Real Madrid vs Chelsea: Ujian Berat di Bahu Lampard
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 12 Apr 2023 08:22 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Frank Lampard mendapat kesempatan kedua di Chelsea (AP/John Walton)
Jakarta, CNN Indonesia --
Chelsea akan bertamu ke Santiago Bernabeu pada leg pertama perempat final Liga Champions2022/2023, Kamis (13/4) dini hari WIB. Ini adalah ujian berat Frank Lampard usai terpilih lagi menjadi pelatih.
Lampard ditunjuk menjadi pelatih sementara hingga akhir musim 2022/2023. Ia diminta memperbaiki kekacauan yang ditinggalkan oleh Graham Potter.
Tanggung jawabnya tentu tidak ringan lantaran harus mengerek posisi klub di klasemen Premier League dan menyelesaikan perjalanan di Liga Champions. Lampard bahkan langsung bertemu dengan bongkahan batu besar di panggung Eropa yang bernama Real Madrid.
Ini merupakan musim ketiga beruntun Chelsea dan Real Madrid bertemu di Liga Champions. Pertarungan kedua raksasa itu pun kembali terjadi di partai penting.
Chelsea ternyata lebih dominan di empat pertemuan terakhir. Dua kemenangan direngkuh The Blues sedangkan Los Blancos hanya mengantongi satu kali hasil maksimal.
Namun dari catatan empat laga itu, Chelsea belum pernah menang di Santiago Bernabeu. Berlaga di depan puluhan ribu pasang mata Madridista tentu bukan merupakan perkara mudah bagi Kai Havertz dan kawan-kawan.
Madrid layak menjadi favorit dalam pertandingan ini. Berkaca dari rekam jejak di level domestik, tim besutan Carlo Ancelotti sedang produktif karena selalu mencetak lebih dari dua gol dalam tiga laga terakhir.
Sedangkan keadaan berbalik 180 derajat sedang dialami oleh Chelsea. London Biru belum mampu mencetak gol dan kemenangan pada tiga laga terakhir. Kedatangan Lampard pun tidak banyak mengubah keadaan selain kekalahan 0-1 kontra Wolves pekan lalu.
Dengan kekuatan penuh, Madrid bisa leluasa mengatasi Chelsea yang sedang semenjana. Tampil hampir tanpa masalah berarti dalam komposisi skuad, Ancelotti dapat banyak berkreasi untuk menyusun formula permainan.
Hanya Ferland Mendy dan David Alaba yang diprediksi bakal absen dalam pertandingan ini. Sebab masih ada sosok Eduardo Camavinga di pos bek kiri.
Lini depan Real Madrid juga tidak perlu diragukan berkat penampilan Karim Benzema. Ibadah puasa di bulan Ramadan sama sekali tidak menumpulkan ketajaman striker asal Prancis tersebut.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Sebaliknya Chelsea sedang kesulitan dalam urusan produktivitas. Lini depan The Blues belum padu di bawah kendali Lampard dengan susunan trisula Raheem Sterling, Joao Felix, dan Kai Havertz.
Lampard mungkin bisa berharap pada Mason Mount yang dikabarkan sudah pulih dari cedera. Begitu juga dengan N'Golo Kante yang disebut sudah bisa kembali merumput setelah absen cukup panjang. Kehadiran Mount dan Kante dapat mendukung distribusi bola lebih lancar.
Namun dengan absennya pemain veteran seperti Cesar Azpilicueta dan Thiago Silva, lini belakang Chelsea praktis berada di dalam bahaya karena Real Madrid bakal memanfaatkan situasi ini untuk terus menggempur.
Torehan lima kali kalah, lima kali imbang, dan tiga kemenangan dalam total 13 laga terakhir di semua kompetisi merupakan rekam jejak yang buruk bagi tim sekelas Chelsea. Ini sekaligus mengindikasikan lini belakang sedang rapuh plus kondisi tim tidak stabil.
Ini dapat menjadi kesempatan emas bagi Madrid untuk mendominasi sepanjang pertandingan. Mendapat jatah tuan rumah di leg pertama harus benar-benar dimanfaatkan agar leg kedua lebih terasa ringan.
Meski belakangan memiliki catatan apik kontra Real Madrid di Liga Champions, sulit bagi Chelsea untuk menaklukan Real Madrid kali ini. Kondisi internal tim dan perjalanan musim 2022/2023 berat bagi wakil Inggris untuk merebut kemenangan.
Chelsea bukanlah ancaman berarti bagi Real Madrid di Liga Champions kali ini jika melirik segala yang sudah digoreskan oleh Chelsea jelang akhir musim. Besar kemungkinan Los Blancos dapat dengan mudah mengungguli lawannya.
Hasil imbang bagi Chelsea sudah menjadi pencapaian maksimal. Berhasil menjaga clean sheet merupakan torehan yang lebih mengesankan untuk mengembalikan motivasi anak buah Lampard.
Tak ada larangan bagi Chelsea untuk berharap keajaiban seperti yang dilakukan oleh Roberto Di Matteo satu dekade lalu. Namun bersikap realistis adalah langkah bijak bagi Chelsea kali ini.
Chelsea akan bertamu ke Santiago Bernabeu pada leg pertama perempat final Liga Champions2022/2023, Kamis (13/4) dini hari WIB. Ini adalah ujian berat Frank Lampard usai terpilih lagi menjadi pelatih.
Lampard ditunjuk menjadi pelatih sementara hingga akhir musim 2022/2023. Ia diminta memperbaiki kekacauan yang ditinggalkan oleh Graham Potter.
Tanggung jawabnya tentu tidak ringan lantaran harus mengerek posisi klub di klasemen Premier League dan menyelesaikan perjalanan di Liga Champions. Lampard bahkan langsung bertemu dengan bongkahan batu besar di panggung Eropa yang bernama Real Madrid.
Ini merupakan musim ketiga beruntun Chelsea dan Real Madrid bertemu di Liga Champions. Pertarungan kedua raksasa itu pun kembali terjadi di partai penting.
Chelsea ternyata lebih dominan di empat pertemuan terakhir. Dua kemenangan direngkuh The Blues sedangkan Los Blancos hanya mengantongi satu kali hasil maksimal.
Namun dari catatan empat laga itu, Chelsea belum pernah menang di Santiago Bernabeu. Berlaga di depan puluhan ribu pasang mata Madridista tentu bukan merupakan perkara mudah bagi Kai Havertz dan kawan-kawan.
Madrid layak menjadi favorit dalam pertandingan ini. Berkaca dari rekam jejak di level domestik, tim besutan Carlo Ancelotti sedang produktif karena selalu mencetak lebih dari dua gol dalam tiga laga terakhir.
Sedangkan keadaan berbalik 180 derajat sedang dialami oleh Chelsea. London Biru belum mampu mencetak gol dan kemenangan pada tiga laga terakhir. Kedatangan Lampard pun tidak banyak mengubah keadaan selain kekalahan 0-1 kontra Wolves pekan lalu.
Dengan kekuatan penuh, Madrid bisa leluasa mengatasi Chelsea yang sedang semenjana. Tampil hampir tanpa masalah berarti dalam komposisi skuad, Ancelotti dapat banyak berkreasi untuk menyusun formula permainan.
Hanya Ferland Mendy dan David Alaba yang diprediksi bakal absen dalam pertandingan ini. Sebab masih ada sosok Eduardo Camavinga di pos bek kiri.
Lini depan Real Madrid juga tidak perlu diragukan berkat penampilan Karim Benzema. Ibadah puasa di bulan Ramadan sama sekali tidak menumpulkan ketajaman striker asal Prancis tersebut.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Chelsea, Pembuka Pintu Los Blancos ke Semifinal
Chelsea kesulitan bersaing pada musim ini. (Action Images via Reuters/PETER CZIBORRA)
Sebaliknya Chelsea sedang kesulitan dalam urusan produktivitas. Lini depan The Blues belum padu di bawah kendali Lampard dengan susunan trisula Raheem Sterling, Joao Felix, dan Kai Havertz.
Lampard mungkin bisa berharap pada Mason Mount yang dikabarkan sudah pulih dari cedera. Begitu juga dengan N'Golo Kante yang disebut sudah bisa kembali merumput setelah absen cukup panjang. Kehadiran Mount dan Kante dapat mendukung distribusi bola lebih lancar.
Namun dengan absennya pemain veteran seperti Cesar Azpilicueta dan Thiago Silva, lini belakang Chelsea praktis berada di dalam bahaya karena Real Madrid bakal memanfaatkan situasi ini untuk terus menggempur.
Torehan lima kali kalah, lima kali imbang, dan tiga kemenangan dalam total 13 laga terakhir di semua kompetisi merupakan rekam jejak yang buruk bagi tim sekelas Chelsea. Ini sekaligus mengindikasikan lini belakang sedang rapuh plus kondisi tim tidak stabil.
Ini dapat menjadi kesempatan emas bagi Madrid untuk mendominasi sepanjang pertandingan. Mendapat jatah tuan rumah di leg pertama harus benar-benar dimanfaatkan agar leg kedua lebih terasa ringan.
Meski belakangan memiliki catatan apik kontra Real Madrid di Liga Champions, sulit bagi Chelsea untuk menaklukan Real Madrid kali ini. Kondisi internal tim dan perjalanan musim 2022/2023 berat bagi wakil Inggris untuk merebut kemenangan.
Chelsea bukanlah ancaman berarti bagi Real Madrid di Liga Champions kali ini jika melirik segala yang sudah digoreskan oleh Chelsea jelang akhir musim. Besar kemungkinan Los Blancos dapat dengan mudah mengungguli lawannya.
Hasil imbang bagi Chelsea sudah menjadi pencapaian maksimal. Berhasil menjaga clean sheet merupakan torehan yang lebih mengesankan untuk mengembalikan motivasi anak buah Lampard.
Tak ada larangan bagi Chelsea untuk berharap keajaiban seperti yang dilakukan oleh Roberto Di Matteo satu dekade lalu. Namun bersikap realistis adalah langkah bijak bagi Chelsea kali ini.