Jakarta, CNN Indonesia -- Radja Nainggolan jadi perhatian usai debut di Liga 1 bersama Bhayangkara FC saat melawan Persita Tangerang, Minggu (17/12). Ada sederet catatan yang perlu diperhatikan dari momen perdana Radja di Liga Indonesia.
Kemunculan Radja Nainggolan berbalut seragam The Guardians di lapangan hijau adalah yang pertama dan terakhir tahun ini. Sebab setelah pekan ke-23 Liga 1 selesai bergulir, kasta tertinggi sepak bola Indonesia baru kembali hadir pada awal Februari 2024.
Meski baru memiliki kesempatan merumput satu kali, aspek positif kehadiran Radja Nainggolan begitu terasa di dalam dan di luar lapangan. Ini terlihat dari gerak-gerik gelandang 35 tahun itu dalam sesi latihan dan testimoni dari rekan satu timnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sesi latihan terbuka beberapa hari sebelum pertandingan Bhayangkara FC vs Persita, Radja Nainggolan mampu menularkan pengalaman sepak bola Eropa kepada rekan-rekannya.
Eks pemain Inter Milan dan AS Roma itu terlihat beberapa kali mengajarkan teman-temannya arah operan yang efisien dalam membangun serangan. Selain itu, ia juga mampu jadi komandan skema pertahanan dalam membendung gempuran lawan di lini tengah.
Hal-hal seperti itu diakui oleh sesama pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto sebagai aspek positif kehadiran Radja Nainggolan. Ia mengaku dapat pelajaran baru dari pemain generasi emas timnas Belgia tersebut.
"Radja Nainggolan enggak banyak berlari, tapi tahu arah pergerakan bola. Dia tahu harus kemana, jadi lebih efisien," kata Hargianto, selepas sesi latihan terbuka Bhayangkara FC, pekan lalu.
Akhirnya setelah gagal debut saat melawan PSM Makassar, Radja Nainggolan tampil untuk pertama kalinya di laga resmi sepak bola Indonesia. Ia masuk di menit ke-56 menggantikan Muhammad Ragil.
 Radja Nainggolan memulai debut dari bangku cadangan. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah) |
Radja Nainggolan berperan sebagai jenderal lapangan tengah yang memungkinkannya berada di zona lawan dan wilayah timnya sendiri. Itu membuat dirinya menorehkan catatan yang cukup impresif selama 35 menit berada di lapangan.
Pemain 35 tahun itu mencatat 15 operan sukses, satu tekel, dan satu intersep. Tak hanya itu, Radja Nainggolan juga melakukan satu shot on target dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Meski tak terlibat langsung dalam proses gol, peran Radja Nainggolan cukup vital dalam menjaga tempo permainan. Hal itu pula yang membuat Bhayangkara FC menang meyakinkan dengan skor 3-0 untuk menutup buku perjalanan Bhayangkara FC tahun ini.
Baca di halaman berikutnya>>>
Tugas Berat Menanti Radja Nainggolan di Jeda Kompetisi
Radja Nainggolan fokus kejar kebugaran di jeda kompetisi. (Foto Media Bhayangkara FC)
Kemenangan Bhayangkara FC atas Persita Tangerang sekaligus mengakhiri paceklik tiga poin yang sudah berlangsung selama 16 pertandingan. Poin penuh jadi barang penting bagi The Guardians demi lolos dari jurang degradasi.
Saat ini Bhayangkara FC masih ada di posisi paling buncit di klasemen sementara Liga 1 2023/2024. Dari 23 pertandingan, tim yang kini dinakhodai Mario Gomez itu baru mengemas 15 poin.
Hasil minor di separuh musim membuat Bhayangkara kegerahan. Karena itu proyek mercusuar pun dilakukan dengan mendatangkan 11 pemain anyar.
Radja Nainggolan adalah salah satu pemain dari mega proyek tersebut. Dana Rp5 miliar digunakan untuk memakai servisnya hingga musim ini berakhir.
Dengan bayaran kurang lebih Rp300 juta setiap pertandingan, wajar jika publik menaruh ekspektasi tinggi pada pemain berjulukan Il Ninja itu. Namun, publik harus menyimpan harapan itu selama dua bulan sebelum Liga 1 kembali bergulir.
Dengan jeda kompetisi yang cukup lama, Radja Nainggolan harus memulihkan kondisinya agar kembali prima. Tanggungjawab lainnya adalah membangun kekompakan bersama Witan Sulaeman dan kawan-kawan. Harapannya, Radja Nainggolan bisa menjaga motivasi tim untuk melanjutkan tren kemenangan.
Radja Nainggolan hanya memiliki sisa 11 pertandingan sampai kontraknya berakhir. Dari jumlah laga itu, ia diharapkan bisa menyulap performa tim agar lolos dari zona merah.
Tentu mewujudkan target bertahan di Liga 1 bukan perkara mudah bagi Radja Nainggolan, terlebih lagi sebuah tim tidak bisa bergantung pada satu sosok pemain untuk memperbaiki keadaan.
 Radja Nainggolan resmi debut di Liga 1. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah) |
Tapi dari laga debut Radja Nainggolan, bisa jadi cerminan bahwa pemain keturunan suku Batak itu mampu beradaptasi dengan baik. Ia hanya butuh dukungan moral dari rekan-rekan setim agar motivasinya tetap terjaga.
Mario Gomez juga punya tanggungjawab memelihara mental bermain anak asuhnya. Pengalaman menangani pemain bintang seperti Michael Essien di Persib seharusnya memudahkan kinerja pelatih asal Argentina itu.
Dengan formula yang tepat untuk Radja Nainggolan dan seluruh tim, bukan tak mungkin kehadirannya bisa berguna bukan hanya tebar pesona.
[Gambas:Video CNN]