4 Stadion Piala Dunia U-17 2023 Sesuai Kesepakatan dengan FIFA
CNN Indonesia
Senin, 07 Agu 2023 18:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
FIFA sempat menginspeksi JIS jelang Piala Dunia U-17 2023. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
FIFA dan PSSI sudah menyepakati penggunaan empat stadion dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Berikut empat stadion yang digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Penggunaan empat stadion yang berlokasi di Pulau Jawa dilatarbelakangi alasan dana dan logistik, seperti yang dibeberkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir pekan lalu.
Erick pun menjelaskan lokasi-lokasi yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung pada Oktober-November mendatang.
"Karena itu ada kesepakatan dengan FIFA, tapi yang akan mengumumkan FIFA ya bukan saya, bahwa nanti untuk di Jakarta ada dua grup, lalau di Bandung di Si Jalak Harupat dua grup, lalu di Surabaya satu grup dan Solo satu grup," ujar Erick yang diwawancara di Indonesia Arena, Senin (7/8).
Pada akhir Juli lalu perwakilan FIFA telah menginspeksi empat stadion. Keempat stadion tersebut adalah Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo).
"Kita juga mengusulkan tim nasional main di Jakarta, lalu pembukaan di Jakarta, semifinal dan final di Solo seperti yang U-20," jelas Erick.
Guna menunjang kesiapan semua tempat pertandingan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengundang berbagai pihak seperti Menpora, PSSI, Gubernur provinsi terkait, pada Rabu (9/8).
Selanjutnya FIFA yang didampingi konsultan dari Australia dan Eropa akan kembali mendatangi Indonesia pada 26 Agustus untuk pengecekan dan menetapkan stadion-stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Berikut 4 stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023:
1. JIS (Jakarta)
Stadion anyar di ibu kota milik Pemprov DKI Jakarta bakal menjadi salah satu panggung bagi pemain-pemain muda di penjuru dunia.
JIS akan menggelar laga internasional berlabel FIFA untuk kali pertama. Sebelumnya JIS pernah menggelar laga persahabatan antara Persija dan Chonburi yang digelar bersamaan dengan peresmian stadion berkapasitas 82 ribu penonton pada 24 Juli 2022.
JIS dibangun sejak 2019 dan soft opening direncanakan pada 11 Desember 2021, namun perilisan stadion ditunda karena Covid-19. Ajang sepak bola bertajuk International Youth Championship pada 13-19 April 2022 akhirnya menjadi penanda soft launching JIS.
Stadion yang sudah direncanakan dibangun sejak awal dekade 2000 hingga 2010 itu memiliki fasilitas yang cukup lengkap bagi penonton dan pemain, seperti tribun tiga tingkat, ruang VIP, lokasi bagi penonton berkebutuhan khusus, rumput lapangan jenis hibrida, ruang ganti pemain yang modern, dan direncanakan terhubung dengan berbagai moda transportasi publik.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
2. Stadion Si Jalak Harupat (Jawa Barat)
Stadion yang berada di Soreang, Bandung, menjadi milik Pemerintah Kota Bandung. Klub Persikab juga tercatat sebagai pemilik. Sementara Persib dan Pelita Jaya sempat menjalani laga kandang di stadion yang dibuat pada 2003 dan dibuka pada 2005 tersebut.
Selain memiliki arena utama, arena dengan nama julukan pahlawan nasional Otto Iskandar Dinata tersebut memiliki kapasitas 27 ribu penonton.
Stadion Si Jalak Harupat sudah ditinjau FIFA sejak Indonesia berencana menggelar Piala Dunia U-20 2023. Mengacu pada rencana Erick, rencananya bakal ada dua grup yang berlaga di stadion ini.
Pada 2007 stadion ini juga dicek oleh AFC jelang penyelenggaraan Piala Asia di Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
3. Stadion Manahan (Jawa Tengah)
Calon tuan rumah laga semifinal dan final ini merupakan stadion yang sudah berdiri sejak 1998 setelah dibangun sejak 1989. Stadion berkapasitas 25 ribu penonton tersebut cukup familier karena menjadi kandang klub Persis Solo.
Stadion yang berada di kota Solo tersebut juga pernah menjadi tempat pertandingan Liga Champions Asia, Piala AFF U-16 2010, hingga ASEAN Para Games pada 2011 dan 2022. Timnas Indonesia juga pernah memainkan laga internasional di stadion ini.
Dua bulan lau, Erick Thohir juga mengajukan Manahan sebagai kandang Timnas Indonesia U-23 saat berlaga di babak penyisihan Grup K Piala Asia U-23.
Manahan sudah dua kali direnovasi, yakni pada 2008 dan 2018. Salah satu renovasi adalah peletakan penutup tribun stadion di area tribun timur, utara, dan selatan.
Lokasi yang strategis menjadi salah satu keunggulan loka tanding yang dahulu kala kerap digunakan sebagai arena pacuan kuda sebelum dibangun menjadi stadion.
4. Stadion Gelora Bung Tomo (Jawa Timur)
Sama seperti Si Jalak Harupat dan Manahan, Stadion Gelora Bung Tomo merupakan stadion dengan model olimpik yang terdapat lintasan lari di sekeliling lapangan pertandingan.
Berlokasi di daerah Benowo, stadion yang dibangun di kompleks Surabaya Sport Center dibangun pada 2008 dan dibuka pada 6 Agustus 2010. Kini GBT menjadi markas Persebaya dengan daya tampung 46 ribu penonton.
Menyambut Piala Dunia U-20 2023, GBT bersolek dengan keberadaan pemindahan lokasi penonton disabilitas, lahan parkir, tribune VIP, penambahan daya listrik. Renovasi juga dilakukan di venue latihan lapangan latihan. Selain itu isu bau tak sedap yang berasal dari TPA Benowo sudah dihilangkan.
Stadion GBT yang dimiliki pemkot Surabaya juga mendapat kepercayaan menggelar laga-laga Timnas Indonesia.
FIFA dan PSSI sudah menyepakati penggunaan empat stadion dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Berikut empat stadion yang digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Penggunaan empat stadion yang berlokasi di Pulau Jawa dilatarbelakangi alasan dana dan logistik, seperti yang dibeberkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir pekan lalu.
Erick pun menjelaskan lokasi-lokasi yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung pada Oktober-November mendatang.
"Karena itu ada kesepakatan dengan FIFA, tapi yang akan mengumumkan FIFA ya bukan saya, bahwa nanti untuk di Jakarta ada dua grup, lalau di Bandung di Si Jalak Harupat dua grup, lalu di Surabaya satu grup dan Solo satu grup," ujar Erick yang diwawancara di Indonesia Arena, Senin (7/8).
Pada akhir Juli lalu perwakilan FIFA telah menginspeksi empat stadion. Keempat stadion tersebut adalah Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo).
"Kita juga mengusulkan tim nasional main di Jakarta, lalu pembukaan di Jakarta, semifinal dan final di Solo seperti yang U-20," jelas Erick.
Guna menunjang kesiapan semua tempat pertandingan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengundang berbagai pihak seperti Menpora, PSSI, Gubernur provinsi terkait, pada Rabu (9/8).
Selanjutnya FIFA yang didampingi konsultan dari Australia dan Eropa akan kembali mendatangi Indonesia pada 26 Agustus untuk pengecekan dan menetapkan stadion-stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Berikut 4 stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023:
1. JIS (Jakarta)
Stadion anyar di ibu kota milik Pemprov DKI Jakarta bakal menjadi salah satu panggung bagi pemain-pemain muda di penjuru dunia.
JIS akan menggelar laga internasional berlabel FIFA untuk kali pertama. Sebelumnya JIS pernah menggelar laga persahabatan antara Persija dan Chonburi yang digelar bersamaan dengan peresmian stadion berkapasitas 82 ribu penonton pada 24 Juli 2022.
JIS dibangun sejak 2019 dan soft opening direncanakan pada 11 Desember 2021, namun perilisan stadion ditunda karena Covid-19. Ajang sepak bola bertajuk International Youth Championship pada 13-19 April 2022 akhirnya menjadi penanda soft launching JIS.
Stadion yang sudah direncanakan dibangun sejak awal dekade 2000 hingga 2010 itu memiliki fasilitas yang cukup lengkap bagi penonton dan pemain, seperti tribun tiga tingkat, ruang VIP, lokasi bagi penonton berkebutuhan khusus, rumput lapangan jenis hibrida, ruang ganti pemain yang modern, dan direncanakan terhubung dengan berbagai moda transportasi publik.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Dari Si Jalak Harupat, Menuju Manahan, hingga Gelora Bung Tomo
Stadion Manahan direnovasi jelang Piala Dunia U-20 2023 yang batal dilaksanakan di Indonesia. (Dok. PSSI)
2. Stadion Si Jalak Harupat (Jawa Barat)
Stadion yang berada di Soreang, Bandung, menjadi milik Pemerintah Kota Bandung. Klub Persikab juga tercatat sebagai pemilik. Sementara Persib dan Pelita Jaya sempat menjalani laga kandang di stadion yang dibuat pada 2003 dan dibuka pada 2005 tersebut.
Selain memiliki arena utama, arena dengan nama julukan pahlawan nasional Otto Iskandar Dinata tersebut memiliki kapasitas 27 ribu penonton.
Stadion Si Jalak Harupat sudah ditinjau FIFA sejak Indonesia berencana menggelar Piala Dunia U-20 2023. Mengacu pada rencana Erick, rencananya bakal ada dua grup yang berlaga di stadion ini.
Pada 2007 stadion ini juga dicek oleh AFC jelang penyelenggaraan Piala Asia di Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
3. Stadion Manahan (Jawa Tengah)
Calon tuan rumah laga semifinal dan final ini merupakan stadion yang sudah berdiri sejak 1998 setelah dibangun sejak 1989. Stadion berkapasitas 25 ribu penonton tersebut cukup familier karena menjadi kandang klub Persis Solo.
Stadion yang berada di kota Solo tersebut juga pernah menjadi tempat pertandingan Liga Champions Asia, Piala AFF U-16 2010, hingga ASEAN Para Games pada 2011 dan 2022. Timnas Indonesia juga pernah memainkan laga internasional di stadion ini.
Dua bulan lau, Erick Thohir juga mengajukan Manahan sebagai kandang Timnas Indonesia U-23 saat berlaga di babak penyisihan Grup K Piala Asia U-23.
Manahan sudah dua kali direnovasi, yakni pada 2008 dan 2018. Salah satu renovasi adalah peletakan penutup tribun stadion di area tribun timur, utara, dan selatan.
Lokasi yang strategis menjadi salah satu keunggulan loka tanding yang dahulu kala kerap digunakan sebagai arena pacuan kuda sebelum dibangun menjadi stadion.
4. Stadion Gelora Bung Tomo (Jawa Timur)
Sama seperti Si Jalak Harupat dan Manahan, Stadion Gelora Bung Tomo merupakan stadion dengan model olimpik yang terdapat lintasan lari di sekeliling lapangan pertandingan.
Berlokasi di daerah Benowo, stadion yang dibangun di kompleks Surabaya Sport Center dibangun pada 2008 dan dibuka pada 6 Agustus 2010. Kini GBT menjadi markas Persebaya dengan daya tampung 46 ribu penonton.
Menyambut Piala Dunia U-20 2023, GBT bersolek dengan keberadaan pemindahan lokasi penonton disabilitas, lahan parkir, tribune VIP, penambahan daya listrik. Renovasi juga dilakukan di venue latihan lapangan latihan. Selain itu isu bau tak sedap yang berasal dari TPA Benowo sudah dihilangkan.
Stadion GBT yang dimiliki pemkot Surabaya juga mendapat kepercayaan menggelar laga-laga Timnas Indonesia.