Timnas Indonesia Dikepung Badai Cedera, STY Bisa Apa?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Selasa, 31 Okt 2023 09:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kualitas Stefani Lilipaly dibutuhkan Timnas Indonesia saat ini. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Saat pertama kali membela Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly dimainkan sebagai playmaker. Peran itu pula yang ia emban di Persija Jakarta dan Consadole Sapporo.
Seiring waktu, peran Lilipaly bergeser. Ia sempat bermain sebagi winger dan second striker di Bali United. Kini, bersama Borneo FC, Lilipaly bermain sebagai free role.
Peran ini terbukti membuat Lilipaly moncer. Pria 33 tahun ini sudah melesakkan sembilan gol dan enam assist. Terbaru Lilipaly mencetak hattrick saat melawan Dewa United.
Masalahnya, performa Lilipaly di Timnas, selama dalam asuhan Shin Tae Yong, kurang mentereng. Lilipaly bukan pemain utama pilihan Shin dan namanya sering tidak dipanggil.
Saat melawan Brunei misalnya, nama Lilipaly tidak ada. Padahal dalam FIFA Matchday sebelumnya melawan Turkmenistan, Lilipaly dipanggil dan menyumbang satu assist.
Apakah Shin akan memanggil Lilipaly untuk melawan Irak dan Filipina? Dengan performa yang ditampilkan Lilipaly saat ini, kiranya tak ada alasan untuk mengesampingkan pemain 33 tahun tersebut.
Kiranya Lilipaly bisa menjadi opsi untuk mengisi pos yang ditinggalkan Marselino atau Jenner. Lilipaly juga tak canggung ketika dipadukan dengan Marc Klok, Ricky Kambuaya, atau Irianto.
Menghadapi Irak yang kuat dan menang postur, pemain seperti Lilipaly akan sangat membantu. Intuisi dan naluri Lilipaly sangat layak untuk dieksplorasi oleh Shin.
Situasi tak berbeda dialami Saddil Ramdani. Pemain Sabah FC ini moncer di klub, tetapi biasa-biasa saja di Timnas Indonesia. Namun Saddil berhasil menyumbang satu assist dalam laga melawan Brunei.
Dalam kondisi saat ini, belum ada winger yang tampil menonjol di kompetisi, Saddil kiranya tetap berhak dapat peran. Namun, STY harus bicara dari hati ke hati dengan Saddil guna memaksimalkan potensi eks pemain Persela itu.
Meski demikian, Shin pastinya punya rencana sendiri. Situasi dalam dua pekan liga ke depan, akan berdampak pada permainan Indonesia. Semoga saja tidak ada pemain yang kembali cedera.
Yang pasti, laga melawan Irak harus disiapkan dengan sedetail mungkin, sebab Singa Mesopotamia adalah lawan terberat Timnas Indonesia di Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang juga jadi Kualifikasi Piala Asia 2027.
(sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Badai cedera menyerang pemain-pemain Timnas Indonesia jelang melawan Irak dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 16 November mendatang.
Pada akhir Oktober ini lima pemain masih berjuang pulih dari cedera. Mereka itu Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Sandy Walsh, Yakob Sayuri, dan Elkan Baggott.
Dari kelima pemain ini hanya Baggott yang kondisinya lumayan. Pemain Ipswich Town ini tak tampil dalam laga terakhir klub karena masih dalam masa pemulihan cedera.
Kabar baiknya kondisi Baggott tak terlalu mengkhawatirkan. Bahkan pelatih Ipswich Town telah memberi isyarat bahwa bek setinggi 198 centimeter ini akan debut di Championship.
Sedangkan Sandy baru mengalami cedera. Akhir pekan lalu kaki Sandy terluka saat pertandingan hingga terpaksa dijahit. Tak ada jaminan Sandy akan pulih pada 8 November ini.
Adapun Marselino dan Ivar Jenner hampir pasti absen. Keduanya belum bisa membela klub karena kondisinya belum pulih. Hal sama dialami Yakob yang absen pada pekan ke-17 Liga 1 2023/2024.
Pada saat yang sama Rafael Struick tak kunjung mendapatkan menit bermain. Sepulang dari Timnas Indonesia di fase pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026, ia jadi penghangat bangku cadangan.
Pratama Arhan pun demikian. Pemain berposisi bek kanan ini tak kunjung dapat menit main di J2 League 2023/2024. Beruntungnya kondisi Arhan tetap prima karena latihan keras.
Situasi ini membuat kondisi Timnas Indonesia kurang ideal menjelang laga melawan Irak dan Filipina. Laga ini akan berlangsung di kedua negara pada 16 dan 21 November.
Shin Tae Yong harus berpikir keras merancang formasi dan formula untuk meraih poin atas dua negara tersebut. Bisakah Shin menghadirkan kejutan dalam laga tersebut?
Untuk lini pertahanan kiranya tak terlalu mengkhawatirkan. Jordi Amat yang absen saat melawan Brunei Darussalam telah pulih dari cedera. Rizky Ridho pun tak ada kendala berarti.
November nanti, jika Baggott tak pulih dari cedera, hanya tinggal dicari satu bek yang siap. Ada beberapa opsi seperti Muhammad Ferarri, Alfeandra Dewangga, atau Wahyu Prasetyo.
Jika nantinya Sandy absen, juga tak terlalu mengkhawatirkan. Masih ada Asnawi Mangkualam di posisi bek kanan, juga Rachmat Irianto untuk posisi gelandang bertahan.
Persoalannya hanya di lini tengah. Absennya Marselino dan Jenner membuat Indonesia kehilangan sosok gelandang serang andal. Siapa yang bisa mengisi pos ini?
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Lilipaly Bisa Jadi Kunci
Kualitas Stefani Lilipaly dibutuhkan Timnas Indonesia saat ini. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Saat pertama kali membela Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly dimainkan sebagai playmaker. Peran itu pula yang ia emban di Persija Jakarta dan Consadole Sapporo.
Seiring waktu, peran Lilipaly bergeser. Ia sempat bermain sebagi winger dan second striker di Bali United. Kini, bersama Borneo FC, Lilipaly bermain sebagai free role.
Peran ini terbukti membuat Lilipaly moncer. Pria 33 tahun ini sudah melesakkan sembilan gol dan enam assist. Terbaru Lilipaly mencetak hattrick saat melawan Dewa United.
Masalahnya, performa Lilipaly di Timnas, selama dalam asuhan Shin Tae Yong, kurang mentereng. Lilipaly bukan pemain utama pilihan Shin dan namanya sering tidak dipanggil.
Saat melawan Brunei misalnya, nama Lilipaly tidak ada. Padahal dalam FIFA Matchday sebelumnya melawan Turkmenistan, Lilipaly dipanggil dan menyumbang satu assist.
Apakah Shin akan memanggil Lilipaly untuk melawan Irak dan Filipina? Dengan performa yang ditampilkan Lilipaly saat ini, kiranya tak ada alasan untuk mengesampingkan pemain 33 tahun tersebut.
Kiranya Lilipaly bisa menjadi opsi untuk mengisi pos yang ditinggalkan Marselino atau Jenner. Lilipaly juga tak canggung ketika dipadukan dengan Marc Klok, Ricky Kambuaya, atau Irianto.
Menghadapi Irak yang kuat dan menang postur, pemain seperti Lilipaly akan sangat membantu. Intuisi dan naluri Lilipaly sangat layak untuk dieksplorasi oleh Shin.
Situasi tak berbeda dialami Saddil Ramdani. Pemain Sabah FC ini moncer di klub, tetapi biasa-biasa saja di Timnas Indonesia. Namun Saddil berhasil menyumbang satu assist dalam laga melawan Brunei.
Dalam kondisi saat ini, belum ada winger yang tampil menonjol di kompetisi, Saddil kiranya tetap berhak dapat peran. Namun, STY harus bicara dari hati ke hati dengan Saddil guna memaksimalkan potensi eks pemain Persela itu.
Meski demikian, Shin pastinya punya rencana sendiri. Situasi dalam dua pekan liga ke depan, akan berdampak pada permainan Indonesia. Semoga saja tidak ada pemain yang kembali cedera.
Yang pasti, laga melawan Irak harus disiapkan dengan sedetail mungkin, sebab Singa Mesopotamia adalah lawan terberat Timnas Indonesia di Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang juga jadi Kualifikasi Piala Asia 2027.