Jakarta, CNN Indonesia -- Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah 15-21, 21-18, 10-21 dari unggulan kedua Baek Ha Na/Lee So Hee dari Korea Selatan pada babak perempat final China Open 2023 di Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat (8/9).
Pada awal gim pertama pertandingan berjalan cukup alot. Kedua pasangan bermain reli panjang untuk mencoba variasi serangan dan membaca gaya permainan lawan.
Namun di awal gim pertama Apriyani/Fadia sempat tertinggal cukup jauh 1-5. Tetapi Apri/Fadia mampu mengejar ketertinggalannya menjadi 5-6.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya pengamatan kurang sempurna dilakukan Fadia sehingga bola yang dikira out justru masih jatuh di bidang permainan Indonesia. Pasangan Korea Selatan itu pun unggul 7-5.
Perjuangan luar biasa ditunjukkan pasangan Indonesia saat bertahan. Apriyani sukses membalikkan shuttlecock di sisi kiri kemudian dia berlari ke kanan untuk kembali mengembalikan pukulan lawan, setelah itu giliran Fadia harus sampai menjatuhkan badan untuk mengembalikan pukulan lawan meski akhirnya tersangkit di net. Baek/Lee pun memperlebar keunggulan menjadi 8-5.
Sayangnya Apriyani/Fadia akhirnya harus tertinggal 6-11 di interval gim pertama.
Usai interval gim pertama pasangan Korea Selatan itu mampu memperlebar keunggulan menjadi 16-7. Kemudian smes keras Apriyani berhasil menghentikan perolehan angka lawan menjadi 8-16.
Pasangan Indonesia tetap berusaha untuk terus mengejar. Sebuah smes menyilang Fadia sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 10-17.
Kemudian terjadi reli panjang sebanyak 35 pukul terjadi saat skor 20-11 untuk keunggulan pasangan Korea. Reli panjang tersebut dapat dimenangkan Apriyani/Fadia untuk mengubah skor menjadi 20-12. Apriyani/Fadia kemudian berhasil meraih tiga poin berturut-turut untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 15-20.
Namun pasangan Korea Selatan akhirnya tetap berhasil menang gim pertama 21-16 setelah smes Fadia menyangkut di net.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Apriyani/Fadia Sempat Menang Gim Kedua
Ganda putri Indonesia Apriyani/Fadia saat berjuang di China Open 2023. (Dok. PBSI)
Pada awal gim kedua Apriyani/Fadia sempat tertinggal 1-3, namun ganda putri Indonesia yang tampil luar biasa mampu membalikkan kedudukan menjadi 4-3.
Apriyani/Fadia sukses terus menjaga keunggulannya hingga akhirnya mampu menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-8.
Namun usai interval gim kedua pasangan Korea mampu memperkecil ketertinggalannya menjadi 11-12 dan menyamakan skor 12-12.
Smes keras Apriyani yang nyaris mengenai wajah Baek Ha Na berhasil membawa keunggulan 13-12. Apriyani kembali memperlebar keunggulan menjadi 14-12 usai memenangkan reli panjang sebanyak 60 pukulan.
Sebuah smes keras Fadia yang sempat memantul di net sukses membawa pasangan Indonesia unggul 15-12.
Apriyani/Fadia mampu memperlebar keunggulan menjadi 18-15. Namun pasangan Korea Selatan mampu menyamakan kedudukan 18-18. Hingga akhirnya Indonesia memenangkan gim kedua lewat pukulan Apriyani.
[Gambas:Photo CNN]
Apriyani/Fadia menang 21-18 di gim kedua dan pertandingan dilanjutkan ke babak rubber gim.
Pada awal gim ketiga Apriyani/Fadia sempat tertinggal empat angka dari pasangan Korea. Hingga akhirnya Apriyani/Fadia tertinggal 7-11 di interval gim ketiga.
Saat skor 8-14 Fadia sempat meminta penanganan medis karena sedikit mengalami masalah di pinggang dan paha bagian belakang. Namun Fadia masih bisa melanjutkan pertandingan.
Akhirnya Apriyani/Fadia kalah 10-21 di gim ketiga dan terhenti di babak perempat final China Open 2023.
[Gambas:Video CNN]