PSSI Buka Suara Soal Hasil Penyelidikan Komnas HAM

jun | CNN Indonesia
Kamis, 03 Nov 2022 18:58 WIB
Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh merespons hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait Tragedi Kanjuruhan. Exco PSSI Ahmad Riyadh tanggapi hasil penyelidikan Komnas HAM soal Tragedi Kanjuruhan. (CNN Indonesia /Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia --

Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh merespons hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait Tragedi Kanjuruhan.

Riyadh bahkan mengatakan, kesimpulan Komnas HAM yang menyebut PSSI abai soal keselamatan dan keamanan di Tragedi Kanjuruhan, merupakan masukan agar federasi sepak bola Tanah Air itu bekerja lebih baik.

"Itu kan penilaian orang di luar, kami anggap itu sebagai masukan agar kami ke depannya bisa lebih baik," kata Riyadh, di Mapolda Jatim, Kamis (3/11).

Secara garis besar ia menilai rekomendasi Komnas HAM sama dengan yang disampaikan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

"Isinya hampir sama dengan TGIPF, boleh dilaksanakan lagi kalau sudah ada aturan mengenai keselamatan dan keamanan yang menjamin semua pihak akan aman dan nyaman di dalam pertandingan," kata dia.

Selain itu, Riyadh menilai sejumlah masukan Komnas HAM soal pelaksanaan kompetisi sepak bola di Indonesia, juga akan ditampungnya.

"Alhamdullilah selama itu usulannya baik semua, itu sudah dilakukan, sedang berjalan on progress," ucapnya.

Saat ini PSSI sedang membahas perbaikan pelaksanaan liga ke depan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kepolisian dan lainnya.

"Itu sudah berjalan. Sekarang di PSSI Kemenpora, Menteri Kesehatan semua ada timnya. Tanggal 14 harus ada finalisasi semuanya," ujarnya.

"Termasuk dari kepolisian ada peraturan polisi yang mengadopsi dari FIFA. Jadi, keamanan ke depan di sepak bola berbeda dengan yang kemarin-kemarin," ujarnya.

Tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan dunia internasional usai menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Hingga saat ini polisi menetapkan enam orang tersangka dan kemungkinan akan bertambah.

[Gambas:Video CNN]

(frd/jun)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER