Indonesia vs Korea Utara: Bukan Habis-habisan, Tapi Habisi Lawan
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 24 Sep 2023 06:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ernando Ari kembali ke posisi penjaga gawang utama Timnas Indonesia U-24. (CNNIndonesia/ Adi Maulana Ibrahim)
Kebijakan Indra Sjafri mencadangkan Ernando Ari Sutaryadi saat melawan Taiwan, sejatinya bukan kesalahan fatal. Hanya saja rotasi kiper jarang dilakukan pelatih saat turnamen.
Posisi pemain lainnya bisa saja dibongkar pasang, namun posisi kiper tak digoyang. Pasalnya tak ada stamina yang perlu dijaga dan mengganti kiper utama sering berdampak negatif.
Itu pula yang banyak diulas. Absennya Ernando yang digantikan Adi Satryo berdampak kekalahan. Meski bukan kesalahan Adi, tetap saja hal ini jadi sorotan tajam.
Begitu pula dengan disimpannya Andy Setyo. Satu-satunya pemain senior yang dipanggil Indra ke Indonesia U-24 malah disimpan. Kebijakan ini cukup disayangkan.
Karenanya Indra disarankan tak lagi mencadangkan Ernando dan Andy. Malahan Indra jadi punya opsi untuk memasang tiga bek saat berhadapan dengan Korea Utara.
Untuk mengatasi ketajaman Korea Utara, Andy, Ridho, dan Alfeandra Dewangga bisa dipasang sejajar. Memang Indra tak biasa memasang formasi tiga bek, tetapi ini bisa jadi opsi.
Indra juga harus punya segera menetapkan gelandang serang yang tepat. Dari laga melawan Kirgistan dan Taiwan, tak tampak sosok gelandang pengatur permainan yang jitu.
Rachmat Irianto dan Syahrian Abimanyu sudah matang di posisinya masing-masing, tetapi pengaturnya belum optimal. Ananda Raehan dan Muhammad Taufany belum optimal.
Untuk ini, kiranya Indra sudah punya opsi jitu. Korea Utara yang merasa permainan tak terbaca lawan, karena negaranya yang tertutup, bisa dikejutkan Indra dengan strategi kejutan.
Kondisi tim yang sedang tertekan karena dipermalukan Taiwan, sepantasnya pula ditenangkan Indra. Kelihaian Indra memotivasi semangat juang tim akan menjadi senjata lainnya.
Apalagi jika Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Komite Eksekutif federasi lainnya hadir langsung ke Hangzhou. Ini akan memberi sumbangan moril ke pemain.
Yang pasti Timnas Indonesia U-24 tidak butuh keajaiban. Skuad Indonesia meski minim karena hanya ada 20 pemain, sangat berpotensi mengalahkan Korea Utara yang tengah jemawa.
Saat ini situasi Indonesia berada di ujung tanduk. Tim asuhan Indra Sjafri ini menempati peringkat kedua Grup F dengan poin tiga. Indonesia unggul selisih gol dengan Taiwan di posisi ketiga.
Kekalahan 0-1 dari Taiwan pada Kamis (21/9) sangat tidak terduga. Digadang-gadang bisa mengatasi Taiwan dengan mudah, Rizky Ridho dan kawan-kawan malah menelan kekalahan.
Keunggulan statistik Indonesia dalam laga tersebut akhirnya tak berarti apa-apa. Kelengahan pada awal babak kedua dan tidak klinis penyelesaian akhir berbuah situasi sulit.
Kini satu-satunya cara aman Indonesia agar bisa lolos ke babak 16 besar adalah mengalahkan Korea Utara. Hasil imbang bisa saja meloloskan, tetapi tergantung dari hasil Taiwan versus Kirgistan.
Jika Taiwan menang atas Kirgistan, otomatis posisi runner up lepas dari tangan Indonesia. Seandainya Taiwan bermain imbang dan Indonesia juga imbang, runner up tetap milik Taiwan.
Saat situasi ini yang terjadi, kans mengincar empat tim terbaik peringkat ketiga akan sulit. Pasalnya hasil pertandingan melawan tim juru kunci tak masuk hitungan untuk tiket 16 besar.
Sebaliknya jika Taiwan kalah dari Kirgistan dan Indonesia imbang dengan Korea Utara, Indonesia akan lolos sebagai runner up grup. Kirgistan akan berada di posisi ketiga.
Karenanya Indonesia harus menang atas Korea Utara. Kemenangan ini harus dikejar sejak menit pertama, sebab lawan punya sistem permainan yang terbilang solid di setiap lini.
Kemenangan Korea Utara tanpa kebobolan atas Taiwan dan Kirgistan jadi bukti. Tim asuhan Sin Yongnam ini, jika mengacu statistik pertandingan, selalu tampil dominan.
Ini tanda bahaya bagi Indonesia. Jika tidak main solid dan fokus sepanjang pertandingan, akan dihempaskan Korea Utara. Apalagi lini depan Indonesia masih terbilang tumpul.
Striker Indonesia, Titan Agung belum mencatatkan namanya di papan skor. Sebaliknya penyerang sayap, Hugo Samir dan Ramai Rumakiek yang sudah mencetak gol.
Kehadiran Egy Maulana Vikri pun belum menaikkan daya gedor Garuda Muda. Performa Egy di Indonesia U-24 belum semaksimal saat membela Timnas Indonesia atau Dewa United.
Baca di halaman berikutnya>>>
Bukan Saatnya Indonesia Melakukan Rotasi
Ernando Ari kembali ke posisi penjaga gawang utama Timnas Indonesia U-24. (CNNIndonesia/ Adi Maulana Ibrahim)
Kebijakan Indra Sjafri mencadangkan Ernando Ari Sutaryadi saat melawan Taiwan, sejatinya bukan kesalahan fatal. Hanya saja rotasi kiper jarang dilakukan pelatih saat turnamen.
Posisi pemain lainnya bisa saja dibongkar pasang, namun posisi kiper tak digoyang. Pasalnya tak ada stamina yang perlu dijaga dan mengganti kiper utama sering berdampak negatif.
Itu pula yang banyak diulas. Absennya Ernando yang digantikan Adi Satryo berdampak kekalahan. Meski bukan kesalahan Adi, tetap saja hal ini jadi sorotan tajam.
Begitu pula dengan disimpannya Andy Setyo. Satu-satunya pemain senior yang dipanggil Indra ke Indonesia U-24 malah disimpan. Kebijakan ini cukup disayangkan.
Karenanya Indra disarankan tak lagi mencadangkan Ernando dan Andy. Malahan Indra jadi punya opsi untuk memasang tiga bek saat berhadapan dengan Korea Utara.
Untuk mengatasi ketajaman Korea Utara, Andy, Ridho, dan Alfeandra Dewangga bisa dipasang sejajar. Memang Indra tak biasa memasang formasi tiga bek, tetapi ini bisa jadi opsi.
Indra juga harus punya segera menetapkan gelandang serang yang tepat. Dari laga melawan Kirgistan dan Taiwan, tak tampak sosok gelandang pengatur permainan yang jitu.
Rachmat Irianto dan Syahrian Abimanyu sudah matang di posisinya masing-masing, tetapi pengaturnya belum optimal. Ananda Raehan dan Muhammad Taufany belum optimal.
Untuk ini, kiranya Indra sudah punya opsi jitu. Korea Utara yang merasa permainan tak terbaca lawan, karena negaranya yang tertutup, bisa dikejutkan Indra dengan strategi kejutan.
Kondisi tim yang sedang tertekan karena dipermalukan Taiwan, sepantasnya pula ditenangkan Indra. Kelihaian Indra memotivasi semangat juang tim akan menjadi senjata lainnya.
Apalagi jika Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Komite Eksekutif federasi lainnya hadir langsung ke Hangzhou. Ini akan memberi sumbangan moril ke pemain.
Yang pasti Timnas Indonesia U-24 tidak butuh keajaiban. Skuad Indonesia meski minim karena hanya ada 20 pemain, sangat berpotensi mengalahkan Korea Utara yang tengah jemawa.