Pesan Menohok Lee Chong Wei ke Tim Malaysia, Bawa-bawa Ronaldo
CNN Indonesia
Selasa, 20 Feb 2024 18:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Lee Chong Wei beri komentar menohok ke tim badminton Malaysia. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Legenda badminton Lee Chong Weimemberikan komentar menohok kepada tim bulutangkis Malaysia.
Chong Wei mengaku khawatir dengan masa depan bulutangkis Malaysia setelah melihat nasib negaranya di Badminton Asia Team Championship (BATC) 2024 di Selangor.
Tim beregu putra Malaysia gagal juara setelah kalah dari China di final BATC 2024 pada Minggu (18/2). Padahal, saat itu Malaysia menghadapi China yang menurunkan pemain-pemain muda yang secara peringkat masih di bawah pemain Malaysia.
Sementara tim beregu putri Malaysia gagal melaju semifinal setelah kalah dari Indonesia di perempat final.
"Saya tahu kebenarannya memang menyakitkan, tapi menurut saya, bulutangkis Malaysia hanya akan terpuruk dari sini, jika tidak ada tindakan yang dilakukan," kata Chong Wei dikutip dari The Star.
"Saat ini, saya merasa ingin menyerah pada bulutangkis Malaysia. Ketika saya mengatakan kebenaran, saya dipandang sebagai orang jahat. Saya tidak dibayar untuk mencoba membantu. Kita tidak bisa hanya mengatakan semuanya baik-baik saja ketika ternyata ada beberapa hal yang tidak beres," ucap Chong Wei.
Chong Wei juga menyoroti sektor yang menjadi spesialisasinya yakni tunggal putra Malaysia yang dinilai mengalami kemunduran.
"Ada kemunduran dengan pemain tunggal top kami tetapi faktanya pemain cadangan kami pun belum setara.Tim-tim lain mengistirahatkan pemain-pemain topnya dan memberikan mandat penuh kepada pemain cadangannya, namun kami tidak mengambil risiko tersebut," kata Chong Wei.
"Kami memiliki ganda terbaik kami tetapi kadang-kadang, mereka bahkan tidak bisa menandingi tim yang mendatangkan pemain lapis kedua mereka. Sektor putri pun demikian, meski ada banyak wajah baru, belum berkembang maju.Juara pertama kali BATC 2024 [beregu putri] India telah menampilkan banyak pemain muda," ujar Chong Wei.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Namun, Lee Chong Weiyakin permasalahan yang menyelimuti badminton Malaysia bisa segera diselesaikan.
"Harus dimulai dari kedisiplinan dan komitmen pemain. Bintang tenis seperti Roger Federer, Rafael Nadal dan pesepakbola Cristiano Ronaldo adalah orang-orang yang disiplin...mereka tahu apa yang diperlukan untuk menjadi bintang top. Semuanya bekerja dan tidak bermain," ucap Chong Wei.
Chong Wei juga merasa Malaysia harus berani memberikan kesempatan untuk menurunkan pemain-pemain muda ke berbagai turnamen.
"Lihatlah negara-negara lain, mereka terus mengirimkan pemain mudanya ke turnamen. Kalaupun kalah dari pemain yang berperingkat lebih tinggi, mereka tetap mengeluarkannya, itulah cara membangun kepercayaan diri mereka," ujar Chong Wei.
"Itu adalah sebuah proses. Di sini, jika anak-anaknya kalah, mereka dimasukkan ke dalam cold storage. Bagaimana mereka akan mengembangkan permainan mereka? Tentu saja, kita harus membatasi mereka jika kalah dari pemain junior dari Sri Lanka atau beberapa negara bulutangkis yang berperingkat lebih rendah, tapi tidak apa-apa jika mereka kalah dari junior dari tim papan atas lainnya," kata Chong Wei menambahkan.
Chong Wei pun berharap pengurus badminton Malaysia bisa melakukan perubahan secara drastis.
"Saya punya pengalaman di olahraga ini, lebih dari 25 tahun. Saya tahu ketika seorang pemain tidak memberikan yang terbaik atau memberikan alasan. Mungkin, pemain generasi ini telah diberi terlalu banyak, tidak seperti pada zaman saya," kata Chong Wei.
"Kita harus melakukan beberapa perubahan drastis...Jika tidak, kita akan tertinggal, tertinggal jauh dan bulu tangkis tidak lagi menjadi salah satu olahraga unggulan di negeri ini. Saya benar-benar tidak sanggup menghadapinya," ucap Chong Wei menambahkan.
Legenda badminton Lee Chong Weimemberikan komentar menohok kepada tim bulutangkis Malaysia.
Chong Wei mengaku khawatir dengan masa depan bulutangkis Malaysia setelah melihat nasib negaranya di Badminton Asia Team Championship (BATC) 2024 di Selangor.
Tim beregu putra Malaysia gagal juara setelah kalah dari China di final BATC 2024 pada Minggu (18/2). Padahal, saat itu Malaysia menghadapi China yang menurunkan pemain-pemain muda yang secara peringkat masih di bawah pemain Malaysia.
Sementara tim beregu putri Malaysia gagal melaju semifinal setelah kalah dari Indonesia di perempat final.
"Saya tahu kebenarannya memang menyakitkan, tapi menurut saya, bulutangkis Malaysia hanya akan terpuruk dari sini, jika tidak ada tindakan yang dilakukan," kata Chong Wei dikutip dari The Star.
"Saat ini, saya merasa ingin menyerah pada bulutangkis Malaysia. Ketika saya mengatakan kebenaran, saya dipandang sebagai orang jahat. Saya tidak dibayar untuk mencoba membantu. Kita tidak bisa hanya mengatakan semuanya baik-baik saja ketika ternyata ada beberapa hal yang tidak beres," ucap Chong Wei.
Chong Wei juga menyoroti sektor yang menjadi spesialisasinya yakni tunggal putra Malaysia yang dinilai mengalami kemunduran.
"Ada kemunduran dengan pemain tunggal top kami tetapi faktanya pemain cadangan kami pun belum setara.Tim-tim lain mengistirahatkan pemain-pemain topnya dan memberikan mandat penuh kepada pemain cadangannya, namun kami tidak mengambil risiko tersebut," kata Chong Wei.
"Kami memiliki ganda terbaik kami tetapi kadang-kadang, mereka bahkan tidak bisa menandingi tim yang mendatangkan pemain lapis kedua mereka. Sektor putri pun demikian, meski ada banyak wajah baru, belum berkembang maju.Juara pertama kali BATC 2024 [beregu putri] India telah menampilkan banyak pemain muda," ujar Chong Wei.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Chong Wei Bawa-bawa Ronaldo, Nadal, dan Federer
Lee Chong Wei berharap para pemain Malaysia bisa lebih disiplin. (AP Photo)
Namun, Lee Chong Weiyakin permasalahan yang menyelimuti badminton Malaysia bisa segera diselesaikan.
"Harus dimulai dari kedisiplinan dan komitmen pemain. Bintang tenis seperti Roger Federer, Rafael Nadal dan pesepakbola Cristiano Ronaldo adalah orang-orang yang disiplin...mereka tahu apa yang diperlukan untuk menjadi bintang top. Semuanya bekerja dan tidak bermain," ucap Chong Wei.
Chong Wei juga merasa Malaysia harus berani memberikan kesempatan untuk menurunkan pemain-pemain muda ke berbagai turnamen.
"Lihatlah negara-negara lain, mereka terus mengirimkan pemain mudanya ke turnamen. Kalaupun kalah dari pemain yang berperingkat lebih tinggi, mereka tetap mengeluarkannya, itulah cara membangun kepercayaan diri mereka," ujar Chong Wei.
"Itu adalah sebuah proses. Di sini, jika anak-anaknya kalah, mereka dimasukkan ke dalam cold storage. Bagaimana mereka akan mengembangkan permainan mereka? Tentu saja, kita harus membatasi mereka jika kalah dari pemain junior dari Sri Lanka atau beberapa negara bulutangkis yang berperingkat lebih rendah, tapi tidak apa-apa jika mereka kalah dari junior dari tim papan atas lainnya," kata Chong Wei menambahkan.
Chong Wei pun berharap pengurus badminton Malaysia bisa melakukan perubahan secara drastis.
"Saya punya pengalaman di olahraga ini, lebih dari 25 tahun. Saya tahu ketika seorang pemain tidak memberikan yang terbaik atau memberikan alasan. Mungkin, pemain generasi ini telah diberi terlalu banyak, tidak seperti pada zaman saya," kata Chong Wei.
"Kita harus melakukan beberapa perubahan drastis...Jika tidak, kita akan tertinggal, tertinggal jauh dan bulu tangkis tidak lagi menjadi salah satu olahraga unggulan di negeri ini. Saya benar-benar tidak sanggup menghadapinya," ucap Chong Wei menambahkan.