Michael van der Mark selalu menyukai balapan di WSBK Mandalika. (CNN Indonesia/Meutia Rahmawati)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap asal Belanda berdarah Indonesia, Michael van der Mark, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bisa kembali ke Indonesia dan tampil di WSBK Mandalika 2023.
Van der Mark merupakan pembalap Belanda berdarah Indonesia. Darah Indonesia didapat Van der Mark dari sang nenek, Yohana Matitaputty, yang berasal dari Ambon, Maluku.
Untuk kali ketiga beruntun Van der Mark tampil di WSBK Mandalika. Pembalap BMW Motorrad itu mengaku senang bisa kembali balapan di Sirkuit Mandalika yang terus mengalami perbaikan. Ia juga mengutarakan keinginannya pulang ke Ambon yang merupakan tanah kelahiran neneknya.
Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com bersama Michael van der Mark:
Bagaimana perasaan Anda kembali balapan di Indonesia?
Saya suka sirkuit [Mandalika], saya suka pulau ini, dan orang-orang di sini, jadi ini merupakan salah satu [balapan] akhir pekan favorit saya. Dan yang terbaik adalah saya baru saja ke sini saat November dan kembali lagi awal Maret. Hanya sebentar dan saya senang bisa kembali lagi.
Apa bedanya balapan di Mandalika dengan balapan di sirkuit lain?
Balapan di Indonesia khususnya untuk pembalap, tim, terbilang cukup tenang. Kalau di Eropa biasanya banyak tamu dan lainnya. Balapannya lebih terbuka, membiarkan orang-orang menonton dari pit box.
Tapi untuk saya, terutama di Indonesia. Ini negara yang Indah. dikelilingi dengan hal yang saya sukai, terutama makanannya. Ini adalah balapan favorit saya sampai kapan pun.
Apakah ada saudara atau keluarga dari Ambon yang nonton ke sini?
Keluarga saya pasti nonton, tapi tidak di sini. Sayangnya saya masih belum bisa ke Ambon. Tapi saya harus ke sana suatu hari nanti, menemui mereka. Saya selalu merencanakan untuk pergi ke sana, tapi semuanya terlalu padat. Saya sangat menyukai Lombok. Tapi di lain waktu saya harus ke Ambon.
Wawancara bersambung ke halaman kedua >>>
Apa pengalaman yang tidak bisa Anda lupakan dari balapan WSBK Mandalika?
Pada 2021 saya bisa berada di podium WSBK Mandalika. Balapan dalam kondisi jalanan basah. Tapi itu sudah lama sejak terakhir kali saya menginjakkan kaki di atas podium. Saya harap, kami bisa melakukan itu lagi. Itu sudah lama dan semoga kami bisa berhasil lagi.
Sirkuit Mandalika sudah tiga kali menggelar World Superbike. Bagaimana menurut Anda?
Jika ini terserah saya, saya ini akan balapan berkali-kali [di sini]. Sayangnya hanya boleh sekali. Seperti yang saya bilang ini trek favorit saya. Saya suka orang-orang di sini. Terus juga [Sirkuit Mandalika] ini merupakan hasil kerja yang bagus.
Semuanya coba dikembangkan tiap waktu. Saya yakin setiap pembalap dan setiap tim pasti senang datang ke sini. Karena dari sirkuit dan pergelaran terus ditingkatkan, termasuk infrastruktur. Sangat takjub atas apa yang bisa mereka bangun hanya dalam beberapa tahun.
Selain di sirkuit, Apa kegiatan Anda selama di Indonesia?
Tahun lalu saya membawa mobil dan berkendara ke mana saja. Saya senang datang ke desa-desa, sangat lokal. Melihat-lihat hal spesial apa yang dimiliki setiap desa, apa yang mereka hasilkan.
Aku suka berjalan-jalan, mengelilingi Indonesia. Ternyata banyak sekali pantai yang indah, banyak tempat yang indah. Kadang bertanya ke orang setempat, saya harus ke mana? Dan saya ke sana.
Pembalap asal Belanda berdarah Indonesia, Michael van der Mark, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bisa kembali ke Indonesia dan tampil di WSBK Mandalika 2023.
Van der Mark merupakan pembalap Belanda berdarah Indonesia. Darah Indonesia didapat Van der Mark dari sang nenek, Yohana Matitaputty, yang berasal dari Ambon, Maluku.
Untuk kali ketiga beruntun Van der Mark tampil di WSBK Mandalika. Pembalap BMW Motorrad itu mengaku senang bisa kembali balapan di Sirkuit Mandalika yang terus mengalami perbaikan. Ia juga mengutarakan keinginannya pulang ke Ambon yang merupakan tanah kelahiran neneknya.
Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com bersama Michael van der Mark:
Bagaimana perasaan Anda kembali balapan di Indonesia?
Saya suka sirkuit [Mandalika], saya suka pulau ini, dan orang-orang di sini, jadi ini merupakan salah satu [balapan] akhir pekan favorit saya. Dan yang terbaik adalah saya baru saja ke sini saat November dan kembali lagi awal Maret. Hanya sebentar dan saya senang bisa kembali lagi.
Apa bedanya balapan di Mandalika dengan balapan di sirkuit lain?
Balapan di Indonesia khususnya untuk pembalap, tim, terbilang cukup tenang. Kalau di Eropa biasanya banyak tamu dan lainnya. Balapannya lebih terbuka, membiarkan orang-orang menonton dari pit box.
Tapi untuk saya, terutama di Indonesia. Ini negara yang Indah. dikelilingi dengan hal yang saya sukai, terutama makanannya. Ini adalah balapan favorit saya sampai kapan pun.
Apakah ada saudara atau keluarga dari Ambon yang nonton ke sini?
Keluarga saya pasti nonton, tapi tidak di sini. Sayangnya saya masih belum bisa ke Ambon. Tapi saya harus ke sana suatu hari nanti, menemui mereka. Saya selalu merencanakan untuk pergi ke sana, tapi semuanya terlalu padat. Saya sangat menyukai Lombok. Tapi di lain waktu saya harus ke Ambon.
Wawancara bersambung ke halaman kedua >>>
Dukung Mandalika Gelar Balapan Berkali-kali
Michael van der Mark saat menyapa penggemar di sela WSBK Mandalika 2023. (CNN Indonesia/Meutia Rahmawati)
Apa pengalaman yang tidak bisa Anda lupakan dari balapan WSBK Mandalika?
Pada 2021 saya bisa berada di podium WSBK Mandalika. Balapan dalam kondisi jalanan basah. Tapi itu sudah lama sejak terakhir kali saya menginjakkan kaki di atas podium. Saya harap, kami bisa melakukan itu lagi. Itu sudah lama dan semoga kami bisa berhasil lagi.
Sirkuit Mandalika sudah tiga kali menggelar World Superbike. Bagaimana menurut Anda?
Jika ini terserah saya, saya ini akan balapan berkali-kali [di sini]. Sayangnya hanya boleh sekali. Seperti yang saya bilang ini trek favorit saya. Saya suka orang-orang di sini. Terus juga [Sirkuit Mandalika] ini merupakan hasil kerja yang bagus.
Semuanya coba dikembangkan tiap waktu. Saya yakin setiap pembalap dan setiap tim pasti senang datang ke sini. Karena dari sirkuit dan pergelaran terus ditingkatkan, termasuk infrastruktur. Sangat takjub atas apa yang bisa mereka bangun hanya dalam beberapa tahun.
Selain di sirkuit, Apa kegiatan Anda selama di Indonesia?
Tahun lalu saya membawa mobil dan berkendara ke mana saja. Saya senang datang ke desa-desa, sangat lokal. Melihat-lihat hal spesial apa yang dimiliki setiap desa, apa yang mereka hasilkan.
Aku suka berjalan-jalan, mengelilingi Indonesia. Ternyata banyak sekali pantai yang indah, banyak tempat yang indah. Kadang bertanya ke orang setempat, saya harus ke mana? Dan saya ke sana.