5 Masalah Timnas Indonesia U-20 vs Moldova
3. Sulit Membongkar Pertahanan Lawan
Timnas Indonesia U-20 masih tampak kesulitan dalam membongkar pertahanan Moldova U-20 pada babak pertama.
Para pemain Timnas Indonesia U-20 membutuhkan waktu 58 menit untuk bisa mencetak gol penyama kedudukan yang dicetak Rabbani Tasnim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah ini tampaknya Shin Tae Yong perlu membenahi taktik serangan Timnas Indonesia dan memperkaya variasi serangan tim Garuda Nusantara.
4. Fisik Kalah dalam Duel
Para pemain Timnas Indonesia U-20 tampak kesulitan ketika harus beradu duel melawan pemain Moldova U-20.
Beberapa kali upaya serangan yang dibangun Indonesia dapat mudah dihentikan oleh pemain Moldova yang unggul dalam duel satu lawan satu.
Shin Tae Yong harus segera mencari solusi pada masalah ini, mengingat Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang punya keunggulan fisik saat Piala Dunia U-20 2023 nanti.
![]() |
5. Finishing
Para pemain Timnas Indonesia U-20 masih kerap membuang-buang peluang yang didapat.
Hal ini pun diakui oleh Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menyoroti kemampuan penyelesaian akhir Garuda Nusantara saat menghadapi Moldova U-20.
"Memang di setiap pertandingan banyak sekali yang dievaluasi, khususnya finishing di depan gawang. Itu yang harus lebih fokus lagi," kata Shin Tae Yong usai pertandingan.
Timnas Indonesia U-20 mempunyai lima catatan masalah saat menghadapi Moldova U-20 pada laga uji coba di Turki.
Tim Garuda Nusantara mampu mengalahkan Moldova U-20 3-1 pada pertandingan uji coba di Stadion Manavgat Ataturk, Antalya, Turki, Selasa (1/11).
Timnas Indonesia U-20 lebih dulu tertinggal melalui gol Vicu Bulmaga pada menit kedelapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Timnas Indonesia U-20 mampu membalas tiga gol yang dicetak oleh Rabbani Tasnim pada menit ke-58, Muhammad Ferarri menit ke-73, dan Marselino Ferdinan menit ke-79.
Meski menang, Timnas Indonesia U-20 memiliki beberapa catatan kelemahan yang harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong untuk meningkatkan penampilan skuadnya.
Berikut lima masalah Timnas Indonesia U-20 vs Moldova yang harus segera dibenahi:
1. Melakukan Pelanggaran yang Tidak Perlu
Pemain Timnas Indonesia U-20 masih kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
Dari pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu tersebut justru memberikan keuntungan bagi Moldova U-20 untuk mendapatkan peluang lewat set piece.
Selain itu juga masih ditemui pemain Timnas Indonesia U-20 yang melakukan tackling terlambat dan mengangkat kaki terlalu tinggi saat berusaha merebut bola yang membahayakan pemain lawan. Tetapi, Shin Tae Yong langsung memarahi pemain Indonesia yang membahayakan lawan tersebut.
2. Antisipasi Bola Mati
Pemain Timnas Indonesia U-20 masih tampak lemah dalam mengantisipasi bola-bola set piece lawan.
Hal itu sangat terlihat saat Timnas Indonesia U-20 kebobolan pada menit kedelapan lewat gol Vicu Bulmaga yang berhasil meneruskan umpan tendangan bebas dari rekannya.
Saat itu Vicu Bulmaga lepas dari kawalan penyerang Indonesia Hokky Caraka. Kelemahan ini harus segera dibenahi oleh Shin Tae Yong untuk mengantisipasi serangan-serangan serupa yang akan mereka hadapi di laga-laga selanjutnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Bongkar Pertahanan Lawan, Kalah Duel, Finishing Jadi Masalah Timnas
Penyerang Timnas Indonesia U-20 Ronaldo Kwateh saat berusaha lepas dari kawalan pemain Moldova U-20. (Arsip PSSI)
3. Sulit Membongkar Pertahanan Lawan
Timnas Indonesia U-20 masih tampak kesulitan dalam membongkar pertahanan Moldova U-20 pada babak pertama.
Para pemain Timnas Indonesia U-20 membutuhkan waktu 58 menit untuk bisa mencetak gol penyama kedudukan yang dicetak Rabbani Tasnim.
Terkait masalah ini tampaknya Shin Tae Yong perlu membenahi taktik serangan Timnas Indonesia dan memperkaya variasi serangan tim Garuda Nusantara.
4. Fisik Kalah dalam Duel
Para pemain Timnas Indonesia U-20 tampak kesulitan ketika harus beradu duel melawan pemain Moldova U-20.
Beberapa kali upaya serangan yang dibangun Indonesia dapat mudah dihentikan oleh pemain Moldova yang unggul dalam duel satu lawan satu.
Shin Tae Yong harus segera mencari solusi pada masalah ini, mengingat Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang punya keunggulan fisik saat Piala Dunia U-20 2023 nanti.
![]() |
5. Finishing
Para pemain Timnas Indonesia U-20 masih kerap membuang-buang peluang yang didapat.
Hal ini pun diakui oleh Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menyoroti kemampuan penyelesaian akhir Garuda Nusantara saat menghadapi Moldova U-20.
"Memang di setiap pertandingan banyak sekali yang dievaluasi, khususnya finishing di depan gawang. Itu yang harus lebih fokus lagi," kata Shin Tae Yong usai pertandingan.

