Herry IP bakal menjalani tugas baru di nomor ganda campuran. (CNN Indonesia/ Putra Permata Tegar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Herry Iman Pierngadi saat ini resmi menyandang status sebagai pelatih kepala ganda campuran Pelatnas PBSI. Berikut wawancara CNN Indonesia dengan Herry IP.
Herry IP sudah lama dikenal sebagai pelatih yang identik dengan ganda putra Indonesia. Bergabung sebagai pelatih ke Pelatnas Cipayung pada 1993, Herry IP sudah menjalani naik-turun prestasi nomor ganda putra Indonesia.
Karena itulah keputusan PBSI menunjuk Herry IP jadi pelatih kepala ganda campuran jadi sebuah kabar yang mengejutkan bagi banyak orang.
Bagaimana cerita Herry IP soal penunjukan tersebut dan sudut pandang dirinya melihat tugas baru di nomor ganda campuran. Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Herry IP:
Bagaimana cerita soal penunjukan jadi pelatih kepala ganda campuran?
Saya dipanggil, disuruh itu [jadi pelatih ganda campuran], kaget juga saya. Kaget saja. Akhirnya saya bilang saya minta waktu, saya pikir-pikir dulu. Ya sudah namanya saya kerja, tugas, saya menyanggupi.
Kapan pemanggilan itu?
Sebelum Kejuaraan Dunia. Ya saya kaget. Tetapi namanya tugas, saya jalani. Beda-beda dikit sama ganda putralah.
Anda tentu sudah menyusun program ganda putra hingga Olimpiade. Apakah sempat ada argumen tentang itu saat pembahasan penunjukan?
Enggak, saya enggak ngomong begitu. Diputuskan begitu, saya cuma bilang ya sudah saya pikir dulu. Saya konsultasi sama Aryono [Miranat], ngobrol juga sama beberapa pemain. Ya saya ambil kesimpulan, ya diterima saja [tugas barunya].
Apakah pemindahan posisi ini tidak ada hubungannya dengan prestasi ganda putra yang tengah menurun?
Kalau pengurus, ngomongnya yang bisa menangani, yang bisa bantu ganda campuran cuma saya. Saya dianggap paling senior, kalau yang lain pengurus masih belum percaya. Ya sudah saya terima, itu saja.
Jadi saat itu butuh waktu berapa lama untuk berpikir?
Lupa saya, sekitar seminggu lebih lah. Ya kan butuh banyak yang dipikirkan. Sharing sama istri dan anak, keluarga. Sharing ke teman-teman dan pemain. Dengar jawaban teman-teman dan keluarga, kan hal itu dipertimbangkan juga.
Ambil keputusan itu harus di-sharing, lalu dengan hati tenang, pikiran tenang, baru ambil keputusan. Keputusannya saya ambil tantangan ini.
Saya juga punya pemikiran, saya di ganda putra, saya sudah berhasil. Sekarang dikasih tanggung jawab baru. Sekalian tes ilmu, apakah saya bisa atau enggak?
Memang pengurus bilangnya yang diperkirakan bisa membantu ganda campuran itu saya, anggapan pengurus begitu, ya sudah saya terima.
Ahsan/Hendra adalah salah satu ganda bentukan Herry IP. (Arsip PBSI)
Lalu kapan anda menerima tugas sebagai pelatih ganda campuran?
Sebelum berangkat Kejuaraan Dunia, saya sudah memutuskan untuk menerima. Memang tugasnya di Kejuaraan Dunia itu memang harus mendampingi dua-duanya [ganda putra dan ganda campuran di Kejuaraan Dunia].
Ya sudah saya pikir buat ganda putra, buat perpisahan. Tetapi ini kan perjanjiannya cuma sampai Road to Olympics saja. Nanti habis Road to Olympics-nya dibicarakan lagi, mau dilanjut apa enggak.
Cuma minta dibantu, namanya pengurus minta, ya saya ikuti. Setelah itu mau dilihat dulu hasilnya bagus atau enggak, kan begitu. Dibilangnya sih begitu.
Berarti tidak sampai Olimpiade?
Dibilangnya sih begitu tetapi kan saya tidak tahu karena itu kapasitas pengurus yang memutuskan. Saya sebagai pelatih tidak bisa tolak sana, tolak sini. Ikut arahan dan petunjuklah.
Penunjukan terjadi saat tren ganda putra Indonesia tengah menurun. Anda sempat merasa ada kaitannya?
Yang nilai orang lain. Apa yang saya perbuat, dunia sudah tahu kerja saya seperti apa. Kalau umpama dinilai performanya turun, saya terima, enggak masalah.
Tetapi omongan itu [bahwa penunjukan dan penurunan prestasi ganda putra berkaitan] tidak ada. Omongan itu ke saya tidak ada. Hasil kerja saya bisa lihat, dunia bisa lihat.
Terus kemarin anda sempat tulis status di instagram. Bagaimana melihat respons yang ada?
Saya punya instagram, saya ucapkan terima kasih. Itu saja. Enggak disangka kok jadi ramai begitu.
Saya enggak nyangka ada banyak komentarnya. Mungkin karena sebelumnya ada berita saya didekati oleh China, sama Zhang Jun. Karena sebelumnya juga ada Nova dan Flandy pada pindah.
Baca Lanjutan wawancara ini di halaman berikut >>>
Bagaimana anda melihat ganda campuran Indonesia saat ini?
Masih butuh proses. Mau tembus lapis Top 10 dunia itu berat. Maksudnya masih ada beberapa pemain dunia yang masih ada di atas mereka. Bukan tidak bisa dikalahkan, tetapi butuh waktu.
China ada 2 atau 3 [pasang]? Korea satu, Jepang ada satu, Thailand satu. Malaysia. Hitungan saya, ganda campuran Indonesia masih lapis dua dunia.
Sama kayak ganda putra, Leo/Daniel, Bagas/Fikri, Pram/Yere itu masih ada di tengah. Jadi kalah-menang itu proses.
Contoh Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Dulu digebukin mulu sama Ahsan/Hendra dan Kevin/Gideon, mana ada pernah menang. Baru sekarang mereka naik ke atas melalui proses itu.
Ganda campuran dalam beberapa waktu gonta-ganti pelatih terus. Bagaimana anda melihat hal itu dan apa yang akan dipoles?
Teknik-teknik juga harus dibetulin. Banyak PR. Rehan/Lisa ikut level top dunia masih belum lama, masih digebukin juga.
Kadang penggemar bulutangkis kepingin semua juara-juara. Proses itu harus ada. Enggak segampang yang diperkirakan. Negara lain juga proses.
Kayak di bulutangkis itu, runner up dan semifinal itu gagal. Pengennya juara karena yang dulu-dulu sering juara.
Coba cabang olahraga lain, juara ASEAN itu sudah kayak juara dunia. Perbedaan levelnya sudah terlalu jauh itu yang harus dipahami.
Kami juga ingin juara tetapi banyak kendala yang dihadapi. Intinya harus dihadapi, proses harus diikuti.
Rinov/Pitha jadi salah satu andalan Indonesia di nomor ganda campuran saat ini. (Arsip PBSI)
Berbicara Race to Olympics, bisakah Indonesia meloloskan dua ganda campuran?
Saya kalau dituntut prestasi dalam waktu singkat, saya bilang saya enggak bisa. Saya menyerah. Pengurus bilang minimal ada perbaikan. Ya sudah saya terima.
Tidak ada target. Permintaannya ada perbaikan di ganda campuran. Memang berat, pengurus juga tahu.
Ganda campuran kondisi sekarang kan cukup enggak baik. Diminta ada perubahan lebih baik. kalau prestasi dengan waktu yang pendek, ya saya nyerah.
Apa perbedaan mendasar antara ganda putra dan ganda campuran?
Kalau dari teknik permainan, tidak beda jauh. Hanya di ganda campuran itu kalau pemain depannya perempuan, yang belakang laki-laki. Sudah spesialisasinya seperti itu, perempuan pasti di depan, yang laki-laki di belakang. Tidak beda jauhlah.
Anda pindah ke ganda campuran saat nomor ganda putra sebenarnya sedang butuh sentuhan anda lantaran tengah menurun. Bagaimana obrolan dengan Aryono soal hal ini?
Ya susah, mungkin pengurus bisa melihatnya beda. Pertanyaan ini seharusnya ditanya ke pengurus. Bukan pertanyaan ke saya.
Apa ada tawaran lagi dari luar negeri setelah tahu anda pindah ke ganda campuran?
Memang yang ditakutkan itu saya ke luar negeri karena banyak yang memberi tawaran. Saya kan masih tetap di Indonesia. Belum pada tahu, karena saya diam saja.
Pesan buat nomor ganda putra? Yakin bisa lolos dua wakil ke Olimpiade?
Semoga bisa lebih baik karena saat ini agak sedikit menurun. Saya optimstis ganda putra Indonesia bisa kembali seperti sebelumnya.
Harapannya bisa lolos dua tetapi harus kerja keras bila melihat perkembangan negara-negara lain.
Herry Iman Pierngadi saat ini resmi menyandang status sebagai pelatih kepala ganda campuran Pelatnas PBSI. Berikut wawancara CNN Indonesia dengan Herry IP.
Herry IP sudah lama dikenal sebagai pelatih yang identik dengan ganda putra Indonesia. Bergabung sebagai pelatih ke Pelatnas Cipayung pada 1993, Herry IP sudah menjalani naik-turun prestasi nomor ganda putra Indonesia.
Karena itulah keputusan PBSI menunjuk Herry IP jadi pelatih kepala ganda campuran jadi sebuah kabar yang mengejutkan bagi banyak orang.
Bagaimana cerita Herry IP soal penunjukan tersebut dan sudut pandang dirinya melihat tugas baru di nomor ganda campuran. Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Herry IP:
Bagaimana cerita soal penunjukan jadi pelatih kepala ganda campuran?
Saya dipanggil, disuruh itu [jadi pelatih ganda campuran], kaget juga saya. Kaget saja. Akhirnya saya bilang saya minta waktu, saya pikir-pikir dulu. Ya sudah namanya saya kerja, tugas, saya menyanggupi.
Kapan pemanggilan itu?
Sebelum Kejuaraan Dunia. Ya saya kaget. Tetapi namanya tugas, saya jalani. Beda-beda dikit sama ganda putralah.
Anda tentu sudah menyusun program ganda putra hingga Olimpiade. Apakah sempat ada argumen tentang itu saat pembahasan penunjukan?
Enggak, saya enggak ngomong begitu. Diputuskan begitu, saya cuma bilang ya sudah saya pikir dulu. Saya konsultasi sama Aryono [Miranat], ngobrol juga sama beberapa pemain. Ya saya ambil kesimpulan, ya diterima saja [tugas barunya].
Apakah pemindahan posisi ini tidak ada hubungannya dengan prestasi ganda putra yang tengah menurun?
Kalau pengurus, ngomongnya yang bisa menangani, yang bisa bantu ganda campuran cuma saya. Saya dianggap paling senior, kalau yang lain pengurus masih belum percaya. Ya sudah saya terima, itu saja.
Jadi saat itu butuh waktu berapa lama untuk berpikir?
Lupa saya, sekitar seminggu lebih lah. Ya kan butuh banyak yang dipikirkan. Sharing sama istri dan anak, keluarga. Sharing ke teman-teman dan pemain. Dengar jawaban teman-teman dan keluarga, kan hal itu dipertimbangkan juga.
Ambil keputusan itu harus di-sharing, lalu dengan hati tenang, pikiran tenang, baru ambil keputusan. Keputusannya saya ambil tantangan ini.
Saya juga punya pemikiran, saya di ganda putra, saya sudah berhasil. Sekarang dikasih tanggung jawab baru. Sekalian tes ilmu, apakah saya bisa atau enggak?
Memang pengurus bilangnya yang diperkirakan bisa membantu ganda campuran itu saya, anggapan pengurus begitu, ya sudah saya terima.
Ahsan/Hendra adalah salah satu ganda bentukan Herry IP. (Arsip PBSI)
Lalu kapan anda menerima tugas sebagai pelatih ganda campuran?
Sebelum berangkat Kejuaraan Dunia, saya sudah memutuskan untuk menerima. Memang tugasnya di Kejuaraan Dunia itu memang harus mendampingi dua-duanya [ganda putra dan ganda campuran di Kejuaraan Dunia].
Ya sudah saya pikir buat ganda putra, buat perpisahan. Tetapi ini kan perjanjiannya cuma sampai Road to Olympics saja. Nanti habis Road to Olympics-nya dibicarakan lagi, mau dilanjut apa enggak.
Cuma minta dibantu, namanya pengurus minta, ya saya ikuti. Setelah itu mau dilihat dulu hasilnya bagus atau enggak, kan begitu. Dibilangnya sih begitu.
Berarti tidak sampai Olimpiade?
Dibilangnya sih begitu tetapi kan saya tidak tahu karena itu kapasitas pengurus yang memutuskan. Saya sebagai pelatih tidak bisa tolak sana, tolak sini. Ikut arahan dan petunjuklah.
Penunjukan terjadi saat tren ganda putra Indonesia tengah menurun. Anda sempat merasa ada kaitannya?
Yang nilai orang lain. Apa yang saya perbuat, dunia sudah tahu kerja saya seperti apa. Kalau umpama dinilai performanya turun, saya terima, enggak masalah.
Tetapi omongan itu [bahwa penunjukan dan penurunan prestasi ganda putra berkaitan] tidak ada. Omongan itu ke saya tidak ada. Hasil kerja saya bisa lihat, dunia bisa lihat.
Terus kemarin anda sempat tulis status di instagram. Bagaimana melihat respons yang ada?
Saya punya instagram, saya ucapkan terima kasih. Itu saja. Enggak disangka kok jadi ramai begitu.
Saya enggak nyangka ada banyak komentarnya. Mungkin karena sebelumnya ada berita saya didekati oleh China, sama Zhang Jun. Karena sebelumnya juga ada Nova dan Flandy pada pindah.
Baca Lanjutan wawancara ini di halaman berikut >>>
Tugas Besar Memoles Ganda Campuran
Herry IP punya tugas besar mengangkat performa ganda campuran. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Bagaimana anda melihat ganda campuran Indonesia saat ini?
Masih butuh proses. Mau tembus lapis Top 10 dunia itu berat. Maksudnya masih ada beberapa pemain dunia yang masih ada di atas mereka. Bukan tidak bisa dikalahkan, tetapi butuh waktu.
China ada 2 atau 3 [pasang]? Korea satu, Jepang ada satu, Thailand satu. Malaysia. Hitungan saya, ganda campuran Indonesia masih lapis dua dunia.
Sama kayak ganda putra, Leo/Daniel, Bagas/Fikri, Pram/Yere itu masih ada di tengah. Jadi kalah-menang itu proses.
Contoh Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Dulu digebukin mulu sama Ahsan/Hendra dan Kevin/Gideon, mana ada pernah menang. Baru sekarang mereka naik ke atas melalui proses itu.
Ganda campuran dalam beberapa waktu gonta-ganti pelatih terus. Bagaimana anda melihat hal itu dan apa yang akan dipoles?
Teknik-teknik juga harus dibetulin. Banyak PR. Rehan/Lisa ikut level top dunia masih belum lama, masih digebukin juga.
Kadang penggemar bulutangkis kepingin semua juara-juara. Proses itu harus ada. Enggak segampang yang diperkirakan. Negara lain juga proses.
Kayak di bulutangkis itu, runner up dan semifinal itu gagal. Pengennya juara karena yang dulu-dulu sering juara.
Coba cabang olahraga lain, juara ASEAN itu sudah kayak juara dunia. Perbedaan levelnya sudah terlalu jauh itu yang harus dipahami.
Kami juga ingin juara tetapi banyak kendala yang dihadapi. Intinya harus dihadapi, proses harus diikuti.
Rinov/Pitha jadi salah satu andalan Indonesia di nomor ganda campuran saat ini. (Arsip PBSI)
Berbicara Race to Olympics, bisakah Indonesia meloloskan dua ganda campuran?
Saya kalau dituntut prestasi dalam waktu singkat, saya bilang saya enggak bisa. Saya menyerah. Pengurus bilang minimal ada perbaikan. Ya sudah saya terima.
Tidak ada target. Permintaannya ada perbaikan di ganda campuran. Memang berat, pengurus juga tahu.
Ganda campuran kondisi sekarang kan cukup enggak baik. Diminta ada perubahan lebih baik. kalau prestasi dengan waktu yang pendek, ya saya nyerah.
Apa perbedaan mendasar antara ganda putra dan ganda campuran?
Kalau dari teknik permainan, tidak beda jauh. Hanya di ganda campuran itu kalau pemain depannya perempuan, yang belakang laki-laki. Sudah spesialisasinya seperti itu, perempuan pasti di depan, yang laki-laki di belakang. Tidak beda jauhlah.
Anda pindah ke ganda campuran saat nomor ganda putra sebenarnya sedang butuh sentuhan anda lantaran tengah menurun. Bagaimana obrolan dengan Aryono soal hal ini?
Ya susah, mungkin pengurus bisa melihatnya beda. Pertanyaan ini seharusnya ditanya ke pengurus. Bukan pertanyaan ke saya.
Apa ada tawaran lagi dari luar negeri setelah tahu anda pindah ke ganda campuran?
Memang yang ditakutkan itu saya ke luar negeri karena banyak yang memberi tawaran. Saya kan masih tetap di Indonesia. Belum pada tahu, karena saya diam saja.
Pesan buat nomor ganda putra? Yakin bisa lolos dua wakil ke Olimpiade?
Semoga bisa lebih baik karena saat ini agak sedikit menurun. Saya optimstis ganda putra Indonesia bisa kembali seperti sebelumnya.
Harapannya bisa lolos dua tetapi harus kerja keras bila melihat perkembangan negara-negara lain.