Piala Asia 2023 Fondasi STY Menatap Tahun Berat Timnas Indonesia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 10 Des 2023 09:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nasib Shin Tae Yong bisa ditentukan oleh hasil Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Di Piala Asia 2023, Timnas Indonesia akan bersaing dengan Jepang, Irak, dan Vietnam di Grup D. Ini bukan grup mudah, sebab peringkat FIFA lawan ada di atas Indonesia.
Namun peringkat FIFA tak bisa menjadi acuan. Kejutan bisa saja tercipta. Indonesia yang dianggap tim guram, berpotensi membuat kejutan dalam Piala Asia edisi ke-18 tersebut.
Demi adanya kejutan itu PSSI menghentikan sementara Liga 1 2023/2024. Kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini diliburkan begitu pekan ke-23 berakhir pada 18 Desember 2023.
Pekan ke-24 Liga 1 2023/2024 baru akan dilanjutkan kembali pada 4 Februari 2024. Meliburkan kompetisi ini diambil PSSI agar bisa dengan bebas memanggil pemain ke pemusatan latihan Timnas.
Rencananya Timnas akan melakukan pemusatan latihan di Turki dan Qatar mulai 20 Desember. Selama pemusatan latihan itu tiga uji coba dijadwalkan, yakni melawan Libya (dua kali) dan Iran.
Harapannya, dengan tiga uji coba ini kolektivitas dan soliditas permainan Indonesia tercipta. Apalagi ada beberapa pemain naturalisasi yang kemungkinan bakal dipanggil Shin.
Justin Hubner yang baru disumpah menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan Nathan Tjoe-A-On bersama Jay Idzes, berpotensi dipanggil. Ini akan membuat komposisi Indonesia agak berbeda.
Jika bisa bersaing di Piala Asia 2023, minimal lolos babak grup, kepercayaan diri menatap Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan tercipta. Inilah yang menjadi target utama PSSI.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi target, sebab jumlah wakil Asia akan bertambah. Biasanya wakil Asia per edisi Piala Dunia hanya empat, mulai 2026 jadi delapan koma lima.
Memang Indonesia bukan calon kuat meraih delapan setengah tiket tersebut, tetapi peluangnya ada. Syarat pertamanya lolos babak grup fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika Shin bisa mewujudkan hal ini, tak ada keraguan untuk memperpanjang kontraknya, yang tentu saja dengan gaji yang meningkat. Jika gagal, tuntutan ganti pelatih akan menggema.
(jun)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia kembali tampil di Piala Asia setelah absen sejak 2007 dan ini akan menjadi fondasi nasib Shin Tae Yong di tahun yang berat.
Pada 2024 agenda Timnas Indonesia bakal sangat padat. Tak akan ada lagi agenda uji coba dalam kalender internasional atau FIFA Matchday. Semua jadwal telah terisi untuk kualifikasi.
Selepas Piala Asia 2023 (2024) di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024, empat pertandingan sudah menanti skuad Garuda. Mulai Maret 2024 ada agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Lawan yang akan dihadapi adalah Vietnam pada 21 dan 26 Maret, kemudian menjamu Irak pada 6 Juni dan Filipina pada 11 Juni. Empat hasil laga ini akan menentukan langkah Indonesia.
Jika menjadi runner up Grup F, apalagi sampai juara grup, Indonesia akan melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Artinya pula tiket Piala Asia 2027 sudah didapat.
Bila ini terjadi, Indonesia akan memulai perjuangan dalam fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 mulai September 2024. Kalau tidak, Indonesia akan berjuang di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Berbeda dengan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung mulai September 2024, Kualifikasi Piala Asia 2027 baru akan berlangsung mulai Oktober 2024.
Ini terjadi karena sebelum Kualifikasi Piala Asia 2027 dimulai, akan ada babak play off Kualifikasi Piala Asia 2027. Sebanyak 10 tim yang tak tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan bersaing.
Artinya pula, jika Indonesia tak lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada kalender internasional yang bisa dimanfaatkan pada 2-10 September 2024.
Agenda pada September tentu belum bisa dirancang PSSI. Jadwal pada September 2024 baru bisa diisi jika Indonesia dipastikan tak lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bisakah Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026? Kisi-kisi jawabannya mungkin akan terjawab saat tampil di Piala Asia 2023. Inilah fondasi kekuatan Timnas Indonesia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Kuat di Asia, Bisa ke Piala Dunia
Nasib Shin Tae Yong bisa ditentukan oleh hasil Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Di Piala Asia 2023, Timnas Indonesia akan bersaing dengan Jepang, Irak, dan Vietnam di Grup D. Ini bukan grup mudah, sebab peringkat FIFA lawan ada di atas Indonesia.
Namun peringkat FIFA tak bisa menjadi acuan. Kejutan bisa saja tercipta. Indonesia yang dianggap tim guram, berpotensi membuat kejutan dalam Piala Asia edisi ke-18 tersebut.
Demi adanya kejutan itu PSSI menghentikan sementara Liga 1 2023/2024. Kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini diliburkan begitu pekan ke-23 berakhir pada 18 Desember 2023.
Pekan ke-24 Liga 1 2023/2024 baru akan dilanjutkan kembali pada 4 Februari 2024. Meliburkan kompetisi ini diambil PSSI agar bisa dengan bebas memanggil pemain ke pemusatan latihan Timnas.
Rencananya Timnas akan melakukan pemusatan latihan di Turki dan Qatar mulai 20 Desember. Selama pemusatan latihan itu tiga uji coba dijadwalkan, yakni melawan Libya (dua kali) dan Iran.
Harapannya, dengan tiga uji coba ini kolektivitas dan soliditas permainan Indonesia tercipta. Apalagi ada beberapa pemain naturalisasi yang kemungkinan bakal dipanggil Shin.
Justin Hubner yang baru disumpah menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan Nathan Tjoe-A-On bersama Jay Idzes, berpotensi dipanggil. Ini akan membuat komposisi Indonesia agak berbeda.
Jika bisa bersaing di Piala Asia 2023, minimal lolos babak grup, kepercayaan diri menatap Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan tercipta. Inilah yang menjadi target utama PSSI.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi target, sebab jumlah wakil Asia akan bertambah. Biasanya wakil Asia per edisi Piala Dunia hanya empat, mulai 2026 jadi delapan koma lima.
Memang Indonesia bukan calon kuat meraih delapan setengah tiket tersebut, tetapi peluangnya ada. Syarat pertamanya lolos babak grup fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika Shin bisa mewujudkan hal ini, tak ada keraguan untuk memperpanjang kontraknya, yang tentu saja dengan gaji yang meningkat. Jika gagal, tuntutan ganti pelatih akan menggema.