Radja Nainggolan, Cuma Tebar Pesona atau Berguna Bagi Bhayangkara?
CNN Indonesia
Kamis, 14 Des 2023 07:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Radja Nainggolan resmi jadi rekrutan anyar Bhayangkara FC di Liga 1. (ANTARA FOTO/RIFQI RAIHAN FIRDAUS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Radja Nainggolan memutuskan berpetualang jauh ke negeri leluhurnya dengan berseragam klub Bhayangkara FC di Liga 1. Kehadiran eks bintang Serie A itu dianggap sukses menebar pesona di Indonesia. Meski sejauh ini belum main, Radja Nainggolan diharapkan berguna untuk timnya saat ini, Bhayangkara FC.
Proses negosiasi Bhayangkara FC dengan Nainggolan berjalan mulus. Kedua pihak sama-sama saling membutuhkan lantaran Radja sedang berstatus tanpa klub dan Bhayangkara FC sedang terseok-seok di Liga 1.
Tim berjulukan The Guardians itu sedang menjalankan proyek mercusuar dengan merekrut sederet pemain di bursa transfer paruh musim 2023/2024. Total ada 10 pemain yang bergabung ke tim bentukan Polri itu.
Beberapa contoh nama yang akrab di telinga penikmat sepak bola Indonesia adalah I Putu Gede Juni Antara, Osvaldo Haay, hingga Witan Sulaeman. Di saat-saat terakhir tenggat jendela transfer, Bhayangkara membuat kejutan dengan meresmikan perekrutan Radja Nainggolan.
Kedatangan Radja Nainggolan berhasil menyita perhatian meski bukan kejutan. Sebab, pemain 35 tahun itu sudah lekat dengan Indonesia sejak satu dekade terakhir mengingat dirinya merupakan pemain keturunan suku Batak berasal dari sang ayah.
Singkatnya, kehadiran Radja Nainggolan adalah ujung cerita film yang mudah ditebak. Namun tetap saja, mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu membawa pesona tersendiri untuk menghiasi sepak bola Indonesia.
Dengan portofolio tampil di Serie A bersama sederet klub elite dan jadi bagian dari generasi emas timnas Belgia adalah dua faktor yang menjadikan Radja Nainggolan layak disebut bintang. Seiring dengan itu, dirinya juga turut membawa tanggung jawab besar bersama Bhayangkara FC.
Nilai kontrak Rp5 miliar untuk separuh musim bukan nilai yang kecil untuk ukuran Liga 1. Dengan jumlah itu, Radja Nainggolan ditaksir mendapat Rp294 juta per laga jika memainkan seluruh pertandingan sisa di Liga 1 2023/2024 sejak kedatangannya.
Tinggal 12 pertandingan yang mungkin dijalani Nainggolan hingga akhir musim seri reguler. Sempat gagal debut saat bertandang ke markas PSM Makassar, ia kembali diragukan tampil saat Bhayangkara FC menjamu Persita Tangerang pekan ini.
Dengan sisa 12 pertandingan itu, Bhayangkara FC bisa memetik maksimal 48 poin di reguler series. Jika itu terjadi, maka The Guardians bisa lolos dari jurang degradasi meski nampak sulit.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Wajar jika publik menaruh ekspektasi tinggi kepada Radja Nainggolan jika melihat sepak terjangnya di dataran Eropa. Namun masyarakat juga perlu sadar bahwa keputusan Bhayangkara FC mendatangkan pemain bintang bukan sekadar persoalan taktik di lapangan.
Radja Nainggolan bukan bintang pertama yang datang ke Indonesia. Jauh sebelum itu, sudah ada pemain bintang yang lebih dulu merumput.
Ingatan publik masih lekat ketika legenda timnas Argentina, Mario Kempes bergabung dengan Pelita Jaya pada 1996 lalu. Meski hanya semusim, Kempes berhasil menyumbang gelar juara liga Galatama kala itu.
Begitu juga ketika Michael Essien datang ke Persib Bandung pada 2017 lalu. Eks pemain Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan itu jadi sorotan saat merapat ke Kota Kembang.
Namun sayangnya, Essien tidak bisa berbuat banyak untuk klub. Di Liga 1 2017 Persib hanya finis di peringkat ke-13. Alhasil pemain asal Ghana itu tidak masuk ke dalam skuad tim di musim berikutnya hingga dilepas pada Maret 2018.
Berangkat dari dua contoh tersebut, maka bukan jadi jaminan kehadiran marquee player bakal otomatis memperbaiki keadaan. Begitupun dengan Radja Nainggolan bersama Bhayangkara FC saat ini.
Namun efek Nainggolan untuk Bhayangkara FC diharapkan bukan hanya di lapangan, tapi juga di luar arena. Ia bisa jadi komoditas bisnis yang potensial untuk meningkatkan perhatian terhadap klub.
Langkah mempromosikan klub lewat Nainggolan sudah dilakukan di berbagai medium termasuk media sosial. Di akun Youtube Bhayangkara FC, video latihan perdana Nainggolan jadi nomor kedua paling banyak ditonton meski baru hitungan hari.
Selama berada dalam naungan klub, Bhayangkara FC juga bisa memanfaatkan kehadiran Nainggolan untuk kepentingan bisnis lainnya. Komersialisasi semacam ini sempat dilakukan Persib saat mencatat rekor penjualan jersey atas nama Essien.
Radja Nainggolan memutuskan berpetualang jauh ke negeri leluhurnya dengan berseragam klub Bhayangkara FC di Liga 1. Kehadiran eks bintang Serie A itu dianggap sukses menebar pesona di Indonesia. Meski sejauh ini belum main, Radja Nainggolan diharapkan berguna untuk timnya saat ini, Bhayangkara FC.
Proses negosiasi Bhayangkara FC dengan Nainggolan berjalan mulus. Kedua pihak sama-sama saling membutuhkan lantaran Radja sedang berstatus tanpa klub dan Bhayangkara FC sedang terseok-seok di Liga 1.
Tim berjulukan The Guardians itu sedang menjalankan proyek mercusuar dengan merekrut sederet pemain di bursa transfer paruh musim 2023/2024. Total ada 10 pemain yang bergabung ke tim bentukan Polri itu.
Beberapa contoh nama yang akrab di telinga penikmat sepak bola Indonesia adalah I Putu Gede Juni Antara, Osvaldo Haay, hingga Witan Sulaeman. Di saat-saat terakhir tenggat jendela transfer, Bhayangkara membuat kejutan dengan meresmikan perekrutan Radja Nainggolan.
Kedatangan Radja Nainggolan berhasil menyita perhatian meski bukan kejutan. Sebab, pemain 35 tahun itu sudah lekat dengan Indonesia sejak satu dekade terakhir mengingat dirinya merupakan pemain keturunan suku Batak berasal dari sang ayah.
Singkatnya, kehadiran Radja Nainggolan adalah ujung cerita film yang mudah ditebak. Namun tetap saja, mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu membawa pesona tersendiri untuk menghiasi sepak bola Indonesia.
Dengan portofolio tampil di Serie A bersama sederet klub elite dan jadi bagian dari generasi emas timnas Belgia adalah dua faktor yang menjadikan Radja Nainggolan layak disebut bintang. Seiring dengan itu, dirinya juga turut membawa tanggung jawab besar bersama Bhayangkara FC.
Nilai kontrak Rp5 miliar untuk separuh musim bukan nilai yang kecil untuk ukuran Liga 1. Dengan jumlah itu, Radja Nainggolan ditaksir mendapat Rp294 juta per laga jika memainkan seluruh pertandingan sisa di Liga 1 2023/2024 sejak kedatangannya.
Tinggal 12 pertandingan yang mungkin dijalani Nainggolan hingga akhir musim seri reguler. Sempat gagal debut saat bertandang ke markas PSM Makassar, ia kembali diragukan tampil saat Bhayangkara FC menjamu Persita Tangerang pekan ini.
Dengan sisa 12 pertandingan itu, Bhayangkara FC bisa memetik maksimal 48 poin di reguler series. Jika itu terjadi, maka The Guardians bisa lolos dari jurang degradasi meski nampak sulit.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Dari Mario Kempes hingga Michael Essien di Indonesia
Radja Nainggolan diharapkan bisa mendongkrak posisi Bhayangkara FC. (Dok Bhayangkara FC)
Wajar jika publik menaruh ekspektasi tinggi kepada Radja Nainggolan jika melihat sepak terjangnya di dataran Eropa. Namun masyarakat juga perlu sadar bahwa keputusan Bhayangkara FC mendatangkan pemain bintang bukan sekadar persoalan taktik di lapangan.
Radja Nainggolan bukan bintang pertama yang datang ke Indonesia. Jauh sebelum itu, sudah ada pemain bintang yang lebih dulu merumput.
Ingatan publik masih lekat ketika legenda timnas Argentina, Mario Kempes bergabung dengan Pelita Jaya pada 1996 lalu. Meski hanya semusim, Kempes berhasil menyumbang gelar juara liga Galatama kala itu.
Begitu juga ketika Michael Essien datang ke Persib Bandung pada 2017 lalu. Eks pemain Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan itu jadi sorotan saat merapat ke Kota Kembang.
Namun sayangnya, Essien tidak bisa berbuat banyak untuk klub. Di Liga 1 2017 Persib hanya finis di peringkat ke-13. Alhasil pemain asal Ghana itu tidak masuk ke dalam skuad tim di musim berikutnya hingga dilepas pada Maret 2018.
Berangkat dari dua contoh tersebut, maka bukan jadi jaminan kehadiran marquee player bakal otomatis memperbaiki keadaan. Begitupun dengan Radja Nainggolan bersama Bhayangkara FC saat ini.
Namun efek Nainggolan untuk Bhayangkara FC diharapkan bukan hanya di lapangan, tapi juga di luar arena. Ia bisa jadi komoditas bisnis yang potensial untuk meningkatkan perhatian terhadap klub.
Langkah mempromosikan klub lewat Nainggolan sudah dilakukan di berbagai medium termasuk media sosial. Di akun Youtube Bhayangkara FC, video latihan perdana Nainggolan jadi nomor kedua paling banyak ditonton meski baru hitungan hari.
Selama berada dalam naungan klub, Bhayangkara FC juga bisa memanfaatkan kehadiran Nainggolan untuk kepentingan bisnis lainnya. Komersialisasi semacam ini sempat dilakukan Persib saat mencatat rekor penjualan jersey atas nama Essien.