Perjalanan Yordania dan Qatar ke Final Piala Asia

CNN Indonesia
Kamis, 08 Feb 2024 06:00 WIB
Perjalanan Yordania dan Qatar ke Final Piala Asia
Qatar berhasil menjaga ambisi meraih gelar Piala Asia kedua kali. (REUTERS/MOLLY DARLINGTON)

Sementara itu Qatar yang jadi tuan rumah Piala Asia 2023 tak menemui kendala berarti di fase grup. Qatar bisa merebut poin sempurna sembilan di tiga laga awal fase grup.

Qatar menghajar Lebanon dengan skor 3-0, lalu menang 1-0 dalam duel lawan Tajikistan dan China. Qatar jadi salah satu tim yang tidak kebobolan di fase grup.

Perjalanan Qatar mulai berat di saat turnamen memasuki fase knock out. Di babak 16 besar, Qatar berhadapan dengan Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qatar lebih dulu tertinggal lewat gol Oday Dabbagh. Namun Qatar kemudian bisa berbalik menang 2-1 lewat gol Hassan Al Haydos dan Akram Afif.

Di babak perempat final, Qatar menghadapi Uzbekistan. Laga berakhir imbang 1-1 hingga duel sepanjang 120 menit dilaksanakan.

Qatar sempat tertinggal saat adu penalti karena dua eksekutor mereka gagal yaitu Almoez Ali dan Ali Mukhtar. Namun akhirnya Qatar bisa menang 3-2 di akhir drama adu penalti.

Memasuki babak semifinal, Qatar harus duel lawan Iran yang di babak sebelumnya mengalahkan Jepang. Kedua tim silih berganti memegang keunggulan.

Iran lebih dulu memimpin lewat Sardar Azmoun di menit keempat. Qatar berbalik unggul lewat Jassem Gaber dan Akram Afif.

Iran sempat menyamakan skor menjadi 2-2 lewat penalti Alireza Jahanbakhsh. Namun kemudian Qatar bisa memastikan kemenangan lewat gol Almoez Ali di menit ke-82.

Dalam perjalanan ke babak final, Akram Afif jadi bintang lewat torehan lima gol.



(ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Yordania akan menghadapi Qatar di final Piala Asia 2023. Berikut perjalanan kedua tim menuju babak final.

Yordania mengawali Piala Asia dengan menghadapi Malaysia. Dalam duel lawan Malaysia, Yordania mampu menunjukkan perbedaan kelas yang signifikan. Yordania bisa meraih kemenangan telak 4-0 atas Malaysia.

Pada laga kedua, Yordania menghadapi Korea Selatan. Yordania tampil gemilang dan bahkan mampu unggul 2-1 hingga laga memasuki masa injury time. Di masa injury time, Korea Selatan mampu menyamakan kedudukan sehingga skor imbang 2-2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di laga ketiga, posisi Yordania sudah terbilang aman untuk melaju ke 16 besar. Mereka berhadapan dengan Bahrain.

Namun yang jadi perhatian banyak orang, saat itu juara grup E akan menghadapi runner up grup D yang ditempati oleh Jepang. Banyak anggapan yang mengalir bahwa Yordania dan Korea Selatan sama-sama berusaha menghindari Jepang dengan tidak jadi juara grup E.

Yordania kalah dari Bahrain sedangkan Korea Selatan bermain imbang lawan Malaysia. Alhasil, Bahrain yang kemudian jadi juara grup sedangkan Yordania finis di posisi ketiga.



Jadi peringkat tiga grup E, Yordania menghadapi Irak di babak 16 besar. Duel Yordania vs Irak penuh drama. Irak bisa unggul 2-1 di menit ke-76 lewat gol Aymen Hussein. Namun Aymen Hussein mendapat kartu kuning kedua setelah merayakan gol tersebut.

Unggul jumlah pemain, Yordania berusaha bangkit dari ketinggalan. Namun hingga laga memasuki injury time, skor masih 2-1 untuk Irak.

Laga lalu berubah drastis dalam waktu singkat. Yordania sukses menang dramatis dengan skor 3-2 karena Yazan AL Arab dan Nizar Al Rashdan bisa mencetak gol balasan di menit kelima dan ketujuh injury time babak kedua.

Setelah melangkah ke babak perempat final, Yordania berjumpa tim kejutan Tajikistan. Yordania berhasil menang tipis 1-0 berkat gol bunuh diri Valdat Hanonov di menit ke-66.

Masuk ke babak semifinal, Yordania kembali berjumpa Korea Selatan. Yordania mampu membungkam Korea Selatan dengan skor 2-0. Yazan Al Naimat dan Nazar Al Taamari sukses mencetak gol di laga tersebut sekaligus membawa Yordania ke partai puncak.

Al Naimat dan Al Taamari sendiri jadi pemain tersubur dengan torehan tiga gol dalam perjalanan Yordania ke final.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut>>>

Qatar Jaga Ambisi Gelar Beruntun

Qatar berhasil menjaga ambisi meraih gelar Piala Asia kedua kali. (REUTERS/MOLLY DARLINGTON)

Sementara itu Qatar yang jadi tuan rumah Piala Asia 2023 tak menemui kendala berarti di fase grup. Qatar bisa merebut poin sempurna sembilan di tiga laga awal fase grup.

Qatar menghajar Lebanon dengan skor 3-0, lalu menang 1-0 dalam duel lawan Tajikistan dan China. Qatar jadi salah satu tim yang tidak kebobolan di fase grup.

Perjalanan Qatar mulai berat di saat turnamen memasuki fase knock out. Di babak 16 besar, Qatar berhadapan dengan Palestina.

Qatar lebih dulu tertinggal lewat gol Oday Dabbagh. Namun Qatar kemudian bisa berbalik menang 2-1 lewat gol Hassan Al Haydos dan Akram Afif.

Di babak perempat final, Qatar menghadapi Uzbekistan. Laga berakhir imbang 1-1 hingga duel sepanjang 120 menit dilaksanakan.

Qatar sempat tertinggal saat adu penalti karena dua eksekutor mereka gagal yaitu Almoez Ali dan Ali Mukhtar. Namun akhirnya Qatar bisa menang 3-2 di akhir drama adu penalti.

[Gambas:Photo CNN]

Memasuki babak semifinal, Qatar harus duel lawan Iran yang di babak sebelumnya mengalahkan Jepang. Kedua tim silih berganti memegang keunggulan.

Iran lebih dulu memimpin lewat Sardar Azmoun di menit keempat. Qatar berbalik unggul lewat Jassem Gaber dan Akram Afif.

Iran sempat menyamakan skor menjadi 2-2 lewat penalti Alireza Jahanbakhsh. Namun kemudian Qatar bisa memastikan kemenangan lewat gol Almoez Ali di menit ke-82.

Dalam perjalanan ke babak final, Akram Afif jadi bintang lewat torehan lima gol.

[Gambas:Video CNN]




HALAMAN:
1 2