Spike kencang Megawati sangat diandalkan Red Sparks, namun terkadang pemain asal Jember, Jawa Timur itu juga bisa mengisi posisi 1, 5, atau 6 yang membuatnya harus menerima bola dari lawan.
Dalam menyerang, kualitas pukulan Megawati tidak perlu diragukan lagi. Mantan pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Risco Herlambang, mengakui smes keras jadi salah satu kekuatan Megatron, julukan Megawati.
"Selain tinggi, otot dia juga beda. Memang bawaan dia pukulannya kencang," kata Ricsco kepada CNNIndonesia.com.
Sampai dengan putaran ketiga Liga Voli Korea atau usai melawan Pink Spiders, Megawati tercatat mengemas 418 poin dari 18 pertandingan.
Poin terbanyak yang dicetak Megawati bersama Red Sparks ketika dikalahkan Korea Express Hi Pass 2-3 di putaran kedua. Saat itu Megawati mencetak 33 poin.
Dalam musim pertama di Liga Voli Korea, persentase serangan Megawati sejauh ini tidak buruk. Pemain 24 tahun itu menempati peringkat keenam dalam efektivitas serangan di Liga Voli Korea dengan 42,62 persen dari total percobaan.
Persentase serangan tertinggi Megawati adalah 57,50 persen ketika menggebuk AI Peppers 3-0 pada laga pemungkas putaran pertama, November lalu. Ketika itu Megawati mencetak 25 poin.
Pukulan-pukulan Megawati begitu memanjakan Red Sparks pada putaran pertama. Dari spike itu juga tim asuhan Ko Hee Jin ini mendulang banyak poin.
Menyerang dari posisi 2 atau opposite hitter jadi andalan Megawati. Bola-bola open di area tiga meter adalah 'makanan' empuk bagi Megatron.
"Idealnya Mega itu memukul [saat] bolanya jatuh dengan pas. Kalau bola gak pas, dia pasti pakainya harus taktis, istilahnya tipu di tempat yang kosong. Dia harus [dapat] bola matang, kalau dapat bola matang pasti [pukulannya] menyilang," ujar pelatih Bank Jatim Labib.
"Posisi Mega itu pasti di posisi 2, kalau di posisi 4 jarang. Yang pukulan dia yang mematikan itu dari posisi 2," ucap Labib menambahkan.
Lebih jauh Labib yang mengetahui betul karakter Megawati sejak pertama kali masuk Bank Jatim pada 2014 menilai pukulan pemain 24 tahun itu akan lebih bagus jika dikasih bola agak melengkung.
"Bolanya Megawati harus agak melengkung. Untuk bola back attack Megawati juga sama, harus agak melengkung, agak parabola," ucap Labib.
"Kalau dikasih bola lurus vertikal artinya nanti posisi tangannya agak menekuk ke bawah. Beda kalau posisi bolanya menggantung posisi tangannya pasti ke atas, sikunya pasti di atas," kata Labib menambahkan.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Pukulan keras Megawati Hangestri Pertiwi pada putaran pertama Liga Voli Korea terbaca lawan-lawan di putaran kedua.
Setelah lawan mudah mempelajari gaya bermain Megawati, Red Sparks seperti tidak berkutik di putaran kedua. Hanya meraih satu kemenangan dan menelan lima kekalahan.
Ko Hee Jin pun memutar otak dengan mengubah gaya bermain Megawati. Opposite hitter Timnas Voli Putri Indonesia ini tidak lagi 'diizinkan' melakukan smash secara bertubi-tubi. Melainkan diminta mengumpulkan tenaga untuk bisa melepaskan spike keras dengan harapan mendapatkan poin.
Megawati dituntut meningkatkan efektivitas pukulan ketimbang membuang-buang tenaga dengan minim menyumbang poin.
Kami mencoba memanfaatkan kekuatan pukulan yang kuat daripada pukulan yang berturut-turut," kata Ko Hee Jin usai kalahkan AI Peppers di putaran kedua dikutip dari Naver.
"Kami sangat membutuhkan kemenangan, bukan karena itu adalah AI Peppers, tapi kami harus memanfaatkan kesempatan ini," ucap Ko Hee Jin menambahkan.
Meskipun piawai dalam menyerang, statistik bertahan Megawati masih perlu peningkatan. Dikutip dari Naver, poin tertinggi Megawati dalam bertahan hanya 3 yang terjadi dalam tiga pertandingan, selebihnya di bawah itu.
Bahkan untuk aspek efisiensi dalam receive, hanya dua pertandingan yang memiliki angka 100, sisanya 0. Megawati bukan tanpa cela, aspek blok dan servis menyerang jadi dua hal yang terus ditekankan pelatih Ko Hee Jin untuk ditingkatkan mantan pemain Jakarta Pertamina dan Bandung BJB ini.
Spike kencang Megawati sangat diandalkan Red Sparks, namun terkadang pemain asal Jember, Jawa Timur itu juga bisa mengisi posisi 1, 5, atau 6 yang membuatnya harus menerima bola dari lawan.
Dalam menyerang, kualitas pukulan Megawati tidak perlu diragukan lagi. Mantan pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Risco Herlambang, mengakui smes keras jadi salah satu kekuatan Megatron, julukan Megawati.
"Selain tinggi, otot dia juga beda. Memang bawaan dia pukulannya kencang," kata Ricsco kepada CNNIndonesia.com.
Sampai dengan putaran ketiga Liga Voli Korea atau usai melawan Pink Spiders, Megawati tercatat mengemas 418 poin dari 18 pertandingan.
Poin terbanyak yang dicetak Megawati bersama Red Sparks ketika dikalahkan Korea Express Hi Pass 2-3 di putaran kedua. Saat itu Megawati mencetak 33 poin.
Dalam musim pertama di Liga Voli Korea, persentase serangan Megawati sejauh ini tidak buruk. Pemain 24 tahun itu menempati peringkat keenam dalam efektivitas serangan di Liga Voli Korea dengan 42,62 persen dari total percobaan.
Persentase serangan tertinggi Megawati adalah 57,50 persen ketika menggebuk AI Peppers 3-0 pada laga pemungkas putaran pertama, November lalu. Ketika itu Megawati mencetak 25 poin.
Pukulan-pukulan Megawati begitu memanjakan Red Sparks pada putaran pertama. Dari spike itu juga tim asuhan Ko Hee Jin ini mendulang banyak poin.
Menyerang dari posisi 2 atau opposite hitter jadi andalan Megawati. Bola-bola open di area tiga meter adalah 'makanan' empuk bagi Megatron.
"Idealnya Mega itu memukul [saat] bolanya jatuh dengan pas. Kalau bola gak pas, dia pasti pakainya harus taktis, istilahnya tipu di tempat yang kosong. Dia harus [dapat] bola matang, kalau dapat bola matang pasti [pukulannya] menyilang," ujar pelatih Bank Jatim Labib.
"Posisi Mega itu pasti di posisi 2, kalau di posisi 4 jarang. Yang pukulan dia yang mematikan itu dari posisi 2," ucap Labib menambahkan.
Lebih jauh Labib yang mengetahui betul karakter Megawati sejak pertama kali masuk Bank Jatim pada 2014 menilai pukulan pemain 24 tahun itu akan lebih bagus jika dikasih bola agak melengkung.
"Bolanya Megawati harus agak melengkung. Untuk bola back attack Megawati juga sama, harus agak melengkung, agak parabola," ucap Labib.
"Kalau dikasih bola lurus vertikal artinya nanti posisi tangannya agak menekuk ke bawah. Beda kalau posisi bolanya menggantung posisi tangannya pasti ke atas, sikunya pasti di atas," kata Labib menambahkan.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Terbaca Lawan, Ubah Gaya Bermain
Gaya bermain Megawati Hangestri Pertiwi mulai terbaca lawan di Liga Voli Korea. (Dok. Korea Volleyball Federation KOVO)
Pukulan keras Megawati Hangestri Pertiwi pada putaran pertama Liga Voli Korea terbaca lawan-lawan di putaran kedua.
Setelah lawan mudah mempelajari gaya bermain Megawati, Red Sparks seperti tidak berkutik di putaran kedua. Hanya meraih satu kemenangan dan menelan lima kekalahan.
Ko Hee Jin pun memutar otak dengan mengubah gaya bermain Megawati. Opposite hitter Timnas Voli Putri Indonesia ini tidak lagi 'diizinkan' melakukan smash secara bertubi-tubi. Melainkan diminta mengumpulkan tenaga untuk bisa melepaskan spike keras dengan harapan mendapatkan poin.
Megawati dituntut meningkatkan efektivitas pukulan ketimbang membuang-buang tenaga dengan minim menyumbang poin.
Kami mencoba memanfaatkan kekuatan pukulan yang kuat daripada pukulan yang berturut-turut," kata Ko Hee Jin usai kalahkan AI Peppers di putaran kedua dikutip dari Naver.
"Kami sangat membutuhkan kemenangan, bukan karena itu adalah AI Peppers, tapi kami harus memanfaatkan kesempatan ini," ucap Ko Hee Jin menambahkan.
Meskipun piawai dalam menyerang, statistik bertahan Megawati masih perlu peningkatan. Dikutip dari Naver, poin tertinggi Megawati dalam bertahan hanya 3 yang terjadi dalam tiga pertandingan, selebihnya di bawah itu.
Bahkan untuk aspek efisiensi dalam receive, hanya dua pertandingan yang memiliki angka 100, sisanya 0. Megawati bukan tanpa cela, aspek blok dan servis menyerang jadi dua hal yang terus ditekankan pelatih Ko Hee Jin untuk ditingkatkan mantan pemain Jakarta Pertamina dan Bandung BJB ini.