Ini monumental, sebab sudah 32 tahun Indonesia tak pernah meraih emas cabang olahraga sepak bola. Karenanya ada sambutan meriah dari suporter. Skuad diarak keliling Jakarta.
Harapan pun tumbuh, Indonesia akan lantang di pentas Asian Games 2023. Sayang, tim yang sudah berganti nakhoda dari Indra Sjafri ke Shin Tae Yong, ini malah melempem.
Indonesia U-23 hanya bisa menembus babak 16 besar. Sudah begitu performa Garuda Muda melorot dalam asuhan Shin. Dari empat pertandingan, Indonesia U-23 hanya sekali menang.
Kini, Indonesia U-23 yang sebagian besar diisi pemain-pemain jebolan emas SEA Games 2023, akan tampil di Piala Asia U-23 2024. Ajang ini sekaligus jadi kualifikasi Olimpiade 2024.
Jika lolos ke semifinal, ada kans dapat tiket ke Olimpiade 2024. Nantinya tiga tim semifinalis akan lolos langsung dan yang kalah di perebutan tempat ketiga akan menjalani playoff.
Tim peringkat keempat Piala Asia U-23 2024 akan menjalani laga playoff melawan tim peringkat keempat Piala Afrika U-23 2023, yakni Guinea. Duel akan berlangsung pada 9 Mei 2024.
Bisakah Indonesia menembus babak semifinal? PSSI sejatinya hanya mematok target lolos ke babak delapan besar. Jika tercapai, kontrak pelatih Timnas Indonesia akan diperpanjang.
Namun Shin ingin target lebih tinggi. Pria Korea Selatan ini yang mendorong ide lolos ke babak semifinal. Apakah ini realistis untuk dicapai sepak bola Indonesia?
Sekilas kurang begitu realistis, terlebih setelah Timnas Indonesia U-23 dibantai 1-3 oleh Arab Saudi dalam laga uji coba pertama di Dubai, Uni Emirat Arab.
Namun, realitas berbeda akan muncul dari fakta-fakta perjuangan selama persiapan. Fakta perjuangan inilah yang diupayakan Shin tak sekadar jadi realitas semu di Piala Asia U-23 2024.
Terlebih pada uji coba kedua melawan Uni Emirat Arab, Tim Garuda Muda berhasil menang 1-0. Bahkan STY meyakini Indonesia seharusnya bisa menang dengan skor lebih besar pada laga tertutup itu.
Baca di halaman berikutnya>>>
Grup A Piala Asia U-23 2024 yang diisi Qatar, Indonesia, Australia, dan Yordania bisa dibilang merupakan grup neraka kejuaraan.
Ini karena tiga dari empat tim Grup A adalah juara grup fase kualifikasi. Indonesia, Australia, dan Yordania lolos sebagai juara grup dan Qatar karena tuan rumah.
Qatar memang tidak ikut kualifikasi. Mereka lolos karena menjadi tuan rumah. Namun Qatar U-23 sangat punya kapasitas untuk jadi calon kuat juara Piala Asia U-23 2024.
Untuk bertarung dalam ajang ini, awalnya Shin Tae Yong memanggil 28 nama. Dari 28 ini lantas hanya 26 yang bisa bergabung ke Dubai, Uni Emirat Arab, lokasi pemusatan latihan.
Alfeandra Dewangga tak bisa menyusul ke Dubai karena sedang sakit. Kemudian Justin Hubner tak dilepas Cerezo Osaka karena sedang krisis pemain bertahan di dalam kompetisi J League 1.
Dari 26 nama tersisa, nantinya hanya 23 pemain yang akan tampil di Piala Asia U-23 2024. Kemungkinan tiga posisi pemain yang bakal dicoret adalah kiper, belakang, dan tengah.
Untuk posisi kiper yang paling rawan adalah Erlangga Setyo. Kemudian dua pemain lain yang kemungkinan dilepas adalah dua pemain Persija Jakarta, Dony Tri dan Rayhan Hannan.
Dengan dilanjutkannya Liga 1 2023/2024 mulai 15 April, setelah sempat diputuskan dihentikan selama Piala Asia U-23 2024, Persija sangat butuh tambahan pemain.
Jika harus memilih tiga dari lima, Shin niscaya akan mengutamakan Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, dan Rio Fahmi. Meski ada potensi juga satu dari tiga bek ini sangat dibutuhkan Persija.
Terlepas dari segala dinamika yang muncul menjelang kejuaraan, skuad Merah Putih layak percaya diri. Ini karena persiapan Indonesia jadi salah satu yang terpanjang.
Dibanding beberapa negara lainnya, persiapan Indonesia terbilang lumayan. Karena itu kualitas teknik pemain Indonesia dan kecerdikan taktik Shin akan diuji di Piala Asia U-23 2024.
Ini monumental, sebab sudah 32 tahun Indonesia tak pernah meraih emas cabang olahraga sepak bola. Karenanya ada sambutan meriah dari suporter. Skuad diarak keliling Jakarta.
Harapan pun tumbuh, Indonesia akan lantang di pentas Asian Games 2023. Sayang, tim yang sudah berganti nakhoda dari Indra Sjafri ke Shin Tae Yong, ini malah melempem.
Indonesia U-23 hanya bisa menembus babak 16 besar. Sudah begitu performa Garuda Muda melorot dalam asuhan Shin. Dari empat pertandingan, Indonesia U-23 hanya sekali menang.
Kini, Indonesia U-23 yang sebagian besar diisi pemain-pemain jebolan emas SEA Games 2023, akan tampil di Piala Asia U-23 2024. Ajang ini sekaligus jadi kualifikasi Olimpiade 2024.
Jika lolos ke semifinal, ada kans dapat tiket ke Olimpiade 2024. Nantinya tiga tim semifinalis akan lolos langsung dan yang kalah di perebutan tempat ketiga akan menjalani playoff.
Tim peringkat keempat Piala Asia U-23 2024 akan menjalani laga playoff melawan tim peringkat keempat Piala Afrika U-23 2023, yakni Guinea. Duel akan berlangsung pada 9 Mei 2024.
Bisakah Indonesia menembus babak semifinal? PSSI sejatinya hanya mematok target lolos ke babak delapan besar. Jika tercapai, kontrak pelatih Timnas Indonesia akan diperpanjang.
Namun Shin ingin target lebih tinggi. Pria Korea Selatan ini yang mendorong ide lolos ke babak semifinal. Apakah ini realistis untuk dicapai sepak bola Indonesia?
Sekilas kurang begitu realistis, terlebih setelah Timnas Indonesia U-23 dibantai 1-3 oleh Arab Saudi dalam laga uji coba pertama di Dubai, Uni Emirat Arab.
Namun, realitas berbeda akan muncul dari fakta-fakta perjuangan selama persiapan. Fakta perjuangan inilah yang diupayakan Shin tak sekadar jadi realitas semu di Piala Asia U-23 2024.
Terlebih pada uji coba kedua melawan Uni Emirat Arab, Tim Garuda Muda berhasil menang 1-0. Bahkan STY meyakini Indonesia seharusnya bisa menang dengan skor lebih besar pada laga tertutup itu.
Baca di halaman berikutnya>>>
Empat Jawara Kualifikasi Adu Nyali
Timnas Indonesia U-23 berada di grup berat pada Piala Asia U-23 2024. (Dok. PSSI)
Grup A Piala Asia U-23 2024 yang diisi Qatar, Indonesia, Australia, dan Yordania bisa dibilang merupakan grup neraka kejuaraan.
Ini karena tiga dari empat tim Grup A adalah juara grup fase kualifikasi. Indonesia, Australia, dan Yordania lolos sebagai juara grup dan Qatar karena tuan rumah.
Qatar memang tidak ikut kualifikasi. Mereka lolos karena menjadi tuan rumah. Namun Qatar U-23 sangat punya kapasitas untuk jadi calon kuat juara Piala Asia U-23 2024.
Untuk bertarung dalam ajang ini, awalnya Shin Tae Yong memanggil 28 nama. Dari 28 ini lantas hanya 26 yang bisa bergabung ke Dubai, Uni Emirat Arab, lokasi pemusatan latihan.
Alfeandra Dewangga tak bisa menyusul ke Dubai karena sedang sakit. Kemudian Justin Hubner tak dilepas Cerezo Osaka karena sedang krisis pemain bertahan di dalam kompetisi J League 1.
Dari 26 nama tersisa, nantinya hanya 23 pemain yang akan tampil di Piala Asia U-23 2024. Kemungkinan tiga posisi pemain yang bakal dicoret adalah kiper, belakang, dan tengah.
Untuk posisi kiper yang paling rawan adalah Erlangga Setyo. Kemudian dua pemain lain yang kemungkinan dilepas adalah dua pemain Persija Jakarta, Dony Tri dan Rayhan Hannan.
Dengan dilanjutkannya Liga 1 2023/2024 mulai 15 April, setelah sempat diputuskan dihentikan selama Piala Asia U-23 2024, Persija sangat butuh tambahan pemain.
Jika harus memilih tiga dari lima, Shin niscaya akan mengutamakan Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, dan Rio Fahmi. Meski ada potensi juga satu dari tiga bek ini sangat dibutuhkan Persija.
Terlepas dari segala dinamika yang muncul menjelang kejuaraan, skuad Merah Putih layak percaya diri. Ini karena persiapan Indonesia jadi salah satu yang terpanjang.
Dibanding beberapa negara lainnya, persiapan Indonesia terbilang lumayan. Karena itu kualitas teknik pemain Indonesia dan kecerdikan taktik Shin akan diuji di Piala Asia U-23 2024.