mesir memang masih tergolong baik meski tak selancar musim-musim sebelumnya.
Salah tidak lagi rutin mencetak gol. Torehannya golnya kerap buntu di laga-laga tertentu.
Meski sudah mencetak 11 gol, terlihat sebagai sosok yang berbeda musim ini. Permainan Liverpool yang berubah seiring kepergian Sadio Mane ditengarai berpengaruh pada Salah.
Belum lagi kerja sama Salah dengan pendatang baru Darwin Nunez juga belum begitu cair di lapangan.
Lini Tengah Kedodoran
Persoalan cedera pemain memang terus menerpa pemain-pemain tengah Liverpool. Hal ini turut mengganggu keseimbangan permainan tim.
Thiago Alcantara dan Jordan Henderson sempat absen karena cedera. Sedangkan pemain seperti Naby Keita dan Alex Oxlade-Chamberlain lebih sering jadi pesakitan.
Ketangguhan Fabinho sebagai jangkar tim juga memudar. Saat takluk dari Leeds, Fabinho tampak jelas kalah agresif dibandingkan Thiago yang sebenarnya bukan tipikal gelandang petarung.
Persoalan cedera dan performa pemain yang menurun ini membuat Liverpool kepayahan bersaing di Liga Inggris.
Arnold Menurun Drastis
Trent Alexander-Arnold benar-benar menjadi titik lemah di Liverpool pada musim ini. Bukan karena alasan ia sering naik membantu serangan dan kerap terlambat membantu pertahanan.
Namun titik lemah yang paling terlihat dari Arnold musim ini adalah etos kerjanya. Saat menghadapi tim yang lebih dominan dalam menyerang, Arnold begitu mudah dilewati pemain lawan.
Kelincahan dan visi bermain yang jadi kelebihan pemain asal Inggris ini juga jarang terlihat musim ini. Posisi Arnold yang sempat cedera bahkan beberapa kali digantikan pemain gaek, James Milner.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Kedalaman Tim Kurang
Kekalahan dari Leeds di Anfield semakin memperlihatkan titik lemah The Reds dalam hal kedalaman tim. Klopp praktis minim pilihan di bangku cadangan saat situasi di pertandingan tidak menguntungkan timnya.
Cedera yang dialami Diogo Jota dan Luis Diaz jelas mereduksi kekuatan di lini depan Liverpool. Selain itu, Liverpool minim pemain yang bisa memberikan perbedaan dari bangku cadangan.
Tim kota pelabuhan tak lagi punya pemain seperti Divock Origi yang bisa memberikan perbedaan begitu masuk ke lapangan.
Kedalaman tim Liverpool jelas kalah jauh dari Man City untuk bisa bersaing di jalur juara. Tipisnya stok pemain berkualitas ini bakal menyulitkan Liverpool dalam upaya bersaing meraih gelar saat kompetisi memasuki fase krusial di pentas domestik maupun Eropa meski telah memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Lemah di Kandang Lawan
Liverpool dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan saat bermain di Anfield sejak ditukangi Klopp. Selain itu, Liverpool juga berbahaya saat melakoni laga tandang.
Hanya saja kehebatan Liverpool saat bermain di kandang lawan justru pudar musim ini.
Dari delapan laga tandang di semua kompetisi musim ini, Liverpool baru dua kali menang. Sisanya dua berakhir imbang dan empat kali pulang membawa kekalahan.
Salah dan kawan-kawan bak kehilangan taji saat bermain tandang pada musim ini. Sebuah catatan yang jelas mengecewakan buat tim sekelas Liverpool.
Liverpoolsedang tidak baik-baik saja. Jika melihat kondisi terkini The Reds bahkan berpotensi hampa gelar musim ini.
Liverpool terlihat tidak meyakinkan. Bukan hanya saat kalah 1-2 dari Leeds United di Anfield, Minggu (30/10) dini hari tadi, tetapi juga jika melihat perjalanan mereka di semua kompetisi sejauh ini.
Liverpool musim ini akrab dengan inkonsistensi. Hal ini ditambah performa pemain-pemain yang biasa jadi andalan juga tengah menurun plus masalah cedera.
Melihat kondisi terkini, anak asuh Jurgen Klopp sepertinya sulit berbicara banyak di pentas domestik maupun kompetisi benua biru Liga Champions.
Berikut lima alasan Liverpool bakal hampa gelar musim ini:
Salah yang Berbeda
Salah yang biasanya jadi tumpuan utama mencetak gol tengah bermasalah. Torehan gol bintang asal Mesir memang masih tergolong baik meski tak selancar musim-musim sebelumnya.
Salah tidak lagi rutin mencetak gol. Torehannya golnya kerap buntu di laga-laga tertentu.
Meski sudah mencetak 11 gol, terlihat sebagai sosok yang berbeda musim ini. Permainan Liverpool yang berubah seiring kepergian Sadio Mane ditengarai berpengaruh pada Salah.
Belum lagi kerja sama Salah dengan pendatang baru Darwin Nunez juga belum begitu cair di lapangan.
Lini Tengah Kedodoran
Persoalan cedera pemain memang terus menerpa pemain-pemain tengah Liverpool. Hal ini turut mengganggu keseimbangan permainan tim.
Thiago Alcantara dan Jordan Henderson sempat absen karena cedera. Sedangkan pemain seperti Naby Keita dan Alex Oxlade-Chamberlain lebih sering jadi pesakitan.
Ketangguhan Fabinho sebagai jangkar tim juga memudar. Saat takluk dari Leeds, Fabinho tampak jelas kalah agresif dibandingkan Thiago yang sebenarnya bukan tipikal gelandang petarung.
Persoalan cedera dan performa pemain yang menurun ini membuat Liverpool kepayahan bersaing di Liga Inggris.
Arnold Menurun Drastis
Trent Alexander-Arnold benar-benar menjadi titik lemah di Liverpool pada musim ini. Bukan karena alasan ia sering naik membantu serangan dan kerap terlambat membantu pertahanan.
Namun titik lemah yang paling terlihat dari Arnold musim ini adalah etos kerjanya. Saat menghadapi tim yang lebih dominan dalam menyerang, Arnold begitu mudah dilewati pemain lawan.
Kelincahan dan visi bermain yang jadi kelebihan pemain asal Inggris ini juga jarang terlihat musim ini. Posisi Arnold yang sempat cedera bahkan beberapa kali digantikan pemain gaek, James Milner.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Memble di Laga Tandang
Penampilan Liverpool masih jauh dari meyakinkan. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Kedalaman Tim Kurang
Kekalahan dari Leeds di Anfield semakin memperlihatkan titik lemah The Reds dalam hal kedalaman tim. Klopp praktis minim pilihan di bangku cadangan saat situasi di pertandingan tidak menguntungkan timnya.
Cedera yang dialami Diogo Jota dan Luis Diaz jelas mereduksi kekuatan di lini depan Liverpool. Selain itu, Liverpool minim pemain yang bisa memberikan perbedaan dari bangku cadangan.
Tim kota pelabuhan tak lagi punya pemain seperti Divock Origi yang bisa memberikan perbedaan begitu masuk ke lapangan.
Kedalaman tim Liverpool jelas kalah jauh dari Man City untuk bisa bersaing di jalur juara. Tipisnya stok pemain berkualitas ini bakal menyulitkan Liverpool dalam upaya bersaing meraih gelar saat kompetisi memasuki fase krusial di pentas domestik maupun Eropa meski telah memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Lemah di Kandang Lawan
Liverpool dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan saat bermain di Anfield sejak ditukangi Klopp. Selain itu, Liverpool juga berbahaya saat melakoni laga tandang.
Hanya saja kehebatan Liverpool saat bermain di kandang lawan justru pudar musim ini.
Dari delapan laga tandang di semua kompetisi musim ini, Liverpool baru dua kali menang. Sisanya dua berakhir imbang dan empat kali pulang membawa kekalahan.
Salah dan kawan-kawan bak kehilangan taji saat bermain tandang pada musim ini. Sebuah catatan yang jelas mengecewakan buat tim sekelas Liverpool.