ANALISIS

Harap-harap Cemas Timnas U-17 dan Kesadaran PSSI

Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 18 Nov 2023 10:20 WIB
Harap-harap Cemas Timnas U-17 dan Kesadaran PSSI
Ketua Umum PSSI Erick Thohir harus membenahi kompetisi usia muda Indonesia. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sadar ada yang salah dalam proses pembentukan Timnas Indonesia U-17. Bukan proses instan seperti ini yang diinginkan Erick.

Inginnya Erick, semua level Timnas dari U-15 hingga senior, tak ada istilah dibubarkan. Setiap ada kalendar FIFA Matchday, semua level usia itu kumpul dan menggelar laga internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun situasi dan kondisi belum memungkinkan. Dalam masa satu tahun kepemimpinan Erick di PSSI, bahasa kasarnya, hal ini belum menjadi prioritas utama federasi.

Erick inginnya kompetisi usia muda berjalan simultan. Jika ada kompetisi usia muda, pemain bisa dikumpulkan saat jeda internasional. Tolok ukur pemanggilan adalah aksi di kompetisi.

Musim ini PSSI sudah mulai menggelar Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, dan U-20. Tahap awal EPA musim 2023/2024 ini adalah pertandingan kandang tandang selama tiga bulan.

Selanjutnya kompetisi akan digelar dengan format delapan besar, semifinal, dan final, di semua level usia. Kompetisi ini dirancang PT Liga Indonesia Baru berakhir pada awal tahun 2024.

Dari kompetisi ini lantas akan dibentuk tim U-16 dan U-19. Beberapa agenda sudah menatap di 2024 adalah Piala AFF U-16 dan U-19, juga Kualifikasi Piala Asia U-17 dan U-20.

Sekilas terlihat runut. Namun, sejatinya ini belum ideal. Utamanya format kompetisi belum cukup memberi jam terbang pada pemain. Kendati demikian ini permulaan positif.

Apalagi jika ditarik lebih dalam, belum semua klub punya akademi untuk tiga kelas EPA itu. Beberapa klub membentuk dadakan tim EPA dari sejumlah sekolah sepak bola (SSB).

Karenanya kontrol PSSI atas EPA ini sangat vital. Kebijakan club licensing berupa akademi harus diperketat. Jika ada klub yang tak niat membina, bisa diedukasi hingga sanksi.

Tahun ini Indonesia sudah tampil di Piala Dunia U-17 2023, karenanya target PSSI berikutnya harus tampil di Piala Dunia U-17 2025. Artinya Indonesia harus jadi semifinalis Piala Asia U-17 2025.

Target ini tak akan tercapai jika tidak ada akar pembinaan yang dibangun dengan kukuh. Selanjutnya, jika Piala Dunia U-17 tak jadi target, niscaya prestasi di level atasnya akan melempem pula.

Piala Dunia U-17 2023 sudah memperlihatkan kualitas sepak bola Indonesia. Kini tinggal saat para pakar sepak bola di PSSI yang dipimpin Erick Thohir membuat langkah konkret.

(har)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paling tidak enak itu menunggu. Kini seluruh elemen Timnas Indonesia U-17 harap-harap cemas menanti nasib di Piala Dunia U-17 2023.

Timnas Indonesia U-17 mengakhiri kiprah di Grup A Piala Dunia U-17 2023 dengan menempati peringkat ketiga. Garuda Asia mengoleksi poin dua dari tiga pertandingan.

Pada laga pertama berbagi skor 1-1 dengan Ekuador, lantas kembali imbang 1-1 melawan Panama. Pada laga terakhir melawan Maroko, tim asuhan Bima Sakti keok dengan skor 1-3.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil itu membuat Timnas Indonesia U-17 tak bisa lolos otomatis ke babak 16 besar. Masih ada peluang, tetapi tergantung hasil laga Grup E dan F. Indonesia bersaing dengan Meksiko, Selandia Baru, Korea Selatan dan Burkina Faso untuk memperebutkan tiket terakhir melalui tim peringkat tiga terbaik.

Keempat tim ini akan bertanding pada Sabtu (18/11) di Jakarta International Stadium dan Si Jalak Harupat. Meksiko akan bentrok dengan Selandia Baru dan Korea Selatan jumpa Burkina Faso.

Di atas kertas Meksiko diyakini akan bisa menumpas Selandia Baru. Pada saat yang sama Korea Selatan sangat berpeluang menang atas Burkina Faso.

Artinya pula Indonesia tidak akan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023. Jika itu terjadi berarti target PSSI lolos ke fase gugur gagal. Namun kegagalan ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal jadi kontestan.

Indonesia bisa tampil di Piala Dunia U-17 2023 karena berstatus tuan rumah dan satu-satunya tim debutan. Indonesia ditunjuk FIFA jadi tuan rumah hanya lima bulan sebelum kick off, karena Peru mundur.

Banner Pesta Bola Dunia U-17 - 970x250

Saat penunjukan itu, PSSI tak punya skuad Timnas Indonesia U-17. Tim kategori usia ini sudah dibubarkan begitu gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023 karena gagal di babak kualifikasi.

Bima yang ditunjuk sebagai pelatih langsung mengumpulkan sebagian besar pemain jebolan Piala AFF U-16 2022 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, serta pemain Garuda Select.

Untuk menambah jumlah pemain, PSSI menggelar seleksi di 12 kota. Dari seleksi ini akhirnya didapat satu nama saja, yakni Aulia Rahman. Ia merupakan pemain binaan Persita Tangerang.

PSSI juga menjaring diaspora berdarah Indonesia. Dari proses ini didapat dua nama, Welber Jardim dan Amar Brkic. Untuk mematangkan skuad digelar pemusatan latihan di Jerman.

Dari seluruh rangkaian kilat dan instan itu ditetapkan 21 pemain untuk Piala Dunia U-17 2023. Hasilnya tak buruk. Setidaknya Indonesia masih lebih baik dari Kaledonia Baru, misalnya.

Analisis berlanjut ke halaman kedua >>>

Ketua Umum PSSI Sadar

Ketua Umum PSSI Erick Thohir harus membenahi kompetisi usia muda Indonesia. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sadar ada yang salah dalam proses pembentukan Timnas Indonesia U-17. Bukan proses instan seperti ini yang diinginkan Erick.

Inginnya Erick, semua level Timnas dari U-15 hingga senior, tak ada istilah dibubarkan. Setiap ada kalendar FIFA Matchday, semua level usia itu kumpul dan menggelar laga internasional.

Namun situasi dan kondisi belum memungkinkan. Dalam masa satu tahun kepemimpinan Erick di PSSI, bahasa kasarnya, hal ini belum menjadi prioritas utama federasi.

Erick inginnya kompetisi usia muda berjalan simultan. Jika ada kompetisi usia muda, pemain bisa dikumpulkan saat jeda internasional. Tolok ukur pemanggilan adalah aksi di kompetisi.

Musim ini PSSI sudah mulai menggelar Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, dan U-20. Tahap awal EPA musim 2023/2024 ini adalah pertandingan kandang tandang selama tiga bulan.

Selanjutnya kompetisi akan digelar dengan format delapan besar, semifinal, dan final, di semua level usia. Kompetisi ini dirancang PT Liga Indonesia Baru berakhir pada awal tahun 2024.

Dari kompetisi ini lantas akan dibentuk tim U-16 dan U-19. Beberapa agenda sudah menatap di 2024 adalah Piala AFF U-16 dan U-19, juga Kualifikasi Piala Asia U-17 dan U-20.

Sekilas terlihat runut. Namun, sejatinya ini belum ideal. Utamanya format kompetisi belum cukup memberi jam terbang pada pemain. Kendati demikian ini permulaan positif.

[Gambas:Video CNN]

Apalagi jika ditarik lebih dalam, belum semua klub punya akademi untuk tiga kelas EPA itu. Beberapa klub membentuk dadakan tim EPA dari sejumlah sekolah sepak bola (SSB).

Karenanya kontrol PSSI atas EPA ini sangat vital. Kebijakan club licensing berupa akademi harus diperketat. Jika ada klub yang tak niat membina, bisa diedukasi hingga sanksi.

Tahun ini Indonesia sudah tampil di Piala Dunia U-17 2023, karenanya target PSSI berikutnya harus tampil di Piala Dunia U-17 2025. Artinya Indonesia harus jadi semifinalis Piala Asia U-17 2025.

Target ini tak akan tercapai jika tidak ada akar pembinaan yang dibangun dengan kukuh. Selanjutnya, jika Piala Dunia U-17 tak jadi target, niscaya prestasi di level atasnya akan melempem pula.

Piala Dunia U-17 2023 sudah memperlihatkan kualitas sepak bola Indonesia. Kini tinggal saat para pakar sepak bola di PSSI yang dipimpin Erick Thohir membuat langkah konkret.


HALAMAN:
1 2