Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia berhasil melaju ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menekuk Brunei Darussalam. Berikut lima pemain terbaik Indonesia lawan Brunei.
Skuad Garuda melenggang ke fase berikutnya dengan meyakinkan. Dua kemenangan beruntun dipetik dengan skor telak. Skor 6-0 pada leg pertama dan leg kedua jadi penegas dominasi Indonesia atas Brunei.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong memanfaatkan kesempatan menghadapi Brunei dengan meracik formula baru. Langkah itu tak lepas dari upaya menciptakan pola yang padu di fase berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
STY meramu susunan pemain yang jauh berbeda di leg pertama dan leg kedua. Hanya ada tiga pemain yang jadi starter di kedua leg.
Ketiga pemain itu berhasil menunjukkan performa meyakinkan, begitu juga dengan dua penggawa Merah Putih lainnya. Berikut lima pemain terbaik Indonesia lawan Brunei.
1. Sandy Walsh
STY memasang Sandy Walsh sebagai starter di leg pertama dan kedua. Peran pemain KV Mechelen itu pun berbeda di masing-masing pertandingan.
Di leg pertama, Sandy tampil sebagai tandem Marc Klok di lini tengah. Lalu di leg kedua Sandy berperan sebagai bek kanan.
Pemain 28 tahun itu melakukan tugasnya dengan baik lewat torehan satu assist. Selain itu, Sandy juga kerap melakukan tusukan berbahaya dan umpan kunci ke lini depan untuk membuka peluang.
2. Rizky Ridho
Rizky Ridho adalah satu-satunya pemain yang tak tergantikan di pertandingan kontra Brunei. Ini jadi isyarat STY sangat mengandalkan bek 21 tahun itu.
Penggawa Persija Jakarta itu tampil solid menjaga lini pertahanan skuad Garuda. Ia turut berperan menjaga clean sheet di kedua leg.
Selain itu, Ridho juga efektif saat melakukan overlap. Kontribusi dua gol membuktikan dirinya punya insting mencetak gol yang mumpuni.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>>
Hokky Caraka hingga Sananta
Hokky Caraka mencuri perhatian dalam dua laga melawan Brunei Darussalam. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
3. Dimas Drajad
STY memasang Dimas Drajad sebagai juru gedor Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu menaruh kepercayaan penuh untuk Dimas meski yang bersangkutan belum mencetak gol di Liga 1 musim ini bersama Persikabo.
Kepercayaan pelatih dibayar tuntas oleh Dimas. Catatan hattrick di leg pertama jadi bukti Dimas punya ketajaman di lini depan.
Pergerakan tanpa bola membuat Dimas berada di posisi yang tepat pada setiap golnya. Sayangnya Dimas tak bermain di leg kedua akibat kondisi yang kurang prima.
4. Hokky Caraka
Striker muda Timnas Indonesia, Hokky Caraka tampil impresif lawan Brunei. Sama seperti Sandy dan Ridho, Hokky selalu jadi starter di kedua leg.
Hokky tak nampak canggung meski baru pertama kali tampil untuk tim senior. Di leg pertama, pemain 19 tahun itu nyaris mencetak gol andai bola sundulannya tak membentur tiang.
Di leg kedua Hokky semakin menggila. Ia menorehkan dua gol dan satu assist untuk membawa Indonesia meraih kemenangan meyakinkan.
5. Ramadhan Sananta
Tampil sebagai cadangan tak menghalangi Ramadhan Sananta untuk tampil bagus. Ia menegaskan kualitasnya sebagai striker haus gol.
Bomber Persis Solo itu selalu tampil sebagai pemain pengganti. Namun ia berhasil mempersembahkan tiga gol untuk skuad Garuda.
Sananta mencetak dua gol di leg pertama kemudian membukukan satu gol di leg kedua. Catatan ini membuktikan Sananta layak mendapat satu tempat utama di lini depan Timnas Indonesia.
[Gambas:Video CNN]