Vietnam Lewat, Indonesia Wajib Redam Amukan Jepang
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jan 2024 08:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jepang dalam posisi tertekan usai dikalahkan Irak. (REUTERS/THAIER AL-SUDANI)
Tantangan Timnas Indonesia akan semakin berat karena bakal berjumpa dengan Jepang pada laga pemungkas Grup D. Terlebih lagi, Jepang diperkirakan mengamuk di pertandingan ini.
Bukan tanpa sebab Jepang bakal habis-habisan karena mereka dikalahkan Irak dengan skor 1-2. Itu membuat Jepang terpaksa menunda kepastian lolos ke babak 16 besar. Irak juga sudah dipastikan menjadi juara Grup D.
Tidak heran jika Jepang bakal menggempur pertahanan Garuda di sepanjang pertandingan. Situasi ini perlu diatasi oleh Indonesia ketika berhadapan dengan 'Raja Terakhir' di pentas Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shin Tae Yong harus menganalisis kelemahan Jepang saat kalah dari Irak. Meski diperkuat 21 orang dari total 26 pemain yang berkarier di luar negeri, bukan berarti Jepang tanpa lubang.
Kemenangan lawan Jepang berarti Indonesia bakal finis di peringkat kedua klasemen akhir Grup D. Namun apabila kalah, maka Indonesia masih punya harapan finis sebagai peringkat ketiga terbaik sekaligus lolos ke babak 16 besar setelah menanti hasil pertandingan tim lain.
Tapi sebelum memikirkan hitung-hitungan di klasemen, aspek yang perlu jadi perhatian STY adalah barisan pertahanan. Pola tiga bek tengah yang jadi ciri khas STY dapat kembali diterapkan. Namun persoalannya adalah siapa saja yang bakal jadi tiga pilar di lini belakang?
Susunan Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Justin Hubner kala bersua Vietnam berhasil menunjukkan sistem pertahanan yang tenang dan minim kesalahan.
Jordi Amat mampu jadi komandan lini belakang. Lalu Sandy Walsh sempat beberapa kali membahayakan Vietnam ketika melakukan overlap. Sedangkan Justin Hubner memiliki ketangguhan di atas rata-rata dan kualitas umpan yang akurat.
Sayangnya, Jordi Amat sempat bermasalah karena terkena sikut pemain Vietnam hingga hidungnya berdarah. Besar harapan tidak ada masalah berarti dan Jordi dapat tetap bisa merumput lawan Jepang.
Kualitas pertahanan bakal jadi kunci bagi Timnas Indonesia mengatasi Jepang. Selain bertahan penuh, mengandalkan serangan balik bakal jadi langkah realistis bagi skuad Garuda
Mampu meredam serangan Jepang yang dipastikan akan menyerang habis-habisan juga sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya penentuan klasemen peringkat tiga berurutan menggunakan poin, selisih gol, produktivitas gol, dan catatan disiplin tim.
(har)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia kini membidik Jepang sebagai target 'korban' lain di Piala Asia 2023 usai mengalahkan Vietnam 1-0 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Jumat (19/1).
Indonesia membuka peluang lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 usai mengalahkan Vietnam. Skuad Garuda menang 1-0 lewat gol penalti Asnawi Mangkualam pada menit ke-42.
Dengan kemenangan itu harapan Timnas Indonesia demi lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 terbuka setelah akhirnya menang lawan Vietnam di level senior.
Kemenangan atas Vietnam itu adalah yang pertama kalinya bagi Indonesia pada level senior selama Shin Tae Yong jadi pelatih Skuad Garuda. Sebab dari empat pertemuan sebelumnya, skuad Garuda belum pernah menang bahkan tidak mencetak gol sama sekali. Karena itu petikan hasil positif kontra The Golden Star layak mendapat apresiasi tersendiri.
STY meramu formula terbaiknya untuk menghadapi Vietnam. Formasi 3-4-3 ketika menyerang dan 5-4-1 ketika bertahan berjalan efisien mengatasi gaya bermain Vietnam yang sporadis.
Barisan tiga bek tengah yang diisi oleh Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Justin Hubner membuat benteng pertahanan sulit ditembus lawan. Ketiga pemain itu bermain tenang dan memenangkan duel-duel satu lawan satu.
Formula racikan STY memungkinkan serangan dibangun dari sisi sayap. Ini karena Yakob Sayuri berdiri di sayap kanan dan Egy Maulana Vikri di kiri dengan bantuan fullback yakni Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam yang ikut membantu serangan.
Permainan yang lepas membuat pergerakan Vietnam termakan dengan strategi Indonesia. Upaya membangun serangan dari tengah pun bisa dibendung oleh Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan sebagai double pivot.
Keunggulan Indonesia terlihat di statistik baik di babak pertama maupun secara keseluruhan. Dari catatan itu jelas Indonesia bermain lebih eksplosif.
Tim Merah Putih melepaskan sembilan tembakan. Empat di antaranya mengarah ke gawang Vietnam. Lalu di babak kedua bertambah jadi 16 tendangan yang lima di antaranya on target.
Sementara itu Vietnam hanya melepaskan empat tembakan dan satu mengarah ke gawang Timnas Indonesia. Di babak kedua bertambah jadi 11 tendangan dan tiga sepakan ke arah sasaran.
Kini, setelah menghajar Vietnam, Indonesia menargetkan kejutan lain lawan Jepang. Jika kemenangan atas Samurai Biru dianggap sulit, setidaknya Jordi Amat dan kawan-kawan bisa memberikan perlawanan sengit atau bahkan mencuri poin.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Tuntaskan Lawan Jepang yang Bakal Ngamuk
Jepang dalam posisi tertekan usai dikalahkan Irak. (REUTERS/THAIER AL-SUDANI)
Tantangan Timnas Indonesia akan semakin berat karena bakal berjumpa dengan Jepang pada laga pemungkas Grup D. Terlebih lagi, Jepang diperkirakan mengamuk di pertandingan ini.
Bukan tanpa sebab Jepang bakal habis-habisan karena mereka dikalahkan Irak dengan skor 1-2. Itu membuat Jepang terpaksa menunda kepastian lolos ke babak 16 besar. Irak juga sudah dipastikan menjadi juara Grup D.
Tidak heran jika Jepang bakal menggempur pertahanan Garuda di sepanjang pertandingan. Situasi ini perlu diatasi oleh Indonesia ketika berhadapan dengan 'Raja Terakhir' di pentas Asia.
Shin Tae Yong harus menganalisis kelemahan Jepang saat kalah dari Irak. Meski diperkuat 21 orang dari total 26 pemain yang berkarier di luar negeri, bukan berarti Jepang tanpa lubang.
Kemenangan lawan Jepang berarti Indonesia bakal finis di peringkat kedua klasemen akhir Grup D. Namun apabila kalah, maka Indonesia masih punya harapan finis sebagai peringkat ketiga terbaik sekaligus lolos ke babak 16 besar setelah menanti hasil pertandingan tim lain.
Tapi sebelum memikirkan hitung-hitungan di klasemen, aspek yang perlu jadi perhatian STY adalah barisan pertahanan. Pola tiga bek tengah yang jadi ciri khas STY dapat kembali diterapkan. Namun persoalannya adalah siapa saja yang bakal jadi tiga pilar di lini belakang?
Susunan Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Justin Hubner kala bersua Vietnam berhasil menunjukkan sistem pertahanan yang tenang dan minim kesalahan.
Jordi Amat mampu jadi komandan lini belakang. Lalu Sandy Walsh sempat beberapa kali membahayakan Vietnam ketika melakukan overlap. Sedangkan Justin Hubner memiliki ketangguhan di atas rata-rata dan kualitas umpan yang akurat.
Sayangnya, Jordi Amat sempat bermasalah karena terkena sikut pemain Vietnam hingga hidungnya berdarah. Besar harapan tidak ada masalah berarti dan Jordi dapat tetap bisa merumput lawan Jepang.
Kualitas pertahanan bakal jadi kunci bagi Timnas Indonesia mengatasi Jepang. Selain bertahan penuh, mengandalkan serangan balik bakal jadi langkah realistis bagi skuad Garuda
Mampu meredam serangan Jepang yang dipastikan akan menyerang habis-habisan juga sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya penentuan klasemen peringkat tiga berurutan menggunakan poin, selisih gol, produktivitas gol, dan catatan disiplin tim.